Menteri Sandiaga Uno Buka Sayembara, Cari Nama Baru Wisata Waduk Koto Panjang Kampar

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, penamaan harus mempertimbangkan faktor historis, adat istiadat dan lainnya.

Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menerima cindera mata saat berkunjung ke kawasan pariwisata sekitar Waduk PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar Riau, Minggu (12/9/2021) 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, KAMPAR - Kawasan pariwisata sekitar Waduk PLTA Koto Panjang tampaknya akan memiliki nama baru.

Pemandangan di perbukitan sekitar genangan waduk miliki banyak versi penamaan.

Destinasi wisata sekitar waduk mulai viral sekitar 2016 silam. Awal viralnya dinamai Raja Ampatnya Riau .

Ini merujuk pemandangan banyak pulau yang tampak dari perbukitan sekitar waduk. 

Lalu muncul istilah Raja Lima yang didasari penerus Raha Ampat di Papua.

Kemudian ada lagi Ompek-ompek yang merujuk nama pimpinan tertinggi pusat Kedatukan atau Alam Soko yakni Andiko Nan 44.

Pemberian nama baru kawasan wisata itu dibahas pada kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno di Objek Wisata Puncak Kompe Desa Koto Mesjid Kecamatan XIII Koto Kampar , Kabupaten Kampar Riau Minggu (12/9/2021) lalu. 

Usulan nama baru ini diminta langsung oleh Ketua Pokdarwis Koto Mesjid, Jon Haril ketika memaparkan kesiapan Koto Mesjid meraih Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 di hadapan Sandi.

Turut disaksikan oleh Anggota DPRD Riau, Syahrul Aidi Ma'azat, Gubernur Riau Syamsuar , Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto yang hadir menyambut kunjungan Sandi.

"Bang Menteri, tolong beri nama baru untuk tempat wisata ini," pinta Jon Haril. Permintaan itu tidak langsung dijawab Sandi. Ia masih melanjutkan rangkaian kegiatannya di Puncak Kompe setelah mendengarkan paparan tersebut. 

Sandi disuguhi pertunjukan tradisional Kampar. Ada atraksi mengangkat lesung dengan gigi.

Atraksi ini adalah Tari Losung khas Koto Mesjid. Ada lagi pertunjukan Silat Perisai yang diiringi musik tradisional Gobano. 

Di lokasi wisata juga berjejer sejumlah stan yang memamerkan kuliner produk olahan ikan patin dan hasil kerajinan masyarakat Kampar. Sandi belanja produk yang dijajakan di stan itu. 

Sandi kembali ditanyai oleh wartawan setelah memandangi waduk dari anjungan Puncak Kompe dan meneken prasasti Koto Mesjid sebagai 50 desa wisata terbaik Indonesia.

"Ini nanti kita rembukkan sambil makan. Karena biasanya kita lebih jernih setelah makan ikan patin ," katanya.

Sandi dan rombongan bersama Gubernur, Bupati Kampar dan rombongan kemudian santap siang dengan hidangan khas Kampar.

Usai makan, masih di meja yang sama, mereka tampak berembuk membicarakan nama baru yang cocok.

BACA JUGA :

Semoga Jadi Agenda Pariwisata Tersohor, Harapan Besar Peringatan Perpindahan Pulau Gadang Kampar

Kampung Patin Desa Wisata Koto Mesjid Kampar Riau Lolos 50 Besar ADWI 2021, Ini Keistimewaannya

Hasil rembuk itu diumumkan langsung oleh Sandi. Ternyata perembukan itu tidak mencapai kata sepakat. "Setelah kita rembuk tadi, hasilnya deadlock," kata Sandi. 

Menurut Sandi, penamaan harus mempertimbangkan faktor historis, adat istiadat dan lain-lain. Ia mengaku menerima beberapa masukan dalam perembukan tersebut. 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved