Destinasi Wisata di Kampar

Pengembangan Tempat Wisata dalam Kawasan Hutan Terbentur Aturan, Ini Solusi dari Menteri Sandiaga

Menteri Sandiaga mempersilahkan Riau mengusulkan spot wisata di dalam kawasan hutan yang ingin dikembangkan

Editor: Theo Rizky
Istimewa
Menparekraf Sandiaga Uno memandangi keindahan panorama di waduk koto panjang dari Puncak Kompe Desa Koto Mesjid Kec XIII Koto Kampar, Minggu (12/9/2021) 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, KAMPAR - Tempat wisata dalam kawasan hutan sulit untuk dikembangkan karena terbentur aturan. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengakuinya.

Sandiaga Uno mengatakan bahwa solusinya adalah Glamping. "Bisa menggunakan konsep Glamping. glamorous camping," katanya saat mengunjungi Objek Wisata Puncak Kompe Desa Koto Mesjid Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar Riau , Minggu (12/9/2021).

Sandiaga Uno menyampaikan, nota kesepahaman antara kementerian yang dipimpinnya dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah diperpanjang.

Perpanjangan kesepahaman tersebut telah dilaporkan kepada Komisi X DPR RI.

Nota kesepahaman itu mengenai objek wisata yang berada di dalam kawasan hutan. Dengan begitu, dengan Memo of Understanding (MoU) itu memungkinkan pengelolaan objek wisata dalam kawasan hutan bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sandi mencontohkan MoU dengan Perhutani yang menggunakan konsep Glamping. Konsep ini, kata dia, sudah dikembangkan di Borobudur Highland Provinsi Jawa Tengah dan Danau Toba Provinsi Sumatera Utara.

Ia mempersilahkan Riau mengusulkan spot wisata di dalam kawasan hutan yang ingin dikembangkan. "Mohon beberapa di sini mohon diajukan," katanya.

BACA JUGA :

Kampung Patin Desa Wisata Koto Mesjid Kampar Riau Lolos 50 Besar ADWI 2021, Ini Keistimewaannya

Melihat Kampung Patin di Desa Koto Mesjid Kampar, Tiap Rumah Ada Kolam Ikan

Gubernur Riau Syamsuar langsung menimpali pernyataan Sandi. Ia menyebut di Riau terdapatĀ  banyak spot wisata dalam kawasan hutan.

Ia mencontohkan Taman Hutan Raya (Tahura). "Ada hutannya, ada Harimaunya, ada bumi perjemahan dan ada balai latihan Gajah," ujarnya.

Selain itu ada Danau Zamrud. "Ada banyak di sini Pak Menteri," ucapnya. Pemerintah Provinsi Riau juga menggandeng sejumlah BUMN seperti Pertamina Hulu Rokan (PHR), SKK Migas dan lainnya dalam penyediaan bumi perkemahan.

Menanggapi Syamsuar, Sandi meminta tempat-tempat itu diusulkan. Ditanya soal kapan Glamping diterapkan di Riau, ia menyatakan, segera dimulai. "Ini rencana akan kita kick off," katanya.

Merujuk beberapa referensi yang diperoleh Tribunpekanbarutravel.com , Glamping terdiri dari kata "glamour" dan "camping". Diartikan sebagaiĀ  wisata berkemah yang menyuguhkan penginapan dengan gaya mewah setara dengan hotel berbintang, tetapi tetap memberikan kesan yang alami.

Glamping ini di peruntukan bagi keluarga maupun rombongan yang ingin merasakan wisata berkemah tetapi yang sudah tersedia segala fasilitasnya.

Glamping menyediakan beberapa fasilitas, antara lain tenda penginapan, tempat makan, area bermain, tracking alam, restoran hingga laundry.

Kegiatan yang dapat dilakukan bagi peserta Glamping antara lain, tracking alam, bersepeda, menaiki perahu hingga melakukan bakar-bakaran seperti barbeku.

( Tribunpekanbarutravel.com )

Seluruh Wilayah di Riau Sudah Masuk Musim Hujan, BMKG Ingatkan Waspada

Menparekraf Sandiaga Kunjungi Riau, Ini Agendanya

Labersa Hotel Hadirkan Promo Terbaru dengan Harga Kamar Lebih Terjangkau

Jaga Hutan Riau Tetap Lestari, Program Adopsi Pohon Disambut Positif

Grand Zuri Hotel Pekanbaru Kenalkan Tiga Menu Spesial Sekaligus, Harga Ramah di Kantong

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved