Lama Tak Dihuni, Pemkab Akan Fungsikan Kembali Pasar Seni Siak

Pasar seni ini dibangun sekitar 7 tahun lalu sebagai pusat oleh-oleh dari hasil kerajinan seniman Siak. 

Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah di Kabupaten Siak terlihat dari atas belum lama ini 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, SIAK - Pasar Seni Siak di Kabupaten Siak Riau sudah lama tidak dihuni alias mati suri. Padahal pasar seni ini dibangun sekitar 7 tahun lalu sebagai pusat oleh-oleh dari hasil kerajinan seniman Siak. 

Wakil Bupati Siak Husni Merza tidak ingin pasar tersebut mati begitu saja. Sebab, bangunan pasar yang permanen sangat baik dan telah menghabiskan anggaran miliaran rupiah. 

“Saya sudah tinjau ke lapangan bahwa pasar seni ini sangat baik bangunannya, lokasi strategis dan tidak jauh dari Istana Siak . Sayang sekali jika tidak kita manfaatkan untuk menjual produk -produk kerajinan lokal,” kata dia, Rabu (15/9/2021).

Ia meminta penataan ulang kawasan pasar seni tersebut kepada OPD terkait. Karena sudah lama ditinggal penghuninya, maka kondisi tidak bersih.

Ada beberapa sisi bangunan yang rusak. Husni meminta semua kerusakan diperbaiki atau diadakan rehabilitasi ringan. 

“Semula pasar seni dibangun sebagai pusat penjualan oleh-oleh atau buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Siak . Namun seiring waktu berjalan, aktivitas jual beli terbilang rendah akibatnya satu-persatu para pemilik kios lebih memilih berdagang di luar,” ujarnya. 

Ia mengatakan, pasar seni merupakan aset Pemkab yang harus difungsikan, karena dibangun mengeluarkan anggaran yang cukup besar. Ia meminta Dinas pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Koperasi dan UMKM mengevaluasi agar pasar seni ini kembali di fungsikan. 

"Banyak di luar sana pelaku usaha ekonomi kreatif, UMKM dan usaha kuliner yang perlu mendapat perhatian kita, salah satu jawabnya mengaktifkan pasar seni mereka memamerkan hasil karyanya sehingga ekonomi mereka di tengah pendemi ini kembali pulih," katanya. 

Sementara itu Sekda Siak Arfan Usman menyampaikan, dalam memajukan pariwisata dibutuhkan sinergi lintas OPD. Terkait penataan pasar seni, ia minta adanya rekayasa lalu lintas. 

"Jadi nanti para pangunjung paham, mulai dari mana dia masuk kelokasi wisata, dan di mana ia parkir, sehingga para pengunjung bisa kita arahkan ke pasar seni kelak. Saya minta Dishub dapat merekayasa lalu lintas," ujarnya. 

Lanjutnya, terkait akan dibukanya Istana Siak untuk dikunjungi, dinas terkait meminta agar menata ulang seputar kawasan istana, mulai dari lahan parkir, lokasi penjualan suvenir, para pedagang, dan kendaraan wisata atau odong-odong yang di anggap kurang wajar segera ditertibkan.

"Saya minta lokasi di seputar kawasan Istana dan pedukungnya di atur ulang, kita tidak melarang orang berdagang namun mereka di arahkan dimana areal berjualan, agar terlihat tertip dan indah di lihat,"tutupnya.

( Tribunpekanbarutravel.com )

Bioskop CGV Buka Kembali Secara Bertahap, Penonton Wajib Sudah Dua Kali Vaksinasi Covid-19

Pendiri Kota Pekanbaru, Marhum Pekan Diusulkan Sebagai Pahlawan Nasional

Destinasi Wisata Kampung Dayun Jadi Andalan untuk Mendukung Program Siak Hijau

Ini Keunggulan Koto Mesjid Kampar yang Masuk dalam 50 Desa Wisata Terbaik Indonesia 

Memprihatinkan, Bangunan Pariwisata di Bawah Jembatan TASL Siak Senilai Rp 2,2 M Tidak Berfungsi

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved