Dua Pemuda Riau Inovasi Produk Pemanas Air dari AC Rumahan, Begini Cara Kerjanya

Produk pemanas air ini tidak hanya digunakan di hotel, rumah sakit maupun rumah tangga di Pekanbaru, tapi juga sudah menjajal ke berbagai daerah

Editor: Theo Rizky
Istimewa
M Attakaatsur Akbar (kiri) dan Bima Puryatama Putra (kanan) bersama produk pemanas air KIAN 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Alat pemanas air mandi dulunya dikenal sebagai barang mewah yang hanya dipasang di hotel, rumah sakit, atau keluarga yang berkecukupan. 

Namun hal itu kini berubah. Pemuda asal Provinsi Riau memodifikasi alat pemanas air dari suhu panas pembuangan air conditioner atau AC, membuatnya lebih hemat dan murah, juga sama sekali tidak mengganggu kinerja AC.

Adalah M Attakaatsur Akbar dan Bima Puryatama Putra, dua sekawan yang membangun industri dibidang yang masih langka dibuat orang.

Ia menjalani bisnis pembuatan alat pemanas air tersebut sejak beberapa tahun terakhir.

Kini, produk buatannya tidak hanya digunakan di hotel, rumah sakit maupun rumah tangga di Pekanbaru, tapi juga sudah menjajal ke berbagai daerah di nusantara.

Tentunya kita pernah melihat adanya alat yang dipasang di atas atap hotel, rumah sakit, maupun rumah mewah, berbentuk drum besar, bulat dan sedikit memanjang, yang merupakan alat untuk memanaskan air dan menggunakan serapan tenaga surya dan listrik.

Namun, pemanas air yang diciptakan pemuda asal Riau ini hanya memanfaatkan pemanas suhu pembuangan AC, yang sehari-hari dimanfaatkan masyarakat, tanpa ada tambahan penggunaan listrik, sehingga tetap hemat.

"Kami menciptakan alat pemanas air rumah tanpa listrik, jadi sistem yang kita manfaatkan adalah AC rumah tangga. Bisa dibilang kami satu-satunya produk lokal yang produksi alat pemanas air ini di Riau, yang kami beri nama KIAN , singkatan dari Karya Inovasi Anak Negeri ," kata Attakaatsur Akbar, Selasa (28/9/2021).

Dikatakan Akbar, dengan memanfaatkan hawa panas pembuangan AC, tabung produksi KIAN akan menyerap suhu panas tersebut melalui konduktor yang disediakan. Air yang ada di dalam tabung tersebut akan menjadi panas.

"Di dalam kompresor itu kan ada kuningan panas. Kita hanya mengawinkan besi kuningan dalam kompresor dengan unit tabung pemanasan air. Kemudian masuk air biasa dan akan jadi panas, karena hawa panas kita serap. Itu sama sekali tak pengaruhi kinerja AC, justru makin bagus, karena kami membantu mengeluarkan suhu panas tersebut untuk dialihkan ke dalam tabung pemanas air," ujar alumni Unisula Semarang ini yang baru menyelesaikan studinya tahun 2018 lalu.

BACA JUGA :

Kisah Junaidi, Selamatkan Kampung Dari Abrasi Hingga Ciptakan Ekowisata Mangrove Sungai Rawa

Mesin Pembuat Kopi Ariete Praktis Dioperasikan, Cocok untuk Para Penikmat Kopi

Hebatnya lagi, untuk memanaskan air tersebut hanya butuh 3 jam menghidupkan AC, sembari itu mesin pemanas air akan bekerja. Setelah 3 jam tersebut, maka air akan mampu panas selama 2 hari.

"Kita di rumah bisa dibilang hampir setiap hari menggunakan AC. Atau setidaknya pada malam hari, dan itu waktunya kebanyakan lebih dari 3 jam. Jadi hanya sambilan menghidupkan AC saja di rumah. Setelah panas, maka suhunya bisa bertahan selama dua hari," ulasnya.

Diakui Akbar, produk tersebut memang bukan pertama kali dan bukan pihaknya yang menciptakan lebih awal. Namun pihaknya mencoba mempelajari, kemudian melakukan riset, dan memodifikasi sehingga menghasilkan sebuah produk baru.

"Kami buat dua jenis produk, yang pertama sistem solar, seperti produk kebanyakan, itu untuk mengincar pasar skala besar misalnya hotel, rumah sakit, perkantoran dan lainnya, kemudian untuk rumah tangga, yang sistem AC murni, itu kita incar segmen rumah tangga," katanya.

Walau produk lokal, namun dikatakan Akbar pihaknya berani bersaing dalam hal kualitas maupun harga. Pihaknya juga memberikan garansi selama 10 tahun, jika terjadi kerusakan atau kebocoran. 

"Kalau untuk harga, kita mulai dari Rp 6 juta saja, kebetulan saat ini lagi promo, dan itu sudah sekaligus dengan biaya instalasi instalasinya. Sedangkan untuk system solar atau tipe 150 liter, yang biasa dijual Rp 20 juta keatas, kami jual hanya dengan Rp 15 juta," jelasnya. 

Bagi masyarakat yang ingin tahu lebih lanjut atau membeli produk tersebut, dikatakan Akbar bisa melalui contact person 082172170346 atau follow akun instagram @kian_waterheater . 

 

( Tribunpekanbarutravel.com )

Keren, Pria Asal Panam Pekanbaru Ini Bikin Mobil Balap Sendiri, Diberi Nama Laphon 156

Belum Vaksinasi Covid-19, Pria Ini Batal Nonton di Bioskop

Sukses Lewat Olahan Biji Getah, Dewi Berinovasi Lagi, Olah Umbi Gadung Jadi Kuliner Bernilai Ekonomi

Produksi Kerajinan Dari Tempurung Kelapa, Pria di Bengkalis Ini Raih Omzet Jutaan Rupiah Per Bulan

Pria ini Jual Bonsai Kelapa Sampai Jutaan Rupiah, Ada yang Bentuk Ayam, Elang, Siput Hingga Monyet

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved