Tren Memelihara Hewan Meningkat Selama Pandemi, Ini Pesan Dokter Hewan

Pandemi Covid-19 ternyata berdampak terhadap meningkatnya masyarakat memelihara hewan peliharaan.

Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
drh Mhd Syarif melakukan penyuntikan vaksin anti rabies terhadap kucing peliharaan warga di RW 2 Kelurahan Lembah Sari Kecamatan Rumbai Pesisir Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU -  Pandemi Covid-19 ternyata berdampak terhadap meningkatnya masyarakat memelihara hewan peliharaan.

Sebab masyarakat lebih banyak beraktifitas di rumah sehingga banyak di antaranya mereka yang menghabiskan waktu mengurus hewan peliharaan.

"Iya, selama Pandemi ini memang tren memelihara hewan kesayangannya meningkat, karena mereka jarang keluar, sehingga mereka asyik bermain dengan hewan kesayangannya di rumah saja," kata drh Revalita Budhiani, Kasi Kelembagaan Sumber Daya Keswan dan Pengawasan Obat, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau , Rabu (29/9/2021). 

Namun Reva mengingatkan, dengan meningkatnya animo masyarakat memelihara hewan kesayangannya, harus diikuti dengan perawatan yang baik dan sehat.  

Hal tersebut penting dilakukan agar hewan kesayangannya tidak menjadi petaka bagi pemiliknya.

Apalagi hewan-hewan yang bisa menularkan penyakit rabies kepada orang.

Seperti anjing, kucing dan kera. Sebab jika anjing, kucing dan kera sudah terkena rabies itu sangat membahayakan pemiliknya dan orang lain karena bisa tertular penyakit mematikan ini jika digigit oleh hewan yang terkena rabies.

BACA JUGA :

Cegah Penularan, Distakan Pekanbaru Gelar Penyuntikan Vaksin Anti Rabies Massal di Rumbai Pesisir

Lokasi IPAL Kota Pekanbaru Nantinya Bisa Menjadi Destinasi Wisata Edukasi yang Baru

"Pencegahan harus kita lakukan,  dengan cara memelihara hewan dengan baik, dengan membiasakan hidup sehat, baik orang yang memelihara maupun hewan yang dipelihara," ucapnya, bertepatan dengan Hari Rabies Sedunia yang jatuh pada 28 September 2021. 

Reva menegaskan, penyakit rabies harus dicegah penularanya. Sebab penyakit ini menjadi penyakit mematikan kedua setelah HIV Aids . 

Bahkan menurut Reva hingga saat ini belum ditemukan obat untuk penyakit rabies.

"Penyakit rabies merupakan penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia, disebabkan karena virus. Kami mengingatkan kembali, bahwa rabies menjadi penyakit nomor dua mematikan setelah Aids. Manusia atau hewan yang terkena rabies, itu perlahan akan mati, dan sampai sekarang belum ada obatnya," ujarnya. 

( Tribunpekanbarutravel.com )

Dua Pemuda Riau Inovasi Produk Pemanas Air dari AC Rumahan, Begini Cara Kerjanya

Puluhan Kasus Positif Covid-19 Bertambah, Gubri Syamsuar: Pandemi Belum Berakhir 

Seludupkan 875 Ekor Burung Gelatik dan Ciblek, Pria Asal Jambi Diamankan Polres Pelalawan

Dua Bulan Terhenti, 10 Unit Bus Vaksinasi Covid-19 Keliling Belum Kunjung Beroperasi di Pekanbaru

Jaga Kebugaran Tubuh dan Atasi Masalah Susah Tidur Lewat Olahraga Inline Skate

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved