Kuliner di Bengkalis

Jadi Oleh-oleh Untuk Jokowi Saat ke Bengkalis, Ini Keistimewaan Kuliner Olahan Biji Getah Milik Dewi

Dalam kunjungannya ke Bengkalis, Presiden Jokowi membawa oleh-oleh kuliner berbahan dasar biji getah yang diproduksi Dewi Melinda

Editor: Theo Rizky
Istimewa
Produk Biji Getah Dewi yang dijadikan Sovenir dan Oleh Oleh Presiden Saat Berkunjung ke Bengkalis 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, BENGKALIS - Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kabupaten Bengkalis ternyata membawa berkah tersendiri bagi pelaku UMKM.

Satu di antaranya adalah pemuda Pelopor dibidang pangan asal Riau , Dewi Melinda yang memiliki UMKM dengan produk kuliner berbahan dasar biji getah  .

Makanan ringan dari bahan biji getah karya Dewi Melinda ini terpilih menjadi sovenir untuk Presiden Jokowi saat berkunjung ke Bengkalis.

Sebanyak 23 bingkisan dipesan untuk oleh-oleh presiden saat berkunjung kemarin.

Bingkisan yang disiapkan oleh Dewi dari olahan biji getah ini diantaranya biskuit biji getah, brownies biji getah, keripik biji getah dan ilik-ilik biji getah

"Yang mesan produk kami untuk sovenir presiden ini dari Dinas Koperasi dan UMKM Bengkalis, mereka datang dan minta kita untuk menyediakan produk ini untuk dibawa kepada presiden," kata Dewi Melinda.

Menurut dia, produknya terpilih karena direkomendasikan Dinas koperasi dan UMKM Bengkalis, dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bengkalis.

Setelah dipesan kemudian produk tersebut langsung diperiksa tim BPOM.

"Hasil pemeriksaan produk kita dinyatakan lulus BPOM dan memiliki sertifikat MUI. Kemudian produk ini diteruskan kepada tim protokoler presiden," terangnya.

Tim protokoler presiden kemudian melakukan pemeriksaan dengan ketat makanan yang akan dikonsumsi presiden. Hasil pemeriksaan tim protokoler presiden akhirnya produk biji getah ini mendapatkan nilai layak untuk dikonsumsi presiden.

"Setelah semua proses ini kemarin sovenir oleh-oleh dari biji getah ini dibawa tim Kepresidenan sebagai oleh-oleh dari Bengkalis untuk presiden," terang Dewi.

Dewi tidak menyangka produknya bisa lolos seleksi dari tim protokoler presiden, apalagi pemeriksaan yang dilakukan sangat ketat.

Dengan dibawanya produk miliknya kepada presiden menjadi kebanggan tersendiri bagi Dewi.

"Suatu kehormatan besar bagi kami, produk kami bisa dibawa dan menjadi sovenir untuk orang nomor satu di Indonesia. Presiden bisa merasakan olahan biji getah dari kami," katanya haru.

Menurut Dewi, selain biji getah ada juga beberapa produk UMKM lainnya yang dipilih presiden dijadikan sovenir.

Dengan hal ini pihaknya berharap masyarakat Bengkalis bisa semakin mencintai produk lokal Bengkalis salah satunya olahan biji getah.

Produk olahan dari biji getah milik Dewi ini sebenarnya sudah beberapa kali mengharumkan nama Bengkalis bahkan sampai tingkat nasional.

Sebelumnya olahan biji getah ini pada tahun lalu berhasil mewakili Riau sebagai the best award duta UMKM Briliant dan mendapat penghargaan langsung dari presiden Jokowi.

Bahkan untuk tahun ini produk olahan biji getah dari Desa Berancah kembali akan mewakili Riau di ajang Pemuda Pelopor tingkat nasional pada Oktober mendatang.

BACA JUGA :

Sukses Lewat Olahan Biji Getah, Dewi Berinovasi Lagi, Olah Umbi Gadung Jadi Kuliner Bernilai Ekonomi

Wanita Bengkalis Pengelola Kuliner Berbahan Biji Getah Kembali Wakili Riau di Lomba Tingkat Nasional

Menurut Dewi, untuk tahun ini kemarin dirinya mengikuti lomba pemuda pelopor tingkat provinsi Riau yang diadakan di Pekanbaru. Lomba pemuda pelopor ini diikuti sebanyak 27 orang dari setiap kabupaten yang ada di Riau.

Hasil lomba tersebut ada lima bidang yang dipilih provinsi untuk mewakili Riau ditingkat nasional.

"Alhamdulillah hasil seleksi kemarin kita terpilih mewakili Riau sebagai pemuda pelopor di bidang pangan," terangnya.

Produk olahan Biji Getah Milik Dewi Melinda Menjadi Sovenir dan Oleh-oleh Presiden Jokowi saat ke Kabupaten Bengkalis
Produk olahan Biji Getah Milik Dewi Melinda Menjadi Sovenir dan Oleh-oleh Presiden Jokowi saat ke Kabupaten Bengkalis (Istimewa)

Keberhasilan dirinya membawa inovasi pengelolaan biji getah menjadi bahan pangan ini tidak lepas dari dukungan masyarakat Bengkalis.

Terutama masyarakat desa Berancah Kecamatan Bantan.

Selain itu juga dukungan dari pemerintah daerah mulai dari Camat Bantan hingga Bupati serta DPRD Bengkalis. 

Menurut dia, pemuda pelopor ini merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam berinovasi, satu diantaranya dalam pengelolaan inovasi pangan.

Dewi sendiri sudah sejak tahun 2005 lalu melakukan pengelolaan biji getah menjadi tepung. Kemudian biji getah ini diolahnya menjadi bahan pembuat berbagai macam makanan, saat ini 40 jenis makanan dari hasil olahan biji getah.

Semuanya dijual melalui UMKM yang dikelolanya bersama ibunya, yang paling banyak peminatnya di antaranya keripik brownies biji, brownies panggang biji, nastar biji.

Penjualan cemilan ini tidak hanya di Kabupaten Bengkalis saja, tetapi sudah sampai keluar daerah orang memesanya, seperti Batam dan negara tetangga Malaysia.

Tepung biji getah buatan dewi juga sudah daftarkan sebagai hak paten, bahkan dewi sudah memilik hak paten terhadap tepung olahan biji getahnya.

Menurut Dewi, semua makanan berbahan terigu bisa dibuat dari tepung biji getah.

Dengan kata lain, tepung biji getah dapat menggantikan tepung terigu.

"Semua makanan yang pakai tepung biji getah, lebih enak. Teksturnya lebih ngembang," kata Dewi

Ia tidak perlu menggunakan bahan pengembang untuk membuat kue.

Cemilan goreng berbahan tepung biji getah juga lebih renyah. Di mulut terasa seperti sedang mengunyah kacang.

"Terasa bedanya pas dimakan. Kranci, krenyes-krenyes gitu," katanya.

UMKM Milik Dewi Melinda Berhasil Harumkan Nama Bengkalis dengan mengolah Biji Getah Jadi Makanan
UMKM Milik Dewi Melinda Berhasil Harumkan Nama Bengkalis dengan mengolah Biji Getah Jadi Makanan (Istimewa)

Wanita 28 tahun ini mengatakan, pengolahan biji getah menjadi tepung melalui proses panjang yang memakan waktu hingga tujuh hari. Cara pengolahannya telah dipatenkan.

Menurut Dewi, dari hasil penelitian, biji getah memiliki kadar protein yang lebih tinggi dari kacang kedelai. Sehingga sangat layak konsumsi dan menyehatkan.

Dewi menjelaskan, dalam hal lama memasaknya, secara umum makanan berbahan tepung biji getah tidak jauh berbeda dengan tepung terigu.

Dengan inovasi yang dilakukannya ini, pihaknya sudah bisa membantu perekonomian masyarakat Desa Berancah.

Karena Dewi saat ini menampung biji getah dari masyarakat untuk diolah menjadi tepung.

"Kita sekarang menerima biji getah dari masyarakat, perkilogramnya kita bayar senilai tiga ribu sampai lima ribu rupiah," ungkap Dewi.

Untuk saat ini, Dewi menampung biji getah dari masyarakat dalam setahun sebanyak dua kali. Sekali menampung bisa sebanyak 1.000 kilogram, kemudian diolah menjadi tepung.

"Walaupun hanya dua kali dalam setahun, kalau ada yang menawarkan dalam jumlah kecil tetap diterima," katanya

Selain menampung biji getah, Dewi juga memanfaatkan warga setempat untuk menjadi reseller.

Sehingga masyarakat di sana bisa berpenghasilan dengan menjual produk biji getah.

( Tribunpekanbarutravel.com )

5 Rekomendasi Destinasi Wisata Alam di Kabupaten Kampar Riau, Cocok Didatangi Saat Akhir Pekan

Kuliner Olahan Biji Getah Bengkalis Dipilih Jadi Oleh-oleh Untuk Presiden Jokowi

Mengadopsi Model Pariwisata Bali Untuk Wisata Halal di Riau, Ini Penjelasan Dewan Riau

Menikmati Kuliner Khas Riau di Kedai Kopi Bengkalis Pekanbaru, Mie Sagu Lecah Pilihan Favorit

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved