Minat Masyarakat Tinggi, Pertamina Optimis Bisa Berdiri Ratusan Pertashop di Riau Tahun Ini

Kini terdapat 76 Pertashop yang saat ini dalam proses pembangunan, yang bersiap dioperasikan dalam waktu dekat.

Editor: Theo Rizky
Istimewa
Salah satu Pertashop mitra bisnis Pertamina. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Sebanyak 33 Pertamina Shop (Pertashop) di Provinsi Riau saat ini telah beroperasi. Di luar itu, terdapat 76 Pertashop yang saat ini dalam proses pembangunan, yang bersiap dioperasikan dalam waktu dekat.

Unit Manager Communication Relation amd CSR Pertamina Regional Sumbagut, Taufikurachman mengatakan, saat ini animo masyarakat yang berminat menjalankan bisnis Pertashop memang cukup tinggi. 

"Di Riau memang cukup tinggi animo masyarakat untuk menjalankan bisnis ini. Kita mulai baru tahun ini, saat ini sudah 33 unit yang beroperasi, dan yang akan segera dibangun juga lebih banyak. Apalagi yang diuntungkan tidak hanya pelaku usahanya, tapi juga masyarakat yang bisa mudah mendapatkan BBM," kata Taufikurachman, Sabtu (2/10/2021).

Taufikurachman juga mengatakan, sebelum Riau, terlebih dulu pihaknya juga sudah membuka di Sumatera Barat, kemudian Aceh dan ketiga di Provinsi Riau .

"Untuk Riau, target kita setidaknya ada 300 unit, hingga akhir tahun nanti minimal 150 unit bisa tercapai, melihat antusias masyarakat," ujarnya. 

Sedangkan daerah terbanyak di Riau yang banyak berbisnis Pertashop ini adalah Kabupaten Rokan Hulu . Rata-rata Pertashop disana juga menyediakan Pertamax. Tapi ada juga yang Dexlite. Kemudian untuk harga yang dipatok dikatakannya adalah satu harga.

"Kita mendekatkan diri kepada masyarakat dengan menawarkan harga standar namun kualitas bagus lewat mitra kita ini," katanya lagi.

Taufik menambahkan, selain potensi bisnis yang menguntungkan dari segi marginnya, bisnis ini juga membuktikan bahwa perekonomian masyarakat meningkat.

Karena masyarakat saat ini sudah mulai mementingkan kualitas ketimbang harga produk.

Sebagaimana diketahui, Pertashop hanya menyediakan produk non subsidi yakni Pertamax dan Dexlite saja. Selain itu, tingginya minat mitra dikatakannya juga membuktikan perekonomian masyarakat makin membaik.

Untuk bisa menjadi mitra Pertashop ini, dikatakan Taufik, masyarakat harus memiliki lahan minimal berukuran 14X15 meter. Sementara untuk biaya investasi sebesar Rp 230 juta. Krieteria ini hanya untuk satu unit Pertashop saja, di luar lahan dan perizinan. 

"Yang kita tawarkan memang sesuai kebutuhan dan potensi di wilayah yang mitra ingin buat. Misalnya Dexlite saja atau Pertamax saja. Tapi kalau mau keduanya dihadirkan di Pertashop tentu ada tambahan seperti mesin operasional harus dua unit dan lahan yang cukup luas," tambahnya.

Pihaknya juga akan melakukan survei di lokasi yang diajukan oleh mitra, guna melihat potensi yang ada. Kemudian juga melihat apakah sudah ada Pertashop beroperasi di wilayah itu. Sebab minimal antara satu Pertashop dan Pertashop lain 5 hingga 10 kilometer.

"Yang pastinya, program Pertashop merupakan upaya Pertamina untuk mendekatkan diri kepada konsumen," tuturnya. 

( Tribunpekanbarutravel.com )

Selama Pandemi Covid-19, Hampir Seluruh Biro Travel Nyaris Kehilangan Karyawan

Sudah Diterapkan, Begini Cara Pembayaran Parkir Non Tunai di Kota Pekanbaru

Bakal Ditata Secara Bertahap, Objek Wisata Tepian Sungai Siak Akan Disediakan Spot Foto

PPKM Level 2 di Pekanbaru, Tim Yustisi Awasi Aktivitas Masyarakat Pada Siang dan Sore Hari

Sudah Dibuka Namun Bioskop Masih Sepi, 1 Studio Bahkan Pernah Hanya Diisi Sepasang Suami Istri

PPKM Level 2 Diberlakukan, UMKM di Kota Pekanbaru Kemballi Bangkit

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved