Ahli Epidemiologi Ungkap Potensi Gelombang III Covid-19 di Riau, Ini Yang Harus Dilakukan

Ancaman gelombang III tersebut bukan hanya sekadar prediksi saja. Sebab saat ini sejumlah negara di Asean sudah mengalaminya.

Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua digelar di Gelanggang Olahraga Remaja Pekanbaru, Senin (1/3/2021). 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Ahli epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan mengingatkan sejumlah hal terkait dengan potensi gelombang III Covid-19 di Provinsi Riau .

Walaupun saat ini tren penambahan kasus baru pasien terkonfimasi Covid-19 terus menurun. 

Namun prediksi adanya lonjakan kasus Covid-19 pada gelombang ke III tersebut bisa saja terjadi jika varian baru Covid-19 masuk ke Indonesia dan Riau. 

Sebab virus varian baru ini dikenal lebih cepat menular dan lebih mematikan. Agar tidak terulang kembali, Wildan menyarankan agar arang asing yang masuk ke Riau dilakukan pemeriksaan yang ketat dan wajib menjalani karantina.

Meski saat ini Bandara SSK II Pekanbaru belum membuka penerbangan internasional, namun provinsi tetangga, seperti Batam sudah membuka penerbangan internasional.

Sehingga potensi orang asing masuk ke Riau berpeluang terjadi.

"Imigrasi harus melakukan pengetatan orang asing yang masuk ke Riau. Mereka harus menjalani pemeriksaan dan harus dikarantina, " katanya, Minggu (3/10/2021).

Baca juga: Pelalawan Expo Kembali Tak Digelar, HUT Pelalawan yang ke-22 Belum Bisa Diadakan Meriah

Namun persoalan lain yang menjadi tantangan di Riau adalah banyaknya pelabuhan-pelabuhan tikus yang berbatasan dengan negara tetangga.

Pelabuhan pelabuhan kecil ini juga bisa menjadi pintu masuk orang asing ke Riau.

"Kita tidak tahu orang asing yang masuk melalui pelabuhan kecil ini seperti apa, karena disana kan jelas tidak ada pemeriksaan kesehatanya, itu yang kita takutkan," ujarnya. 

Wildan menjelaskan, ancaman gelombang III tersebut bukan hanya sekadar prediksi saja. Sebab saat ini sejumlah negara di Asean sudah mengalaminya.

"Seperti Singapura itu kan naik lagi, lebih 1000 kasus per hari,  Filipina, Thailand juga kan sekarang naik," katanya.

Sebagai antisipasi, selain memperketat orang asing masuk ke Riau, masyarakat juga tetap harus patuh terhadap protokol kesehatan. 

"Kemudian vaksinasi juga harus digesa, karena sekarang kan masih jauh dari target, 70 sampai 80 persen itu.  Kalau persediaan vaksin kita ada itu bisa dikejar," katanya.

( Tribunpekanbarutravel.com )

Belum Ada Kepastian Kota Pekanbaru Turun Level PPKM ke Level 1

Selama Pandemi Covid-19, Hampir Seluruh Biro Travel Nyaris Kehilangan Karyawan

PPKM Level 2 di Pekanbaru, Tim Yustisi Awasi Aktivitas Masyarakat Pada Siang dan Sore Hari

Kabar Gembira, Bantuan Untuk Pelaku UMKM dari Pemprov Riau Mulai Dicairkan

Sudah Dibuka Namun Bioskop Masih Sepi, 1 Studio Bahkan Pernah Hanya Diisi Sepasang Suami Istri

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved