Penyelenggaraan Haji dan Umroh Didorong Gelar Vaksinasi Calon Jemaahnya, Ini Rekomendasi Vaksinnya

Para penyelenggara haji dan umroh di Provinsi Riau didorong agar bisa memfasilitasi para calon jemaah haji dan umroh untuk mengikuti vaksinasi.

Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Sejumlah calon jemaah haji dari Kecamatan Rumbai dan Rumbai Pesisir melakukan manasik haji di Lapangan Mesjid Dakwah, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Jumat (6/7/2018). Manasik haji merupakan suatu bentuk latihan yang dilakukan calon jemaah haji sebelum melakukan haji yang sebenarnya di tanah suci 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Para penyelenggara haji dan umroh di Provinsi Riau didorong agar bisa memfasilitasi para calon jemaah haji dan umroh untuk mengikuti vaksinasi.

Sebab saat ini vaksinasi merupakan syarat wajib yang harus dipenuhi oleh calon jemaah haji dan umroh yang akan diberangkatkan ke tanah suci. 

"Karena kebutuhan dasar dari calon jemaah yang akan berangkat ke tanah suci saat ini adalah vaksin,"  kata Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri), Firman M Nur usai melantik pengurus Amphuri Riau, di Hotel Furaya Pekanbaru, Minggu (3/10/2021) lalu.

Firman berharap vaksin yang digunakan untuk vaksinasi para calon jemaah haji dan umroh ini adalah vaksin yang saat ini dianjurkan oleh pemerintah Arab Saudi .

Yakni Vaksin Pfizer , Vaksin Moderna , AstraZeneca dan Jhonson and Jhonson.

"Kalau bisa gunakan empat jenis vaksinasi yang direkomendasikan itu, namun bagi calon jemaah yang sudah Vaksin Sinovac tidak perlu khawatir, insyaallah nanti kami dari Amphuri akan memperjuangan untuk vaksin booster bagi para calon jemaah haji dan umroh," ucapnya didampingi, H Junaidi sebagai Ketua Amphuri Riau yang baru saja dilantik. 

Pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan Kementerian Kesehatan, agar Ampuri diberikan jatah kuota vaksin yang direkomendasikan oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi tersebut untuk booster vaksin bagi calon jemaah yang sudah terlanjur divaksin Sinovac atau Sinopharm.

BACA JUGA :

Dewan Minta Status Objek Wisata Andalan di Riau Tidak Ada yang Bermasalah

Sudah Dibuka Namun Bioskop Masih Sepi, 1 Studio Bahkan Pernah Hanya Diisi Sepasang Suami Istri

"Kami dari organisasi Ampuhri sudah berbicara dengan menteri kesehatan, melalui Irjen pelayanan kesehatan, selama itu sesuai ketentuan, mereka akan mensuport kita untuk menyiapkan vaksin itu," sebutnya. 

Sementara saat disinggung kapan calon jemaah haji dan umroh di Indonesia, khususnya di Riau bisa berangkat ke tanah suci, pihaknya belum bisa memastikan kapan pemerintah Kerajaan Arab Saudi akan membuka jemaah haji dan umroh dari Indonesia. 

Namun sejauh dari hasil koordinasi pemerintah indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi, semua berharap jemaah haji dan umroh dari Indonesia bisa diberangkatkan.

"Seperti kita ketahui, jemaah haji dan umroh dari Indonesia itu yang terbesar kedua di Dunia. Mereka inilah yang mengisi hotel-hotel bintang 5 dan bintang 4 yang ada di sekitar Masjidil Haram dan Nawabi. Sekarang hotel-hotel itu sebagian besar masih tutup, dan mereka menunggu kedatangan jemaah asal Indonesia,"  katanya.

( Tribunpekanbarutravel.com )

Ahli Epidemiologi Ungkap Potensi Gelombang III Covid-19 di Riau, Ini Yang Harus Dilakukan

Belum Ada Kepastian Kota Pekanbaru Turun Level PPKM ke Level 1

Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Berakhir 9 November Nanti, Dewan Soroti Bapenda Kurang Sosialisasi

Minat Masyarakat Tinggi, Pertamina Optimis Bisa Berdiri Ratusan Pertashop di Riau Tahun Ini

Selama Pandemi Covid-19, Hampir Seluruh Biro Travel Nyaris Kehilangan Karyawan

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved