Cerita Balairung Sri, Museum Sejarah yang Dulunya Tempat Penobatan & Pengadilan Era Kesultanan Siak

Satu tempat yang juga menarik untuk disinggahi saat ke Kabupaten Siak adalah Balairung Sri , Museum Budaya dan Sejarah Siak .

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Balairung Sri , Museum Budaya dan Sejarah Siak , Kabupaten Siak 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, SIAK - Daya tarik Kabupaten Siak sebagai destinasi wisata daerah tidak berhenti di Istana Siak saja.

Satu tempat yang juga menarik untuk disinggahi adalah Balairung Sri , Museum Budaya dan Sejarah Siak .

Bangunan bertingkat dua itu pada masanya merupakan tempat penobatan dan pengadilan.

Di lantai dasar, bisa didapati sejumlah foto bersejarah, permainan dan replika alat-alat yang dipakai warga setempat dalam keseharian.

Replika kereta kencana milik Sultan Siak di Balairung Sri , Museum Budaya dan Sejarah Siak , Kabupaten Siak
Replika kereta kencana milik Sultan Siak di Balairung Sri , Museum Budaya dan Sejarah Siak , Kabupaten Siak (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

Di antaranya parang, perangkap ikan, layang-layang tradisional, macam-macam bahan dasar untuk membangun rumah, bahkan replika kereta kencana yang dipakai sultan juga dapat dilihat dan dinaiki.

Seorang penjaga bernama Yanto mengatakan, barang-barang yang dipajang sebagian besar merupakan replika, karena selain yang aslinya sudah rusak, kebanyakan dari barang-barang bernilai sejarah tinggi itu sudah dipindahkan ke Istana Siak .

Layang-layang di Balairung Sri , Museum Budaya dan Sejarah Siak , Kabupaten Siak
Layang-layang di Balairung Sri , Museum Budaya dan Sejarah Siak , Kabupaten Siak (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

Pada lantai dua terdapat ruangan utama, ada singgasana dan tempat duduk untuk pejabat-pejabat penting di kiri dan kanannya. Dinding dihiasi sejumlah cermin berukuran cukup besar.

"Tidak seperti sekarang, dulu bagian depan bangunan ini adalah yang menghadap ke sungai, sebab alat transportasi yang paling utama saat itu adalah kapal atau sampan, jalan ini juga belum ada," katanya.

Ia menerangkan bahwa karena itu terdapat tangga yang megah di bagian sisi sungai sebagai pintu masuk ke ruangan utama di lantai dua.

BACA JUGA :

Bertengger di Posisi 2, Ayo Vote Siak The Truly Malay Jadi Brand Pariwisata Favorit API 2021

Kembali Dibuka Untuk Umum, Istana Siak Langsung Diserbu Pengunjung

Seiring perkembangan, kini bagian belakanglah yang menjadi pintu masuk pengunjung.

Menariknya, selain tangga utama, ada dua tangga lagi yang melengkapi dua sisi gedung tersebut.

Dua tangga di Balairung Sri , Museum Budaya dan Sejarah Siak
Dua tangga di Balairung Sri , Museum Budaya dan Sejarah Siak (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

Bila dilihat dari arah sungai , sebelah kanan ada tangga yang terbuat dari besi, dan sebelah kiri ada tangga yang terbuat dari kayu.

"Pada masa sultan dulu, ketika ada pengadilan, pihak keluarga yang diadili tidak boleh menonton proses pengadilannya, mereka hanya dapat menunggu di bawah saja, setelah selesai, dari sana mereka dapat melihat, apabila yang diadili turun dari tangga besi, artinya ia tidak bersalah, sebaliknya, bila ia turun dari tangga kayu berarti ia diputuskan bersalah dan berhak mendapatkan hukuman,"papar Yanto.

Kalau berkunjung ke Kabupaten Siak, selain ke Istana Siak , Balairung Sri, Museum Budaya dan Sejarah Siak menjadi satu destinasi yang wajib dikunjungi wisatawan.

( Tribunpekanbarutravel.com )

 

Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com dengan judul Tangga Besi dan Kayu Penentu Keputusan Pengadilan

Memiliki Nilai Sejarah Tinggi, Ini 5 Benda Menarik Milik Sultan yang Ada di Istana Siak

Siak Sabet Juara Pertama, Ini Tiga Kota di Riau yang Berhasil Raih Penghargaan Kota Bersih

Arsip & Mesin Tik Kerajaan Siak Ada di Tangan Warga, Kadis Perpustakaan: Jika Diminta Harus Bayar

Miliki 57% Lahan Gambut, Pengembangan Kabupaten Siak Utamakan Nilai Konservasi & Restorasi Gambut

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved