Desa di Kampar Ini Sulap Parit Jadi Kolam Ikan, Berhasil Raih Juara I Lomba Desa Tingkat Provinsi

Kades berhasil mengubah fungsi selokan menjadi tempat berbudidaya ikan. Airnya ramah dengan ikan tawar yang dikembangbiakkan.

Editor: Theo Rizky
Istimewa
Selokan disulap menjadi kolam ikan di Desa Tanjung Sawit Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, KAMPAR - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Riau, Yurnalis Basri berbagi inspirasi dari Desa Tanjung Sawit Kecamatan Tapung , Kabupaten Kampar .

Inspirasi tersebut dilihatnya ketika mengunjungi desa itu, Kamis (7/10/2021). Cerita kunjungannya ditulis dan dikirim kepada Tribunpekanbaru.com malamnya.

"Kisah Inspiratif dari Tanjung Sawit," tulis Yurnalis memberi judul tulisannya. Ia mengatakan bahwa kunjungan itu spontan.

Terpikir olehnya datang ke desa tersebut karena sebagai peraih Juara I Pemenang Lomba Desa Tingkat Provinsi Riau tahun 2021. 

Kedatangannya untuk mengapresiasi secara khusus prestasi Kepala Desa Tanjung Sawit, Two Bagus Parito Pohan. Ia disambut Kades dengan penampilan sangat sederhana dan bersahaja.   

Yurnalis pun mengurai sederet prestasi si Kades. Dari beberapa prestasi yang dipaparkan dia, paling menarik sekaligus unik adalah parit yang disulap jadi kolam ikan.

Pemandangan ini dijumpainya di parit sekeliling Kantor Desa Tanjung Sawit.

"Pemandangan yang sangat manarik di persekitaran Kantor Desa Tanjung Sawit adalah pemanfaatan parit untuk memelihara ikan," kata Yurnalis. 

Kades berhasil mengubah fungsi selokan menjadi tempat berbudidaya ikan. Airnya ramah dengan ikan tawar yang dikembangbiakkan.

Parit dibuat sedemikian rupa untuk menjadi pemandangan menarik bagi masyarakat pencari layanan dari kantor desa dan memberi hasil ekonomis. 

Yurnalis menyebutkan, penerimaan dari Pendapatan Asli Desa (Pades) juga menjadi catatan prestasi.

Baca juga: Green Canyon Kampar Riau, Objek Wisata Populer yang Memanjakan Pecinta Traveling

Tahun 2020 lalu, Pades dibukukan sebesar Rp 175 juta. Tahun ini ditargetkan Rp 175 juta dan hingga 2024 ditargetkan mencapai Rp 400 juta. 

Menurut Yurnalis, Pades bersumber dari beberapa sektor. Antara lain, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pasar desa, pengelolaan air bersih untuk kebutuhan masyarakat, pengelolaan  sampah rumah tangga, retribusi fasilitas UMKM dan sebagainya. 

Yurnalis mengatakan, kemanfaatan Pades telah dikembalikan kepada masyarakat.

Ia mencontohkan, membantu masyarakat prasejahtera, penyandang cacat (disabilitas), guru mengaji, imam masjid, ghorim masjid, operasional ambulans dan lainnya. 

"Kami sampaikan kepada beliau, Pak Kades sudah berinvestasi dunia akhirat," tutur Yurnalis menirukan ucapannya kepada Two Bagus.

Ia mengapresiasi kucuran anggaran dari pemerintah bermanfaat. 

Baca juga: Rumah Lontiok, Rumah Adat Kampar yang Memiliki Nilai Budaya dan Sejarah yang Tinggi

Yurnalis menyebut sumber anggaran untuk desa seperti Dana Desa, Alokasi Dana Desa dan bantuan keuangan khusus provinsi.

"Bantuan keuangan khusus kepada desa merupakan program bapak gubernur sebagai bentuk perhatian kehadiran pemerintah provinsi di desa," ujarnya. 

Ia meminta desa lain mengelola anggaran desa secara efektif, efisien dan tepat sasaran.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved