Meresahkan, Aksi Premanisme Oknum Jukir Liar Bikin Tidak Nyaman Pengguna Jasa Layanan Parkir

Sejumlah oknum juru parkir atau Jukir liar diduga ikut memungut jasa layanan parkir sejumlah ritel di Kota Pekanbaru .

Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Juru parkir di Jalan Sudirman Pekanbaru beberapa waktu lalu 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Sejumlah oknum juru parkir atau Jukir liar diduga ikut memungut jasa layanan parkir sejumlah ritel di Kota Pekanbaru .

Kondisi ini meresahkan pengendara yang parkir di depan toko ritel tersebut.

Keberadaan oknum itu mengganggu pengguna jasa layanan parkir.

Informasi Tribunpekanbaru.com, ada sejumlah oknum Jukir mengutip uang jasa layanan tanpa memberi karcis.

Padahal seluruh juru parkir dibekali karcis sebagai tanda pengendara sudah membayar jasa layanan parkir.

Parahnya oknum itu tidak memakai atribut layaknya jukir resmi.

Aksi premanisme yang asal kutip juga merusak citra juru parkir resmi. Keadaan tersebut menjadi catatan bagi pihak Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Yuliarso menegaskan bakal menindak para Jukir liar.

Ia menilai keberadaan oknum Jukir liar mengganggu masyarakat pengguna jasa layanan parkir.

"Tim dari UPT parkir bakal menertibkan Jukir liar, kita akan menindaklanjuti laporan masyarakat," tegasnya kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (8/10/2021).

Menurutnya, Jukir resmi yang beroperasi di sejumlah ruas jalan memiliki kartu identitas. Mereka memakai atribut seperti topi, kartu identitas dan rompi.

Besaran pungutan parkir juga sesuai Perda No.3 tahun 2009 tentang Parkir dan Retribusi Parkir.

BACA JUGA :

Seluruh Kecamatan di Kota Pekanbaru Kini Masuk Zona Kuning Covid-19

2 Minggu ke Depan Pekanbaru Targetkan Level I PPKM, Kalau Mau Tercapai Vaksinasi tak Boleh Berhenti

Retribusi parkir untuk sepeda motor atau roda dua hanya Rp 1000 untuk satu kali parkir.

Sedangkan untuk mobil atau roda empat Rp 2000 untuk satu kali parkir.

Mereka juga menyerahkan karcis sebagai tanda pembayaran.

Pengguna jasa layanan parkir bakal mendapat karcis bukti pembayaran secara tunai maupun parkir non tunai .

Mereka yang membayar secara non tunai bakal mendapat karcis dari mesin Electronic Data Capture atau EDC .

Yuliarso mengatakan bahwa untuk sementara penerapan parkir non tunai masih di jalan protokol.

Ia mengingatkan agar PT Yabisa Sukses Mandiri atau YSM harus mengoptimalkan pengawasan terhadap titik parkir.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved