Rencana Keberangkatan Calon Jemaah Umrah, Kanwil Kemenag Riau Tunggu Petunjuk Pemerintah Pusat

Kanwil Kemenag Riau belum mendapatkan pemberitahuan resmi dari pemerintah pusat. Termasuk petunjuk teknis dan tata pelaksanaanya. 

Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Calon jemaah haji asal Pekanbaru tengah melaksanakan manasik haji beberapa waktu lalu 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau masih menunggu arahan dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat terkait keberangkatan calon jamaah umrah dari Riau.

Meski Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengumumkan dibukanya kembali umrah untuk para jemaah asal Indonesia ke Arab Saudi

Namun sejauh ini, Kanwil Kemenag Riau belum mendapatkan pemberitahuan resmi dari pemerintah pusat. Termasuk petunjuk teknis dan tata pelaksanaanya. 

"Kita belum menerima petunjuknya," kata Kepala Kanwil Kemenag Riau, Mahyudin, Minggu (10/20/2021).

Disebutkannya, pihaknya sejauh ini masih menunggu petunjuk teknis pemberangkatan calon jemaah umroh dari pemerintah pusat.

"Kita masih menunggu petunjuk teknisnya dari pemerintah pusat," ujarnya.

Sementara untuk jumlah calon jemaah umrah, pihaknya belum bisa memastikan berapa yang akan diberangkatkan dan berapa lama antrean yang akan berangkat ke tanah suci. Sebab untuk data jumlah calon jemaah umrah ada dimasing-masing penyelenggara travel umrah dan haji. 

"Kalau untuk umrah datanya ada di travel penyelenggara haji dan umrah, kalau di kita itu data untuk calon jemaah haji," katanya.

BACA JUGA :

Tren Kasus Covid-19 Mulai Menurun, Pemprov Riau Optimis Sektor Pariwisata di Akan Menggeliat 

Tim Vaksinasi Covid-19 di Kota Pekanbaru Gesa Pemberian Vaksin Bagi Lansia

Seperti diketahui, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengumumkan dibukanya kembali umrah untuk para jemaah asal Indonesia ke Arab Saudi

Namun sejauh ini, Kanwil Kemenag Riau belum mendapatkan pemberitahuan resmi dari pemerintah pusat.

Termasuk petunjuk teknis dan tata pelaksanaanya. Meski demikian, ada ketentuan bagi jamaah umrah yang tidak memenuhi standar kesehatan.

Menurut Retno, ketentuan itu tertuang dalam nota diplomatik Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta pada 8 Oktober 2021.

"Nota diplomatik juga menyebutkan, mempertimbangkan masa periode untuk karantina selama 5 hari bagi para jemaah umrah yang tidak memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan," ujar Retno dalam konferensi pers secara daring pada Sabtu (9/10/2021) sore.

Selain itu, nota menginformasikan bahwa komite khusus di kerajaan Arab Saudi sedang bekerja guna meminimalisasi segala hambatan yang menghalangi kemungkinan tidak dapatnya jemaah umrah Indonesia untuk melakukan ibadah tersebut.

Kemudian, di dalam nota diplomatik disebutkan bahwa Indonesia dan Arab Saudi sedang berada dalam tahap akhir mengenai pertukaran link teknis yang akan digunakan untuk menjelaskan informasi seputar vaksinasi Covid-19 bagi para pengunjung negara Arab Saudi .

Kedua negara juga akan memfasilitasi masuknya jamaah umrah. Retno menuturkan, tentunya kabar baik ini akan ditindaklanjuti dengan pembahasan secara lebih detail mengenai teknis pelaksanaannya.

"Kemenlu akan terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan serta dengan otoritas terkait di kerajaan Arab Saudi mengenai pelaksanaan kebijakan yang baru ini," ungkap Retno saat itu.

"Saya sendiri telah melakukan koordinasi dan komunikasi baik dengan Pak Menteri Kesehatan maupun dengan Pak Menteri Agama," tambahnya.

Sebelumnya, Ketua umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Firman M Nur usai melantik pengurus Amphuri Riau, di Hotel Furaya Pekanbaru, Minggu (3/10/2021) lalu mengatakan, pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan kementerian kesehatan, agar Ampuri diberikan jatah kuota vaksin yang direkomendasikan oleh pemerintah kerajaan arab Saudi tersebut untuk booster vaksin bagi calon jemaah yang sudah terlanjur divaksin sinovac atau sinopharm.

"Kami dari organisasi Ampuhri sudah berbicara dengan menteri kesehatan, melalui irjen pelayanan kesehatan, selama itu sesuai ketentuan, mereka akan mensuport kita untuk menyiapkan vaksin itu," sebutnya. 

Sementara saat disinggung kapan calon jemaah haji dan umrah di Indonesia, khususnya di Riau bisa berangkat ke tanah suci, pihaknya belum bisa memastikan kapan pemerintah kerajaan arab Saudi akan membuka jemaah haji dan umrah dari Indonesia. 

Namun sejauh dari hasil koordinasi pemerintah indonesia dengan kerajaan arab Saudi, semua berharap jemaah haji dan umrah dari Indonesia bisa diberangkatkan.

"Seperti kita ketahui, jemaah haji dan umrah dari Indonesia itu yang terbesar kedua di Dunia. Mereka inilah yang mengisi hotel-hotel bintang lima dan bintang 4 yang ada di sekitar masjidil haram dan nawabi. Sekarang hotel-hotel itu sebagian besar masih tutup, dan mereka menunggu kedatangan jemaah asal Indonesia,"  katanya.

 ( Tribunpekanbarutravel.com )

Arab Saudi Perbolehkan Jemaah Indonesia Umrah, Pengusaha Tour and Travel di Riau Dapat Angin Segar

Umrah Kembali Dibuka, Namun Biaya Diperkirakan Akan Naik Rp 5 Juta Lebih, Ini Penjelasannya

Penyelenggaraan Haji dan Umroh Didorong Gelar Vaksinasi Calon Jemaahnya, Ini Rekomendasi Vaksinnya

Pemerintah Diharapkan Bisa Lobi Saudi untuk Tambah Kuota Haji Tahun Depan

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved