Antisipasi Kelangkaan Solar di SPBU, Pertamina Sarankan Pemprov Riau Ajukan Tambahan Kuota

Dalam beberapa hari terakhir ini, masyarakat mengeluhkan tentang sulitnya mendapatkan BBM di sejumlah SPBU di Pekanbaru

Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Sejumlah kendaraan mengantre saat akan membeli bahan bakar jenis solar di SPBU Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru, Selasa (12/10/2021). Sudah beberapa hari terakhir ini, masyarakat mengeluhkan tentang sulitnya mendapatkan BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Terkait langkanya BBM jenis bio solar sehingga panjangnya antrean di sejumlah SPBU di Pekanbaru, pihak Pertamina mendesak Pemerintah Provinsi Riau supaya mengajukan tambahan kuota BBM bersubsidi jenis bio solar kepada BPH Migas.

Hal itu untuk mengantisipasi peningkatan penggunaan bio solar di akhir tahun 2021.

"Kami dari Pertamina hanya sebagai penyalur BBM. Terkait tambahan kuota, Pemda mesti menyurati BPH Migas," ujar Area Sales Manager Pertamina Riau Wira Pratama usai silaturrahmi dengan Hiswana Migas, Pemprov Riau, Dinas ESDM, Disperindag se-Provinsi Riau dan jajaran Polda di Hotel Premiere Pekanbaru, Rabu (13/10/2021).

Wira menjelaskan, kelangkaan BBM jenis bio solar dalam beberapa hari terakhir di Kota Pekanbaru disebabkan meningkatnya permintaan seiring melandaikan kasus Covid-19 .

Dia menyebutkan, sebenarnya distribusi BBM jenis bio solar masih berlangsung lancar. Hanya saja pada hari Minggu kemarin terjadi antrean kendaraan karena ada SPBU yang belum menebus pembelian bio solar.

"Kebetulan kan hari Minggu jadi pihak SPBU tidak bisa ke bank untuk menebus solar. Selain itu antrean kendaraan menumpuk pada SPBU yang minim bio solar tersebut," jelasnya.

Baca juga: Antrean Panjang Isi Solar di Sejumlah SPBU Pekanbaru, Pertamina Klaim Sudah Salurkan Sesuai Kuota

Kendati demikian Wira mengakui setiap akhir tahun akan terjadi peningkatan bio solar. Sebagai langkah antisipasi pihak Pertamina meminta Pemda mengajukan tambahan kuota ke BPH Migas.

"Inilah salah satu dari tujuan silaturahmi kita dengan Pemda dan dinas terkait untuk menyamakan persepsi dan memberikan pemahaman tentang distribusi BBM bersubsidi," katanya.

Selain itu lanjut Wira, penyaluran BBM tahun ini berbeda dengan tahun 2020. Teknis distribusi BBM saat ini langsung ke SPBU sesuai kuota yang ditetapkan.

Sementara tahun lalu kuota BBM didistribusikan per kabupaten/kota. "Jadi hal-hal seperti ini penting diketahui supaya penyaluran BBM tidak terkendala hingga akhir tahun," kata Wira.

Terkait besaran tambahan kuota BBM yang diperlukan untuk kebutuhan Riau sekitar 6-7 persen. Hal itu sudah melalui perhitungan dan pemetaan matang dari Pertamina.

Baca juga: Jangan Lewatkan, PT Alfa Scorpii & Bapenda Riau Siapkan Hadiah Motor Bagi Pembayar Pajak Ranmor

Sementara distribusi BBM bio solar yang sudah disalurkan hingga September 2021 sekitar 77 persen. Sementara kuota BBM jenis solar di Riau sebanyak 776 ribu KL.

Terkait kelangkaan bio solar yang terjadi saat ini, pihak Pertamina sudah menyuplai BBM ke SPBU supaya tidak terjadi antrean kendaraan.

"Kita urai dulu antrean dengan menyuplai bio solar ke SPBU. Minimal dalam tiga hari ini sudah tidak ada masalah lagi," tutupnya.

Sementara itu Ketua Hiswana Migas Riau Tuah Laksamana mengatakan, pihaknya siap menyalurkan BBM jenis bio solar sesuai kuota yang diberikan.

"Kami juga berharap Pemda bisa mengajukan penambahan kuota BBM jenis bio solar ini supaya tidak terjadi kelangkaan hingga akhir tahun," ujar Tuah.

( Tribunpekanbarutravel.com )

Oknum Jukir Minta Uang Parkir Berlebih, Laporkan Saja, Begini Caranya

Jalan Agus Salim Pekanbaru Akan Ditata, Jelang Penertiban Pedagang Bisa Mulai Bongkar Sendiri

Ini Aturan di Bandara SSK II Pekanbaru Dalam PPKM Level 2 Tahap II

Kembali Beroperasi, Bus Vaksinasi Covid-19 Keliling di Pekanbaru Melayani Sesuai Pengajuan

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved