Menggoda Selera, Asam Pedas Baung dan Asam Pedas Patin, Kuliner Khas yang Wajib Dicoba Bila ke Riau

Kuliner ini sudah dikenal oleh para wisatawan yang datang ke Riau, karena rasanya tidak afdol bila berkunjung ke Bumi Lancang Kuning tanpa mencoba men

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Asam Pedas Patin di Restoran Sultan Resto Pekanbaru 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Asam pedas satu di antara kuliner khas Melayu yang sangat digemari.

Khusus masakan khas asam pedas berasal dari daerah Riau adalah asam pedas patin dan asam pedas baung.

Kuliner ini sudah dikenal oleh para wisatawan yang datang ke Riau, karena rasanya tidak afdol bila berkunjung ke Bumi Lancang Kuning tanpa mencoba menu ini. 

Asam pedas baung dan asam pedas patin kaya akan kekhasan cita rasanya dari berbagai rempah bumbu-bumbu tradisional, sehingga membuat rasanya lebih gurih dan enak.

Kebanyakan bersumber dari bahan baku ikan yang diolah menjadi makanan yang sangat menggugah selera bagi siapa saja melihat atau berada di dekatnya.

Ikan patin menjadi ikan yang khas disajikan dengan berbagai olahan makanan, di antaranya adalah asam pedas patin dan Asam pedas baung .

Asam pedas baung ini merupakan ikon makanan khas Riau cukup terkenal bahkan hingga luar negeri.

Kekhasan asam pedas patin maupun Asam pedas baung dagingnya lembut dan rasanya amat gurih.

Apalagi jika bumbunya meresap sampai ke dagingnya.

Aromanya mampu menggugah selera siapa pun di dekatnya.

Baca juga: Memulai Pagi Hari dengan Mie Balap, Kuliner Khas Medan di Gerai Uncle Mai Pekanbaru, Hanya Rp 7 Ribu

Ros, penikmat asam pedas patin maupun baung mengatakan, ia sangat menyukai masakan asam pedas.

Menurutnya, asam pedas ini kaya akan rasa, antara lain ada pedas, asam, dan ada rasa manis dari ikannya juga.

“Kalau masak sendiri paling sering masak asam pedas ikan patin ini. Kalau sesekali beli lauk juga yang dibeli pasti asam pedas ikan patin,” sebut Ros kepada Tribun, belum lama ini.

Selain kaya akan rasanya, lanjut Ros, menu ini menurutnya lebih sehat, karena tidak menggunakan santan dan proses memasaknya juga tidak digoreng.

Rendah kolesterol dan yang pasti juga dari ikannya kaya akan manfaat vitamin yang dibutuhkan tubuh.

“Apalagi seusia saya makanan harus dijaga, kalau bisa dihindari yang santan-santan atau kolesterol,” sebut wanita paruh baya tersebut.

Baca juga: Sukses Lewat Olahan Biji Getah, Dewi Berinovasi Lagi, Olah Umbi Gadung Jadi Kuliner Bernilai Ekonomi

Untuk membuat asam pedas ikan patin, baung atau ikan yang lainnya ini harus seimbang antara rasa pedas dan asam, sehingga barulah terasa asam pedasnya.

Penggunaan asam jawa, asam kandis mutlak dilakukan menurutnya untuk mengeluarkan rasa asamnya.

Selain itu asam-asam ini juga berfungsi untuk menetral rasa amis pada ikan.

“Jadi penggunaan asam ini wajib ada di masakan asam pedas,” katanya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved