Pengusulan Sultan Siak ke-2 Tengku Buwang Asmara Jadi Pahlawan Nasional Terkendala Arsip Belanda

Taktik perang yang terjadi di Pulau Guntung, Kecamatan Sabak Auh itu dapat dijadikan sebagai bukti nyata hebatnya Tengku Buwang Asmara dan prajuritnya

Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Berbagai jenis meriam dapat ditemui di Istana Siak Kabupaten Siak 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, SIAK - Pengusulan Sultan Mahmud Abdul Jalil Muzaffar Syah yang bergelar Tengku Buwang Asmara untuk menjadi Pahlawan Nasional terus digesa Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) kabupaten Siak .

Namun masih terdapat kendala karena belum mendapatkan arsip Belanda yang menyatakan Sultan Siak ke-2 itu melakukan “perawang besosoh” atau perlawanan.

Salah seorang anggota Tim Pengusulan Tengku Buwang Asmara menjadi Pahlawan Nasional, Prof. Suwardi MS hadir di Siak dalam rangka diskusi Otonomi Daerah, Rabu (13/10/2021) di kediaman Bupati Siak.

Dalam forum itu ia mengatakan pihaknya sudah membuat buku biografi Tengku Buwang Asmara

“Taktik perang yang terjadi di Pulau Guntung, Kecamatan Sabak Auh itu dapat dijadikan sebagai bukti nyata hebatnya Tengku Buwang Asmara dengan prajurit-prajuritnya untuk melawan Belanda,”
kata dia.

Namun demikian, ia melanjutkan, sumber Belanda apakah mengakui atau tidak, itu yang belum jelas. Pihaknya akan terus mencari arsip dari Belanda tersebut.

“Sumber Belanda yang mengatakan memang betul Sultan Mahmud mampu mengalahkan penjaga Loji atau kantor di Pulau Guntung, ini yang akan kita cari dan kekurangan itu akan kita tambahkan," katanya. 

Baca juga: Raih Juara 1 Kota Bersih Se-Riau, Gubri Berharap Tahun Depan Siak Wakili Riau ke Tingkat Nasional

Oleh karena itu, dia meminta kepada  Pemerintah Kabupaten Siak agar dapat mengirim dana untuk orang yang ditugaskan mencari arsip Belanda.

Hal tersebut terkait dokumen yang mengakui bahwa taktik dari Sultan Mahmud itu memang dapat membunuh tentara Belanda sebanyak 59 orang pada periode 1759-1760.

"Setelah itu baru kita gelar seminar kabupaten dan provinsi yang mungkin bisa digabung, lalu seminar nasional," kata dia. 

Prof Suwardi MS yang juga Dosen Sejarah Universitas Riau (Unri) ini mengatakan pihaknya bersemangat untuk terus menggali terkait fakta-fakta sejarah Tengku Buwang Asmara tersebut. 

Budayawan Riau, Ok Nizami Jamil sekaligus juga anggota TP2GD kabuoaten Siak  juga hadir dalam diskusi itu.

Sebagai nara sumber, ia mengatakan hal serupa bahwa sumber Belanda yang belum cukup hingga sekarang ini.

Data yang banyak diambil dari orang Melayu, orang Bugis, orang Singapura, dan orang Malaysia.

Baca juga: Tambah Daya Tarik Wisata Siak, Pemkab Wujudkan Kota Kembar, Buka Jalan Baru di Pinggir Sungai Siak

"Ya, sampai saat ini dara orang Belanda yang belum ada,” kata dia.

Bupati Siak Alfedri  juga mengakui perkembangan pengkajian pengusulan Tengku Buwang Asmara tersebut sumbernya sampai saat ini masih baru dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Menurutnya, fakta Belanda dikalahkan Tengku Buwang Asmara itu  kuat. 

“Setelah setelah perang tahun 1760 Belanda tidak masuk lagi ke Siak. Tapi ada koran kliping yang menyatakan pernah terjadi perlawanan Tengku Buwang Asmara, itu yang masih dicari," katanya.

( Tribunpekanbarutravel.com )

Renyahnya Ikan Selais, Ikan Asap Khas Riau yang Dulunya Jadi Menu Utama Keluarga Kerajaan

Pameran Uang Kuno Digelar di Gedung LAM Rohil, Ada Koleksi Uang Negeri Siak Hingga Zaman Penjajahan

Tim Peneliti & Bupati Siak Minta Dukungan Pengusulan Tengku Buwang Asmara Jadi Pahlawan Nasional

Memiliki Nilai Sejarah Tinggi, Ini 5 Benda Menarik Milik Sultan yang Ada di Istana Siak

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved