Harga Barang dan Sembako Berpotensi Naik, Dewan Minta Polda Usut Kelangkaan BBM Solar di Pekanbaru

Sejumlah SPBU kerap ditemui pemandangan mobil bertonase besar maupun kecil mengular saat antre BBM jenis solar.

Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Sejumlah kendaraan mengantre saat akan membeli bahan bakar jenis solar di SPBU Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru, Selasa (12/10/2021). Sudah beberapa hari terakhir ini, masyarakat mengeluhkan tentang sulitnya mendapatkan BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Sudah hampir sepekan kelangkaan BBM jenis bio solar di Kota Pekanbaru

Sejumlah SPBU kerap ditemui pemandangan mobil bertonase besar maupun kecil mengular saat antre BBM jenis ini

Kondisi ini tentunya membuat para pengusaha truk makin susah. Dampaknya, jika para supir truk mogok, akan terjadi lonjakan harga sejumlah barang.

Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Robin Eduar SH MH, sangat menyayangkan persoalan ini. Padahal Riau yang dikenal sebagai penghasil minyak, baik itu BBM maupun minyak sawit, tidak pantas terjadi kelangkaan BBM bio solar.

"Kita minta Pertamina jangan hanya lips servis saja. Sekarang bio solar di Riau, khususnya Kota Pekanbaru masih langka. Kenapa bisa berhari-hari belum ada tindak lanjutnya," kata Robin Eduar kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat malam (15/10/2021).

Dijelaskan Robin Eduar yang juga pengusaha truk ini, akan banyak dampak buruk bila situasi ini tidak dikendali segera oleh Pertamina.

Selain harga sembako bisa naik, harga barang industri juga bisa meroket.

Belum lagi akan menambah biaya (cost) pengusaha truk, karena para supirnya terlalu lama di jalan. Kondisi ini tentunya akan memicu lajunya inflasi, yang berdampak buruk bagi negara ini.

BACA JUGA :

Pertama di Riau, Kapolda Resmikan Drive Thru Pelayanan SIM, Pajak dan SKCK di Rohil

Bapenda Pekanbaru Cabut Status Wajib Pajak Parkir Ritel Modern, Konsumen Harus Bayar Layanan Parkir

"Kenapa masalah ini terjadi tiap tahun. Bahkan sudah puluhan tahun, seperti ini saja persoalannya. Pertamina sebagai BUMN harus berbenah. Jangan biarkan ada virus yang terus menjalar, sehingga menambah daftar buruk predikat perusahaan plat merah ini," tegasnya.

Karena persoalan ini sudah membuat resah masyarakat, kini Polda Riau sudah melakukan penyelidikan. Respon cepat penagak hukum ini diapresiasi Robin Eduar.

Bahkan Politisi PDI-P ini meminta agar Polda Riau , untuk mengusut tuntas oknum yang bermain di lingkaran BBM ini. Sebab diyakini ada oknum yang bermain, sehingga bio solar menjadi langka di lapangan.

"Kita menduga modus permainannya bisa saja bio solar dijual ke industri, karena harganya lebih menjanjikan. Atau bisa juga dijual ke pihak lain. Makanya kita dorong dan dukung Polda Riau menindak pelakunya. Sikat saja siapapun bekingnya," harap Robin Eduar.

( Tribunpekanbarutravel.com )

Inilah Jenis Vaksin Covid-19 Yang Tersedia Bagi Masyarakat di Kota Pekanbaru

Lima Unit Bus Vaksinasi Covid-19 Keliling Layani Masyarakat di RSD Madani Pekanbaru

Gojek Luncurkan GoCorp, Bantu Pelaku Usaha Atur Tunjangan Transportasi Karyawan

Rawan Kecelakaan, Satlantas Polres Siak Pasang Spanduk di Jalan Raya Minas

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved