Dampak Virus Corona di Riau

Tetap Waspada, Satgas Covid-19 Ingatkan Soal Potensi Terjadinya Gelombang Ketiga

Saat ini kasus Covid-19 menurun, Meski begitu pihak rumah sakit tetap diminta untuk selalu mewaspadai terjadinya gelombang ketiga lonjakan Covid-19

Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua digelar di Gelanggang Olahraga Remaja Pekanbaru, Senin (1/3/2021) lalu. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Riau, dr Indra Yovi mengingatkan rumah sakit rujukan Covid-19 di Provinsi Riau agar tetap menyiapkan fasilitas ruang isolasi untuk pasien Covid-19.

Walaupun  saat ini pandemi Covid-19 sudah menurun, namun pihak rumah sakit tetap diminta untuk mewaspadai terjadinya gelombang ketiga lonjakan Covid-19

“Kami sudah melakukan upaya antisipasi terkait peringatan tersebut. Yang jelas persiapan-persiapan yang sebelumnya dan fasilitas yang tersedia saat ini, tetap dipertahankan,” kata Yovi, Minggu (17/10/2021). 

Dia menambahkan, seluruh fasilitas dalam upaya untuk penanganan Covid-19 di Riau tetap dipertahankan, terutama terhadap tingkat ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, rumah oksigen, hingga rumah sakit sementara tetap dipertahankan sebagai salah satu langkah untuk mengantisipasi lonjakan ketiga.

“Dengan demikian, kalau memang terjadi seperti yang diprediksi terkait Covid-19 gelombang ketika, fasilitas-fasilitas yang kita punya masih bisa difungsikan,” katanya lagi.

Yovi mengatakan, gelombang ketiga Covid-19 bisa saja terjadi. Apalagi jika masyarakat abai terjadap protokol kesehatan. Untuk itu dirinya mengingatkan kepada masyarakat agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan.

"Jadi tinggi atau rendahnya gelombang ke tiga Covid-19 itu tergantung bagaimana masyarakat menjalankan protokol kesehatan. Kalau patuh, gelombangnya tidak akan tinggi, tapi kalau abai, tidak mau pakai masker, kerumunan dimana-mana, gelombangnya bisa tinggi lagi," katanya. 

Baca juga: Bertahan Saat Pandemi, Ini Kisah Wanita Penjual Lopek Bugi di Jalan Lintas Pekanbaru-Bangkinang

Sementara itu, Ketua Ahli Epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan mengingatkan sejumlah hal terkait dengan potensi gelombang III Covid-19 di Riau.

Meski saat ini tren penambahan kasus baru pasien terkonfimasi Covid-19 terus menurun. 

Namun prediksi adanya lonjakan kasus Covid-19 pada gelombang ke III tersebut bisa saja terjadi jika varian baru Covid-19 masuk ke Indonesia dan Riau. 

Sebab virus varian baru ini dikenal lebih cepat menular dan lebih mematikan. Agar tidak terulang kembali, Wildan menyarankan agar orang asing yang masuk ke Riau dilakukan pemeriksaan yang ketat dan wajib menjalani karantina.

Saat ini memang bandara SSK II Pekanbaru belum membuka penerbangan internasional, namun provinsi tetangga, seperti Batam sudah membuka penerbangan internasional.

Sehingga potensi orang asing masuk ke Riau berpeluang terjadi.

"Imigrasi harus melakukan pengetatan orang asing yang masuk ke Riau. Mereka harus menjalani pemeriksaan dan harus dikarantina, " katanya. 

Baca juga: Inilah Jenis Vaksin Covid-19 Yang Tersedia Bagi Masyarakat di Kota Pekanbaru

Namun persoalan lain yang menjadi tantangan di Riau adalah banyaknya pelabuhan-pelabuhan tikus yang berbatasan dengan negara tetangga.

Pelabuhan pelabuhan kecil ini juga bisa menjadi pintu masuk orang asing ke Riau.

"Kita tidak tau orang asing yang masuk melalui pelabuhan kecil ini seperti apa, karena disana kan jelas tidak ada pemeriksaan kesehatanya, itu yang kita takutkan," ujarnya. 

Wildan menjelaskan, ancaman gelombang III tersebut bukan hanya sekadar prediksi saja. Sebab saat ini sejumlah negara di Asean sudah mengalaminya.

"Seperti Singapura itu kan naik lagi, lebih 1000 kasus per hari,  Filipina, Thailand juga kan sekarang naik," katanya.

Sebagai antisipasi, selain memperketat orang asing masuk ke Riau, masyarakat juga tetap harus patuh terhadap protokol kesehatan. 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved