Berkarya dengan Limbah Palet Bekas PT IKPP, UKM Tualang Wood Working Kini Kebanjiran Pesanan

Tualang Wood Working berkarya lewat limbah palet PT IKPP, Hasil kerajinannya berkembang hingga pesanannya banyak yang masih dalam daftar tunggu

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
Instagram/@tualang_woodworking
Hasil kerajinan Tualang Wood Working 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Wabah Covid-19 merebak pada akhir 2019 silam, pandemi ini meluluhlantakkan berbagai sekctor, termasuk sektor ekonomi.

Namun roda kehidupan terus berjalan. Bergerak untuk bertahan hidup tetap menjadi keharusan.

Pandemi Covid-19 tak bisa jadi alasan untuk berhenti makan. Mundur selangkah, periuk beras jadi taruhan. 

Inilah yang terus dilakukan oleh UKM Tualang Wood Working di Perawang, Kabupaten Siak .

Meski Covid-19 mengancam, UKM yang digawangi anak-anak muda ini terus menggeliat.

Mereka menyulap limbah kayu dari PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) jadi barang bermanfaat.

Hasilnya, rupiah demi rupiah pun sukses menggerakan roda kehidupan. Lewat tangan terampil mereka, Limbah pun menjadi Berkah.

Bagaimana Tualang Wood Working mengolah limbah PT IKPP menjadi berkah?

Pimpinan UKM Tualang Wood Working ,Rahmat Rukmawan memberikan bocorannya.

Baca juga: Berkarya Lewat Batok Kelapa, Pemuda Inhil Ini Akan Ekspor Kerajinannya ke India

Disampaikan Rahmat, dirinya menyukai corak kayu dari limbah PT IKPP yang banyak dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Pada akhir 2018, saya bersama teman membeli kayu-kayu itu dari TPA tersebut untuk membuat sesuatu yang bisa untuk menambah penghasilan,” katanya.

Kayu-kayu itu merupakan peti sparepart dan palet PT Indah Kiat.

Tim Tualang Wood Working mengambil kayu-kayu limbah dari PT IKPP
Tim Tualang Wood Working mengambil kayu-kayu limbah dari PT IKPP (Instagram/@tualang_woodworking)

Awalnya ia membuat kotak tisu, tas, meja, kursi dan lain-lain untuk dijual kembali. Karena berkembang, pihaknya semangat untuk membuat yang lebih besar.

“Maka kami buat proposal dan ajukan Indah Kiat. Proposal kami diterima sehingga kami mendapat bahan baku langsung dari IKPP. Saat ini tidak susah mendapatkan bahan baku setelah dibantu dan dibimbing PT Indah Kiat,” katanya.

Saat ini pesanan yang diterimanya cukup banyak sehingga ia kewalahan untuk mengerjakannnya.

“Paling banyak dipesan adalah paket isi kamar, yakni lemari, tempat tidur dan meja rias Rp 8,5 Juta. Kalau kursi sandaran untuk kursi santai di dalam rumah Rp 1,2 juta dalam 1 set, terdiri dari 2 kursi dan 1 meja kecil. Kalau lemari 1 pintu harganya hanya Rp 1,5 juta.  Nah, ada juga tas dari palet ini yang kembangkan harganya sekitar Rp 250 ribu 1 tas,” jelasnya.

Adapun limbah kayu tersebut berasal dari kayu peti dan palet dari PT IKPP saja.

Ketika PT IKPP memesan barang kebutuhannya seperti mesin tertentu, paketan itu tiba secara terbungkus dengan peti kayu dan palet.

Baca juga: Melihat Sendal Anyaman Daun Pandan Produk Kelompok Kerajinan Tangan Sakai, Unik dan Ramah Lingkungan

“Biasanya inikan dibuang karena menjadi limbah. Saya melihat kayu atau papannya bagus-bagus dan inilah yang kita manfaatkan,” ujar Rahmat.

Kini sebanyak 5 orang bekerja di sana yang semuanya merupakan warga asli Kecamatan Tualang , namun rencananya Rahmat akan menambah pekerja lagi karena orderan semakin meningkat. 

Saat ini limbah kayu sangat gampang didapat, sebab pihaknya merupakan binaan PT IKPP dan langsung dibimbing Humas.

Jadi setiap bahan baku yang didapatkan dari perusahaan semuanya menjadi produk UKM Tualang Wood Working, sehingga perusahaan sangat mempercayai pihaknya.

“Kepercayaan itulah yang kami jaga, tentunya kami mematuhi prosedur administrasinya untuk mendapatkan kayu limbah itu,” tambahnya lagi

PT IKPP juga menyarankan kepada pihaknya untuk melirik perusahaan lain yang mempunyai bahan baku berupa limbah kayu tersebut.

“Saat ini kami memang belum ada chanel ke perusahaan lain” kata Rahmat.

Hasil kerajinan Tualang Wood Working
Hasil kerajinan Tualang Wood Working (Instagram/@tualang_woodworking)

Produk-produk UKM Tualang Wood Working telah dijual lewat media sosial. Namun karena banyaknya permintaan maka orang datang atau memesan langsung kepadanya.

“Karena sudah banyak yang tau di Tualang ini maka pelanggan yang datang sendiri saat ini,” sebutnya. 

Omzet yang didapat UKM Tualang Wood Working fluktuatif sekitar Rp 10 -12 juta perbulan. 

Rencananya, pihaknya mepunyai keinginan untuk memasarkan produk ke luar Tualang, paling tidak untuk Kabupaten Siak terlebih dahulu. 

Baca juga: Berkreasi di Tengah Pandemi Covid-19, Pria Ini Sulap Akar Pohon Menjadi Kerajinan Bernilai Ekonomis

“Saat ini saja, produk terbesar yang bisa kami hasilkan adalah 5-6 produk besar seperti lemari setiap bulan. Dalam 1 lemari kita membutuhkan 40 keping kayu. Selain itu, semakin berkembang tentunya akan semakin banyak orang yang bisa kita pekerjakan,” ujarnya. 

Bukan tanpa hambantan, Rahmat juga menceritakan awal-awal usahanya yang mengalami kesusahan mencari pelanggan.

Tapi setelah digandeng dan dibimbing oleh PT IKPP , pihaknya bisa melewati kesulitan itu.

“Kalau secara teknis, kami belajar dari banyak hal, salah satunya belajar melalui Youtube juga. Kemudian PT IKPP juga memberikan kami safety dalam bekerja. Karena menurut kami ini sangat penting sekali apalagi kami menggunakan alat-alat berkecepatan tinggi, jika tidak ada safety bisa fatal jika terjadi kecelakaan,” kata Rahmat. 

UKM Tualang Wood Working memiliki huhungan baik dengan PT IKPP , ia bersyukur pihak perusahaan mau membantu dalam menjalankan usahanya hingga produknya dikenal orang di Tualang.

Buktinya, setiap pemesan saat ini harus masuk waiting list terlebih dahulu. Ini semua karena kualitas barang yang bagus ditambah promo yang dilakukan pihak PT IKPP kepada karyawannya. 

Rahmat berharap agar UKM Tualang Wood Working bisa memperbesar workshop dan membuat galery. Ia juga berharap kepada pemerintah Kabupaten Siak atau Provinsi Riau agar bisa memperhatikan usahanya, baik dari penambahan modal maupun membantu peralatan. 

“Kalau dari perusahaan kami sudah sangat berterima kasih. Harapan kami kepada perusahaan agar perusahaan tidak meninggalkan kami, perusahaan terus membina kami karena kami ingin menggandeng anak-anak Perawang ini lebih banyak lagi,” tutup Rahmat.

( Tribunpekanbarutravel.com )

Keren, Pria Asal Panam Pekanbaru Ini Bikin Mobil Balap Sendiri, Diberi Nama Laphon 156

Berkunjung ke Inhu, Jangan Lupa Bawa Pulang Dodol Kedondong, Oleh-oleh Khas Rengat

Produksi Kerajinan Dari Tempurung Kelapa, Pria di Bengkalis Ini Raih Omzet Jutaan Rupiah Per Bulan

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved