Butuh Waktu 4-5 Hari Untuk Membuat Sehelai Kain Tenun Lejo, Tenun Khas Bengkalis yang Legendaris

Kain tenun lejo merupakan kain tenun khas bengkalis, sentra pembuatan kain tenun ini ada di Desa Teluk Latak Kecamatan Bengkalis Riau

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Pembuatan kain tenun lejo, kain tenun khas Bengkalis di Desa Teluk Latak Kecamatan Bengkalis , Kabupaten Bengkalis, Riau 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, BENGKALIS - Provinsi Riau tidak terlepas dari budaya menenun, tiap-tiap daerah di provinsi ini memiliki ciri khas tenun-nya tersendiri.

Termasuk di Desa Teluk Latak Kecamatan Bengkalis Riau yang menjadi sentra pembuatan kain tenun khas Bengkalis.

Kain tenun tersebut dikenal dengan kain tenun lejo , hingga kini kain tenun lejo masih diproduksi oleh kaum wanita di desa tersebut.

Menenun lejo sudah dilakukan secara turun temurun oleh warga Desa Teluk Latak khususnya warga suku melayu, dan bagi yang ingin berkunjung ke Kabupaten Bengkalis cukup mudah menemukan warga yang menenun kain di desa ini.

 Cukup sekitar 15 menit saja berjalan menggunakan kendaraan roda dua ataupun empat menyusuri jalan poros Bengkalis Prapat Tunggal akan sampai ke Desa Teluk Latak .

Untuk menemukan penenun kain Lejo ini hanya perlu mencari rumah warga Melayu di desa ini.

Hampir setiap rumah warga melayu ada alat tenun dan produksi tenun lejo.

Satu di antaranya di rumah Herda Wati warga Teluk Latak di Jalan Simpang Masjid yang tidak jauh dari jalan utama Desa Teluk Latak Kecamatan Bengkalis.

Herda memiliki alat tenun sendiri, alat tenun ini sudah cukup lama dibelinya.

Terbuat dari kayu memiliki lebar sekitar satu meter dan terpajang di ruangan tengah rumah.

Baca juga: Terus Berinovasi, Kain Tenun Lejo Putri Emas Bengkalis Beromzet Rp 150 Juta Perbulan

Posisi alat tenun ini diletakkan tepat di tepi jendela ruangan, sehingga angin sejuk sangat terasa saat duduk di dekat alat tenun ini.

Bentuknya persegi memanjang ke belakang dan penuh lilitan benang berwarna hitam.

Diceritakan Herda Wati , kain tenun lejo semasa dulu hanya digunakan oleh masyarakat melayu untuk kain samping dari pakaian teluk belanga dengan posisi melilit di pingang.

Pakaian seperti ini dahulunya hanya digunakan pada acara acara tertentu seperti acara adat maupun acara pernikahan.

Selain itu kain tenun lejo buatan tangan ini juga biasanya digunakan sebagai pakaian pengantin, mulai dari bahan dasar baju pengantin sampai sebagai bahan dasar kelengkapan pakaian pengantinnya, seperti selendang, ikat pingang hingga jadi bahan tanjak dan sendal pengantin.

Kain dibuat secara manual dengan alat tenun yang sudah disusun benang dasarnya.

Kemudian dengan memasukkan rangkaian benang emas didalam benang dasar dan di press secara manual dengan alat tenun ini.

Pelan-pelan akan terlihat motif tenun yang dibentuk oleh penenun dengan benang emasnya.

Biasanya motif yang dibuat merupakan motif khas melayu, mulai dari motif pucuk rebung, siku awan, siku keluang dan motif motif khas lainnya.

Baca juga: Terkenal dengan Kain Tenun Lejo, Kini Warga Desa Teluk Latak Bengkalis Kembangkan Batik Tenun

Untuk membuat kain tenun lejo ini, Herda membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima hari.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved