Paling Laris, Teh Telur Pak Zam Tidak Ada Lawannya di Siak, Diadon Pakai Rakitan Dinamo Kipas Angin

Karena rasanya yang enak, permintaan minuman tradisional teh telur yang dijual Pak Zam di Kedai Kopi Luak Agam Pak Zam Kabupaten Siak ini membludak

Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Pak Zam di depan mesin pengadon telur itik rakitannya untuk mempersiapkan teh telur pesanan pelanggan di kedai kopinya, yakni Kedai Kopi Luak Agam Pak Zam, Jalan Raja Kecik, Kabupaten Siak. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, SIAK - Minuman tradisional teh telur yang cukup terkenal di Kabupaten Siak adalah Kedai Kopi Luak Agam Pak Zam .

Tiap malam, permintaan minuman tradisional teh telur yang dijual Pak Zam ini sangat banyak.

Sedikitnya 120-140 butir telor itik kampung yang terjual setiap malam. 

Untuk memenuhi permintaan pelanggannya tersebut, Pak Zam dan istrinya Lin sempat kewalahan.

Tentu saja, setiap satu pemesanan ia harus membuat adonan telur dalam waktu beberapa menit.

Ia hanya bisa mengerjakan 1 adonan kuning telur sekali jalan. 

“Tentu pelanggan semakin lama menunggu, yang membuat adonan telur atau mengocok kuning telurnya hanya saya, kalau istri mempersiapkan pesanan di makanan,” kata Pak Zam kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (21/10/2021). 

Diceritakannya, awalnya ia menggunakan mixer listrik untuk mengadon kuning telur. Permintaan yang lebih 100 telur dalam semalam membuat peralatan yang digunakannya tidak tahan lama.

Mesin pada mixer yang digunakan hanya mampu digunakan untuk 50 telur per malam. 

Baca juga: Tersembunyi di Kabupaten Siak, Danau Telago Batin Bungsu Miliki Potensi Wisata yang Menjanjikan

“Tentu mesinnya terpaksa bekerja, sehingga dalam dua minggu alat itu sudah rusak. Jika telurnya dikocok secara manual menggunakan tangan waktu tunggu pelanggan semakin lama,” kata dia.

Setelah beberapa kali mengalami kerusakan alat mixer untuk membuat adonan tersebut, Pak Zam mencoba bereksperimen.

Ia merakit dinamo kipas angin yang dimilikinya menjadi mesin pengadon kuning telur itik kampung untuk teh telur yang bakal dijual.

Ia menggunakan beberapa kabel yang dirakit dan membuat jaringan yang ditutup dengan papan. Pada pemutarnya, Pak Zam menggunakan 4 potong lidi aren. 

“Setelah saya coba akhirnya saya berhasil bahkan hasil adonan juga jauh lebih baik. Awalnya saya gunakan 2 dinamo kipas angin untuk 2 pengadon sekali jalan. Ini sangat membantu,” kata dia.

Hal tersebut sudah dilakoninya sejak 10 tahun belakangan di kedai Kopi Luak Agam Pak Zam , Jalan Rajakecik, Kelurahan Kampung Rempak .

Baca juga: Cerita Balairung Sri, Museum Sejarah yang Dulunya Tempat Penobatan & Pengadilan Era Kesultanan Siak

Pak Zam dan istrinya mencari hidup di sebuah tempat kuliner di Siak , kedai kopi yang menjual minuman tradisional dan makanan seperti nasi goreng dan mi goreng.

Namun yang paling laris manis di kedai kopinya tersebut adalah teh telur itik kampung. 

Sejak 2018 silam, ia merombak kembali mesin pengadonnya dan membuat lebih besar. Saat ini Pak Zam sudah mampu menghasilkan mesin pengadon rakitannya sendiri yang mampu mengocok telur 4 gelas sekali jalan. 

“Durasi mesin ini memutar lidi aren di dalam gelas berisi kuning telur sekitar 3 menit. Itu hasil adonnya sudah sangat kembang,” kata dia.

Meski berjualan ala -ala kaki lima, namun pelanggan kedai kopi Pak Zam ini sangat ramai. Bukanya dari sore menjelang magrib dan tutup pukul 00.00 WIB.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved