Paling Laris, Teh Telur Pak Zam Tidak Ada Lawannya di Siak, Diadon Pakai Rakitan Dinamo Kipas Angin

Karena rasanya yang enak, permintaan minuman tradisional teh telur yang dijual Pak Zam di Kedai Kopi Luak Agam Pak Zam Kabupaten Siak ini membludak

Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Pak Zam di depan mesin pengadon telur itik rakitannya untuk mempersiapkan teh telur pesanan pelanggan di kedai kopinya, yakni Kedai Kopi Luak Agam Pak Zam, Jalan Raja Kecik, Kabupaten Siak. 

Selama berjualan dalam semalam, Pak Zam bisa mengantongi uang Rp 1,2 -1,4 juta dari menu teh telur.

Belum lagi dari menu lain yang dibuat istrinya, semacam teh manis, kopi, makanan nasi goreng dan beberapa varian mie instan.

Kembali lagi ke mesin pengadon yang dirakit Pak Zam. Mesin itu dipeliharanya dengan baik.

Saat mesin bekerja mengadon telur, Pak Zam tidak perlu memegang gelasnya. Sebab mesin ini dilengkapi dengan dudukan gelas yang dikekang dengan papan dan kawat. 

Baca juga: Arsip & Mesin Tik Kerajaan Siak Ada di Tangan Warga, Kadis Perpustakaan: Jika Diminta Harus Bayar

“Pisahkan kuning telur dengan putihnya, lalu kuningnya taruh di dalam gelas. Gelas tersebut ditaruh di dudukan yang sudah ada di bawah lidi putar lalu tinggal pencet tombol on off, maka mesin bekerja sendiri sembari saya menyiapkan rebusan tehnya,” kata Pak Zam.  

Meski menggunakan bahan baku telur itik, teh telur Pak Zam ini tidak terasa amis.

Tekstur teh telur yang dihasilkan sangat kental dan creamy, sedangkan aromanya wangi sehingga menambah selera. 

“Kuncinya ada pada adonan telurnya, kemudian kami tambah milo, dan air teh harus pekat dan panas. Jika mau dihidangkan jangan lupa dikasih sepotong jeruk nipis di tadah gelas hidang,” kata Pak Zam. 

Selama bertahun-tahun berjualan teh telur di Kota Siak Sri Indrapura, teh telur Pak Zam tersebut sangat dipuji.

Boleh dikatakan belum ada lawannya yang menyaingi kualitas teh telur yang dijual Pak Zam di bekas daerah kerajaan itu.

Harga jual juga sangat terjangkau, yakni Rp 10 ribu satu gelasnya. 

Baca juga: Belajar Sejarah Melalui Uang Kuno, Kolektor Ini Miliki Koin Majapahit, VOC Hingga Kerajaan Siak

“Alhamdulillah belum ada pelanggan yang komplain,” kata dia.

Terkait lidi putar dari lidi aren atau enau, Pak Zam harus membelinya di Bukittinggi.

Ia tidak mau memakai lidi kelapa sawit atau lidi kelapa biasa.

Alasannya lidi aren atau enau lebih baik, tahan lama dan kuat. Lidi yang dipasang di mesin rakitannya tersebut akan diganti apabila sudah melapuk. 

“Ya, lidi aren ini saya beli di Bukittinggi dan selalu ada stoknya. Orang Bukittinggi yang mengirim menggunakan travel,” kata Pak Zam. 

Tidak hanya itu, Pak Zam juga menjaga kualitas telur itik yang akan dijadikan teh telur.

Pak Zam lebih memilih telur itik asal Payakumbuh yang tidak memakan pelet. Boleh dikatakan telur itik yang digunakan Pak Zam adalah telur itik organik dari Payakumbuh, Sumatera Barat. 

Untuk diketahui, teh telur adalah minuman tradisional Minangkabau yang sudah diterima oleh masyarakat Indonesia.

Minuman ini dipercaya bisa menambah stamina bagi masyarakat luas, baik laki-laki maupun perempuan.

Namun kebanyakan minuman teh telur ini digemari oleh kaum bapak.

( Tribunpekanbarutravel.com )

Berawal dari Embung Karhutla, Kampung Dayun Siak Kini Menjelma Jadi Kampung Wisata yang Digandrungi

Kreatif di Tengah Pandemi Covid, Ibu-ibu di Siak Ini Olah Biji Durian Jadi Kripik Durian

Bikin Penasaran, Misteri Brankas Kerajaan di Istana Siak, Tidak Pernah Berhasil Dibuka Hingga Kini

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved