Anggota Dewan Ini Minta Cabut Tes PCR Untuk Naik Pesawat, Ini Alasannya

Kebijakan pemerintah yang mewajibkan penumpang pesawat terbang melakukan tes PCR sebelum keberangkatan menuai kritikan.

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Pesawat Citilink Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Kebijakan pemerintah yang mewajibkan penumpang pesawat, melakukan tes PCR sebelum keberangkatan terus menuai kritikan.

Setelah Kadin dan  legislator di Senayan, kini wakil rakyat di Gedung Payung Sekaki DPRD Pekanbaru, juga melayangkan protes.

Mereka menilai kebijakan swab PCR ini menambah penderitaan masyarakat dan di masa pandemi Covid-19 ini, yang perlu dilakukan adalah percepatan Vaksinasi Covid-19 , bukan bisnis swab PCR ini.

Anggota Fraksi PDI-P DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan SPd MH meminta agar pemerintah segera mencabut peraturan ini.

Karena tidak sesuai dengan semangat dan amanat UUD 45, yang seharusnya pemerintah membantu masyarakat.

"Kita minta pemerintah (Mendagri) membatalkan atau mencabut aturan ini. Masyarakat sudah susah, kita sudah vaksin lengkap, ngapain pakai PCR lagi," tegas Ruslan Tarigan kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (24/10/2021).

Pernyataan politisi senior PDI-P ini juga bagian dari keluhan masyarakat yang tidak setuju PCR kalau naik pesawat. Apalagi masyarakat belakangan ini, sudah tinggi animonya untuk ikut vaksin.

Lagi pula, kebijakan PCR tersebut lebih kepada unsur bisnis, yang mengedepankan profit.

Padahal, jika pemerintah ingin meringankan beban masyarakat, mestinya biaya tes PCR ditanggung pemerintah.

"Pemerintah harusnya mendengarkan keluhan masyarakat. Karena kebijakan swab tersebut tidak populis, di saat masyarakat berbondong-bondong ingin vaksin. Sangat tidak masuk akal, baik itu swab antingen atau PCR," sebut Ruslan Tarigan lagi.

Ruslan yang duduk di Komisi IV DPRD Pekanbaru ini mengharapkan, agar pemerintah mencarikan solusi terbaik, sebagai upaya menekan angka penyebaran Covid-19 .

Bukan menggalakkan swab PCR, yang notabenenya terbilang tinggi, yakni Rp 450.000-Rp 550.000.

"Saya tegaskan lagi, swab PCR untuk naik pesawat, ditiadakan saja. Solusinya kan bisa percepatan vaksinasi kepada masyarakat. Kan bisa bagi penumpang vaksin satu kali gimana kebijakannya, lalu yang vaksin dua dan tiga kali, bagaimana pula," katanya.

Seperti diketahui, Pemerintah memutuskan aturan baru wajib tes RT-PCR, sebagai syarat penerbangan berlaku mulai 24 Oktober 2021.

Aturan ini berlaku untuk penerbangan antar bandara di Jawa-Bali, serta antar bandara di luar Jawa-Bali yang berada di daerah dengan status PPKM Level 3 dan Level 4.

Pedomannya sesuai Surat Edaran (SE) Menhub No 88 Tahun 2021, tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi Covid-19.

Selain itu, SE 88/2021 tersebut mengacu pada Instruksi Mendagri (Inmendagri) No 53 Tahun 2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Kebijakan tersebut pada akhirnya tak mengizinkan lagi penerbangan di wilayah Jawa-Bali, bagi penumpang dengan vaksin dosis kedua, untuk bisa tes antigen. Kini, baik penumpang dengan vaksin dosis pertama maupun kedua, menjadi wajib tes RT-PCR. 

( Tribunpekanbarutravel.com )

Rp 495 Ribu Untuk Tes PCR, Penumpang Bandara SSK II Pekanbaru Keberatan Dengan Kebijakan Wajib PCR

Disanksi Denda, Pengelola Tempat Hiburan Masih Kedapatan Langgar Jam Operasional Dalam PPKM Level 2

Museum Sang Nila Utama Pamerkan Uang Kuno di Masjid Agung Islamic Center Rohul

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved