Memiliki Hutan Mangrove Seluas 25 Ha, Pantai Beting Berpotensi Menjadi Destinasi Wisata Baru di Siak

Hutan mangrove di Pantai Beting, Dusun Tanjung Layang, Kampung Tanjung Kuras Kabupaten Siak memiliki pesona yang berpotensi menjadi destinasi wisata

Editor: Theo Rizky
Istimewa
Warga Kampung Tanjung Kuras telah membangun trek pejalan kaki di kawasan mangrove Pantai Beting, Dusun Tanjung Layang, Kampung Tanjung Kuras, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, SIAK - Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak memiliki pesisiran pantai yang menarik, namun kawasan ini belum sepenuhnya tergarap menjadi destinasi wisata.

Di antaranya adalah Pantai Beting di Dusun Tanjung Layang, Kampung Tanjung Kuras . Selain memiliki garis pantai yang landai, kawasan ini juga dikepung lebatnya hutan mangrove. 

Wakil Bupati Siak Husni Merza sudah berkunjung ke sana Jumat lalu.

Ia tertarik perpaduan mangrove dengan pantai yang landai, apalagi Kampung Tanjung Kuras itu mempunyai hasil produksi pertanian nanas terunggul di Kabupaten Siak .

Hal ini menjadikan kawasan itu berpotensi menjadi destinasi wisata bila mendapat sentuhan serius dari Pemkab Siak .

Potensi wisata mangrove seluas 25 hektare sangat sayang bila dibiarkan menjadi belantara semata.

Jika Pantai Beting ini dibuka menjadi destinasi wisata sudah tentu melepaskan masyarakat di sekitar dari daerah terisolasi.

Infrastruktur seperti jalan raya memang selama ini belum berpihak ke masyarakat setempat. 

BACA JUGA :

Ekowisata Rawa Mekar Jaya, Pesona Lebatnya Hutan Mangrove di Pesisiran Kabupaten Siak

Kisah Pantai Raja Kecik Bengkalis, Pantai Wisata yang Miliki Sejarah Tentang Asal Mula Kerajaan Siak

“Ada jalan sepanjang 3 Km lagi yang belum dapat perhatian, tentu ini menjadi catatan prioritas kami untuk disampaikan ke tingkat kabupaten,” kata Camat Sungai Apit , Wahyudi, Minggu (24/10/2021). 

Dicerutakannya, kawasan Pantai Beting ini sudah lama ditemukan, namun belum terekspos dengan baik.

Ia menekankan, dukungan infrastruktur jalan harus menjadi yang paling utama untuk membuka kawasan itu menjadi kawasan wisata. 

“Selain itu penunjang dari obyek wisata ini layak dibuka, Tanjung Kuras juga terkenal dengan nanas, kami juga minta dinas Koperasi dan UMKM memberikan pelatihan kepada warga, bagaimana nanas ini menjadi bahan baku untuk berbagai kuliner sebagai penambah kekhasan wisata di sana,” kata dia.

Selain keindahan alam pesisiran tersebut, Kampung Tanjung Kuras juga menawarkan produk lokal, seperti makanan khas Melayu , kerajinan ayaman tikar pandan, produk makanan berbahan nanas dan madu kelulut. 

BACA JUGA :

Siap Sambut Pelancong, Kampung Sawit Permai Siak Disulap Jadi Desa Wisata

Memiliki Nilai Sejarah Tinggi, Ini 5 Benda Menarik Milik Sultan yang Ada di Istana Siak

Sementara itu, Wakil Bupati Siak Husni Merza mengatakan, kawasan tersebut sangat menjanjikan.

Setelah mendatangi lokasi, ia terus terang kepincut dengan potensi yang ada, mulai dari alam pesisiran hingga produk lokal yang belum terkekspos secara masif dan terukur. 

“Kami sudah mendengarkan pemaparan dari konsultan terhadap potensi wisata hutan mangrove dan Pantai Beting yang ada di Tanjung Layang,” kata Husni.

Hutan mangrovenya yang memiliki luas 25 hektar sementara luaran Pantai Pasir Beting 7 hektare.

Dua potensi utama itu perlu campur tangan Pemkab Siak dan pihak swasta untuk dikembangkan lebih baik. 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved