Harga Tes PCR Turun Tapi Masyarakat Masih Keberatan, DPRD: Dicabut Saja Dari Pada Ribut Terus

Sesuai arahan Presiden Jokowi, harga tes PCR diturunkan menjadi Rp 300.000 dan berlaku selama 3x24 jam untuk syarat perjalanan menggunakan pesawat.

Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Pemeriksaan kesehatan melalui rapid swab test digelar di halaman Masjid di Kantor DPRD Provinsi Riau , Pekanbaru, Minggu (9/8/2020). 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Pemerintah menginstruksikan agar harga PCR ditrunkan, Senin (25/10/2021) kemarin.

Sesuai arahan Presiden Jokowi , harga PCR diturunkan menjadi Rp 300 ribu dan berlaku selama 3x24 jam untuk syarat perjalanan menggunakan pesawat.

Awalnya, harga tertinggi untuk tes PCR ditetapkan Kementerian Kesehatan sebesar Rp 495 ribu untuk pulau Jawa dan Bali, serta Rp 525 ribu untuk luar pulau Jawa dan Bali.

Meski sudah turun, namun di tengah masyarakat masih menganggap PCR naik pesawat tersebut tidak diperlukan lagi. Apalagi masyarakat sudah vaksin dua kali.

Anggota Fraksi PDI-P DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan SPd MH menjelaskan, berbagai keluhan masyarakat ini, masih diterimanya.

Bahkan masyarakat meminta ditiadakan saja PCR naik pesawat ini.

"Mending dicabut saja, dari pada ribut terus. Kasihan kondisi masyarakat sekarang," tegas Ruslan Tarigan kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (26/10/2021).

Baca juga: Tarif Tes PCR Turun Jadi Rp 300 Ribu, Pemprov Riau Tunggu Surat Pedoman dari Kemenkes

Politisi senior ini juga meminta, agar pemerintah melakukan kajian lagi swab ini. Sebab, semangat bangsa ini dari awal, yakni percepatan vaksinasi nasional.

Artinya, pemerintah menggencarkan vaksin kepada masyarakat. Terutama untuk mencapai target herd immunity bagi masyarakat.

"Kalau swab PCR dalam kondisi sekarang ini bagi masyarakat, mengejar bisnis profit. Tidak dalam rangka percepatan vaksin. Ini yang harus dievaluasi pemerintah," pintanya.

Jika tujuan pemerintah melakukan tes PCR untuk membatasi mobilitas warga, menurut Ruslan Tarigan tidak lah demikian.

Baca juga: Pelalawan Masih PPKM Level 3, Event Bekudo Bono Kembali Tak Digelar Tahun Ini

Yang harus dipastikan pemerintah itu, warga yang bepergian, harus sudah vaksin.

"Pemerintah sendiri yang bilang, bahwa tujuan vaksin untuk kekebalan tubuh. Kalau masyarakat sudah vaksin, apalagi sudah vaksin kedua, logikanya kan kekebalan tubuh sudah ada. Kenapa harus PCR lagi," tanya Ruslan Tarigan.

Untuk menetralisir aspirasi masyarakat ini, dia meminta kepada pemerintah, untuk tidak melanjutkan tes PCR , terutama bagi yang naik pesawat dan lainnya.

"Ini yang harus diperhatikan sekarang. Jangan hanya seremonial dan bisnis profit saja," tegasnya lagi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, penurunan harga PCR tersebut sebagai lanjutan dari kebijakan pemerintah.

Sebelumnya, pemerintah mewajibkan penggunaan bukti tes PCR sebagai syarat melakukan perjalanan dalam negeri l, menggunakan pesawat untuk wilayah Jawa, Bali, dan wilayah yang menerapkan PPKM level 3.

Kebijakan tersebut diambil pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Terutama melihat terjadinya peningkatan mobilitas masyarakat setelah adanya pelonggaran.

"Ini ditujukan utamanya untuk menyeimbangkan relaksasi yang dilakukan pada aktivitas masyarakat, terutama pada sektor pariwisata," katanya.

( Tribunpekanbarutravel.com )

Hasil Tes PCR Kilat Dipatok Rp 1,4 Juta, Dinkes Pekanbaru: Itu Strategi Pemasaran Layanan Kesehatan

Puncak Musim Hujan di Riau Berlangsung November dan Desember, BMKG Ingatkan Potensi Banjir

Dinilai Memberatkan Masyarakat, Ahli Epidemiologi Sebut Naik Pesawat Cukup Rapid Antigen

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved