Puncak Musim Hujan di Riau Berlangsung November dan Desember, BMKG Ingatkan Potensi Banjir

Pihak BMKG akan berkomunikasi dengan BPBD daerah yang mengetahui daerah mana yang rawan banjir maupun longsor akibat dampak musim penghujan.

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Warga berteduh saat hujan mengguyur di kawasan Jalan Sudirman Pekanbaru beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Musim hujan di Provinsi Riau sudah mulai sejak Agustus sebagian, September dan Oktober sudah secara keseluruhan memasuki musim penghujan, hal ini disampaikan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru Ramlan .

"Diperkirakan puncak musim penghujan akan terjadi di seluruh Provinsi Riau pada bulan November dan Desember, karena ada pengaruh La-nina lemah diperkirakan ada penambahan curah hujan di wilayah Riau pada umumnya antara 20 hingga 30 persen dari kondisi normal," jelas Ramlan , Senin (25/10/2021).

Dilanjutkannya, jika sudah memasuki puncak musim penghujan biasanya periode harian petir pun tidak terlalu lama, bila hujan sudah masuk sore hari apalagi malam hari hanya gemuruh tidak ada petir.    

"Dalam beberapa hari kedepan intensitas curah hujan akan merata di wilayah Provinsi Riau sedangkan sporadis bisa saja dalam satu hari tidak hujan kemudian bisa hujan kembali, sporadis dalam segala waktu dan sporadis skala wilayah," katanya lagi.

BACA JUGA :

Menteri Sandiaga Apresiasi Festival Pulau Rupat dan Running 10K yang Digelar Dispar Riau

Pekanbaru Masuk Zona Kuning Covid-19, Jangan Kendor Prokes

Ia juga mengimbau kepada masyarakat di Provinsi Riau , karena akan memasuki puncak musim penghujan yang diperkirakan bulan November hingga akhir Desember hendaknya antisipasi sejak dini terjadinya kemungkinan banjir.

"Kami akan terus berkomunikasi dengan BPBD daerah, yang mengetahui daerah mana yang rawan banjir, longsor akibat dampak musim penghujan yang nantinya akan bisa diminimalisir," ujar Ramlan.

Dengan seiring meningkatnya curah hujan di Riau ini, maka titik panas yang sebelumnya sempat muncul di Riau mulai berkurang, bahkan hilang.

"Yang jelas untuk curah hujan yang turun juga cukup besar sehingga jikapun ada titik panas, bisa memadamkan api yang muncul di lahan gambut," tambah Ramlan.

( Tribunpekanbarutravel.com )

Naik Pesawat Wajib Tes PCR, Layanan Tes PCR Meningkat Hingga 200 Sampel Dalam Sehari di RSD Madani

Dinilai Memberatkan Masyarakat, Ahli Epidemiologi Sebut Naik Pesawat Cukup Rapid Antigen

Mau Keluar Masuk Bengkalis, Calon Penumpang Pelabuhan Harus Miliki Surat Vaksin

Vaksinasi Covid-19 Bagi Masyarakat Umum di Pekanbaru Sudah Capai 78 Persen Lebih

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved