Mengingat Perjuangan Sultan Siak II, Puluhan Pesepeda Ikuti Napak Tilas Sejarah Perang Guntung Siak

Peserta gowes napak tilas dan jelajah sejarah ini diikuti oleh puluhan peserta, baik dari kalangan pejabat, masyarakat umum maupun komunitas.

Editor: Theo Rizky
Istimewa
Bupati Siak Alfedri memimpin rombongan bersepeda dari Kecamatan Mempura ke Masjid Akhidayah Selat Guntung, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak Riau, Sabtu (6/11/2021). 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, SIAK - Puluhan orang mengikuti kegiatan bersepeda dari Mempura ke Selat Guntung, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak , Sabtu (6/10/2021).

Kegiatan tersebut dilepas Bupati Siak Alfedri di lokasi start, kampung Tengah, kecamatan Mempura.

Peserta gowes dalam rangka napak tilas dan jelajah sejarah ini diikuti oleh puluhan orang, baik dari kalangan pejabat maupun dari kalangan masyarakat dan komunitas sepeda.

Kegiatan bersepeda ini dibagi menjadi 2 kelompok, yakni kelompok perempuan dan kelompok laki-laki.

Kelompok perempuan langsung dipimpin istri bupati Siak, yakni Rasidah Alfedri. Sedangkan kelompok laki-laki yang berada pada barisan belakang, dipimpin langsung Bupati Siak Alfedri. 

“Kegiatan ini dalam rangka menggaungkan sejarah perlawanan Sultan Siak II kepada kolonial Belanda, yakni Tengku Buwang Asmara yang bergelar Sultan Mahmud Abdul Jalil Muzaffar Syah ,” kata Alfedri. 

Baca juga: Memiliki Hutan Mangrove Seluas 25 Ha, Pantai Beting Berpotensi Menjadi Destinasi Wisata Baru di Siak

Ia menjelaskan,kegiatan bersepada yang menempuh jarak 60 kilometer lebih ini finish di halaman Masjid  Alhidayah Kampung Selat Guntung, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak.

Kegiatan ini sekaligus memperingati 262 tahun peristiwa Perang Guntung, yakni perang pasukan Tengku Buwang Asmara dengan Belanda di Selat Guntung. Kegiatan tersebut juga mendukung upaya pengusulan Tengku Buwang Asmara menjadi pahlawan nasional. 

"Kegitan ini dilaksanakan agar kita dan masyarakat Kabupaten Siak mengingat kembali perjuangan Sultan Siak II Tengku Buwang Asmara atas keberaniannya perang melawan Belanda yang terjadi di Selat Guntung sekitar tahun 1759," kata dia. 

Baca juga: Siap Sambut Pelancong, Kampung Sawit Permai Siak Disulap Jadi Desa Wisata

Pada masa kepemimpinan Tengku Buwang Asmara di Kerajaan Siak , terjadi puncak perlawanan Kerajaan Siak dengan Belanda yang diberi nama Perang Guntung 1.

Untuk menjaga keselamatan pemerintahannya, Sultan memindahkan pusat Kerajaan dari Buantan ke Mempura Besar pada  tahun 1750 silam. 

Ia juga menyebutkan untuk mengusulkan Sultan Siak II sebagai pahlawan nasional butuh proses yang panjang. 

Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kabupaten Siak, saat ini sedang menyiapkan dokumen, lukisan Tengku Buwang Asmara dan dalam waktu dekat akan mengelar seminar nasional. 

"Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar, peserta gowes bersemangat, masyarakat Sabak Auh pun antusias mengikuti kegiatan ini. Mari bersama-sama kita dukung Tengku Buwang Asmara menjadi Pahlawan Nasional," kata Alfedri. 

Baca juga: Taman Tengku Syarifah Aminah Siak Berhasil Raih Penghargaan Pelopor Ruang Bermain Ramah Anak

Perang di Selat Guntung hingga tahun 1756 selain dipimpin Tengku Buwang Asmara juga dipimpin oleh Tengku Panglima Besar Muhammad Ali.

Tengku Panglima Besar Muhammad Ali adalah menantu dan keponakan sultan Tengku Ismail dan Tengku Musa Putra Sultan Raja Indra Pahlawan Datuk atau datuk lima puluh, Panglima Sahud dan ratusan hulubalang lainnya.

Kisah perang Guntung ini diabadikan di dalam manuskrip Syair Perang Siak yang sangat terkenal di lingkungan Kerajaan Siak dan Pelalawan. Armada perang Sultan Muzafar Syah ini terdiri dari kapal besar dan kecil yaitu kapal penjajah yang dilengkapi meriam.

Bupati Siak Alfedri, wakil Bupati Siak Husni Merza dan Sekdakab Siak Arfan Usman ikut tergabung dalam rombongan bersepeda penuh semangat itu.

Setibanya di kampung selat Guntung Bupati dan rombongan di sambut antusias oleh masyarakat setempat. 

Pada kesempatan itu, Bupati Alfedri beserta rombongan juga meninjau lokasi Tugu Perang Guntung yang letaknya sekitar 5 kilometer dari Mesjid Alhidayah.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved