Tingkatkan Angka Kesembuhan, Gubri Ingatkan Rumah Sakit Harus Berikan Obat Paten untuk Pasien Covid

Berdasarkan Inmendagri nomor 58 tahun 2021, belum ada satupun kabupaten kota di Provinsi Riau yang ditetapkan PPKM Level 1 .

Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Pemeriksaan kesehatan melalui rapid swab test digelar di halaman Masjid di Kantor DPRD Provinsi Riau , Pekanbaru, Minggu (9/8/2020). 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Gubernur Riau Syamsuar menginstruksikan kepada seluruh pimpinan rumah sakit rujukan Covid-19 di Riau agar memaksimalkan pemeriksaan terhadap pasien Covid-19 yang masih dirawat.

Meski saat ini kasus Covid-19 terus menurun dan jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit semakin bekurang, namun untuk pelayanan dan penanganan terhadap pasien Covid-19 tidak boleh berkurang. Bahkan Gubri meminta agar lebih dimaksimalkan lagi.

Syamsuar mengimbau kepada kabupaten dan kota se Riau untuk menangani kasus pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di daerah masing-masing.

Baik yang sedang dirawat di rumah sakit atau yang melakukan isolasi mandiri.

"Berikan obat yang terbaik agar mereka tentunya segera sembuh, untuk di kabupaten dan kota yang obatnya sudah habis segera melakukan koordinasi ke dinas  kesehatan provinsi," kata Gubri ‎ saat memimpin rapat koordinasi bersama Forkompinda Riau dan Kepala Daerah se Riau. Pertemuan ini membahas perkembangan Covid-19 di Provinsi Riau

Selain membahas Covid-19 rapat koordinasi itu juga membahas persiapan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, di Gedung Daerah Balai Serindit, Pekanbaru, Rabu (10/11/2021).

Syamsuar menyampaikan, bahwa berdasarkan Inmendagri nomor 58 tahun 2021, belum ada kabupaten dan kota di Riau yang ditetapkan PPKM Level 1 .

BACA JUGA :

Akomodir Permintaan Kabupaten Kota, Bapenda Riau Perpanjang Program Pemutihan Denda Pajak Kendaraan

Destinasi Wisata di Riau Bertambah, Asita Yakinkan Pemda Bahwa Wisman dan Wisnus Antusias ke Riau

Inmendagri ini ditetapkan sesuai dengan kriteria level situasi pandemi berdasarkan asesmen Kementerian Kesehatan. Mulai berlaku pada tanggal 9 hingga 22 November 2021.

Syamsuar merinci, saat ini kasus aktif di Provinsi Riau berjumlah 67 orang. Pasien yang di rawat di rumah sakit sebanyak 16 orang dan 51 orang melakukan isolasi mandiri. Ia meminta 67 pasien terkonfirmasi itu bisa dapat segera ditangani dengan baik. 

"Bagaimana caranya mereka segera ditangani, diberikan obat yang bagus agar cepat sembuh. Karena kita pemerintah bersama Forkompinda berharap kasus terkonfirmasi positif ini nol angka kasusnya," katanya.

Selanjutnya, ia juga menuturkan karena masih dalam situasi Pandemi Covid-19, berkaitan dengan persiapan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 juga perlu menjadi perhatian bersama.

Gubernur Riau menyebutkan, saat ini di beberapa negara tetangga seperti Singapura atau Malaysia terdapat varian Covid-19 yang baru. Sehingga ini patut diwaspadai.

Untuk itu, ia menambahkan penerbangan ke luar negeri di Provinsi Riau masih di tutup, sebagai upaya mengantisipasi masuknya varian Covid-19 .

Turut hadir pada rapat itu Dandrem 031/WB Brigjen TNI M Syech Ismed, Kejati Riau Jaja Subagja, Wakapolda Riau Brigjen Pol Tabana Bangun, Wakil DPRD Riau Agung Nugroho, serta Kepala Daerah dan Forkompinda kabupaten dan kota se Provinsi Riau dan undangan lainnya

( Tribunpekanbarutravel.com )

Diperpanjang 1 Bulan, Pemutihan Denda Pajak Ranmor Dilanjutkan Hingga 9 Desember Mendatang

Negara Tetangga Alami Lonjakan Kasus Covid, ‎Gubri‎: Jangan Ada yang Membawa Virus Masuk ke Riau

Tersisa Waktu Sebulan, Anggota Dewan Ini Khawatir Pembangunan Quran Center Tidak Selesai Tepat Waktu

PPKM Level 2 Tahap IV di Pekanbaru Diterapkan Hingga 2 Minggu ke Depan, Ini Tanggapan Wako

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved