Warga Masih Ada yang Mengurus Paspor Meski Akses Internasional Belum Dibuka

Walaupun akses ke luar negeri masih ditutup, ternyata masih ada masyarakat yang melakukan pengurusan paspor di Kantor Imigrasi kelas II Dumai. 

Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Sejumlah arga saat mengurus paspor dengan layanan Eazy Passport di lapangan Perumahan Resty Graha Lestari, Kota Pekanbaru, Rabu (21/4/2021). Layanan ini memungkinkan masyarakat mengurus paspor secara kolektif. Mereka bisa mengurus paspor di kantor, kampus, komunitas hingga komplek perumahan. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, DUMAI - Hingga kini akses menuju luar negeri masih ditutup, termasuk Pelabuhan Internasional di Kota Dumai , meskipun masih ditutup ternyata masih ada masyarakat yang melakukan pengurusan  paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Dumai.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Dumai, Rezeki Putra Ginting‎ mengatakan bahwa hingga saat ini Pelabuhan Internasional di Kota Dumai masih ditutup, termasuk negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang juga masih menutup akses masuk ke negaranya.  

Meski akses ke luar negeri masih ditutup, ternyata masih ada masyarakat yang melakukan pengurusan paspor di Kantor Imigrasi kelas II Dumai. 

Dipaparkannya, mulai dari Januari 2021 hingga Oktober 2021 sudah ada sekitar 1366 orang yang melakukan pengurusan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Dumai, dan ada juga yang menggunakan jasa Eazy passport atau layanan urus paspor secara kolektif. 

"Masih ada yang ngurus, memang yang mengurus itu kebanyakan secara kolektif, dan angkanya fluktuatif di setiap bulannya," katanya, kepada Tribunpekanbaru.com,  Kamis (18/11/2021). 

Baca juga: Kota Dumai Masih Bertahan di PPKM Level 2, Jubir Satgas: Jangan Kendorkan Prokes

Ia menambahkan, berdasarkan catatan pihaknya, pada Januari tercatat ada  218 paspor, Februari 138, Maret 238, dan di April mengalami penurunan 93, kemudian Mei 85, Juni kembali meningkat ‎135. 

Lebihlanjut dijelaskanya, di Juli kembali menurun menjadi 92 paspor, Agustus 88 paspor, sedangkan di September kembali ada peningkatan sebanyak 115 paspor dan di Oktober ada 164 paspor.

"Kebanyakan paspor-paspor yang diurus itu karena habis masa berlakunya, disusul dengan halaman penuh, hilang dan rusak," katanya.

Diakuinya, dari beberapa orang yang telah memohon pembuatan paspor, mereka  bertujuan untuk persiapan umrah dan haji, dan sisanya wisata jika nanti sudah dibuka jalur lintas antar negara. 

Diterangkanya, ‎untuk pembuatan paspor ditengah pandemi Covid-19 , pemohon bisa datang langsung kekantor imigrasi, atau melalui aplikasi Pasporku ..

Ginting mengimbau bagi pemohon yang ingin melakukan pengurusan paspor dipersilakan mengurus sendiri karena pembuatan paspor mudah dan cepat.

"Kita terus melakukan inovasi demi kemuduhan masyarakat yang meminta layanan di Imigrasi Kelas II B Dumai," pungkasnya

( Tribunpekanbarutravel.com )

Operasi Zebra 2021 Akan Dimulai, Ini Tips dari Kasat Lantas Polres Dumai Agar Terhindar Tilang

Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Pesisir, Pendidikan Sekolah Pantai Indonesia Digelar di Dumai

Cerita Bandar Bakau, Bandarnya Kota Dumai

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved