Kisah Rumah Kapitan Bengkalis, Kediaman Pemimpin Etnis Tionghoa Tahun 1800-an yang Masih Kokoh

Kapitan pertama di Bengkalis bernama Oei Liong Tam, saat ini Rumah Kapitan Bengkalis masih dapat dilihat di Kota Bengkalis

Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Rumah Kapitan Bengkalis Masih Berdiri Kokoh di Kota Bengkalis. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, BENGKALIS - Etnis Tionghoa sudah lama mendiami Pulau Bengkalis , ini dibuktikan dari masih tersisanya sejumlah bangunan tua di Bengkalis bekas etnis tionghoa pada masa kolonial Belanda .

Bahkan kedatangannya diperkirakan ratusan tahun sebelum Indonesia merdeka.

Sisa bangunan tersebut bisa dijumpai jika berkunjung ke Kabupaten Bengkalis . Satu di antaranya bangunan rumah yang berada di Jalan Sudirman Bengkalis , tepatnya tidak jauh dari Pasar Sukaramai Bengkalis.

Rumah berdinding tebal dan memiliki halaman serta diapit bangunan ruko kiri dan kanan ini sangat terlihat mencolok.

Berada tidak jauh di persimpangan tiga antara jalan Sudirman dan jala Pattimura, hanya beberapa meter dari Masjid Agung Istiqomah Bengkalis.

Dari kejauhan terlihat jelas bangunan ini sangat berbeda dari bangunan pada umumnya di masa sekarang.

Pagar terbuat dari batu dan terlihat usang membatasi antara jalan dengan halaman rumah.

Masuk ke halaman bisa terlihatĀ  sekililing rumput hijau, tepat di samping bangunan tersebut juga mesin molen pengaduk semen yang terparkir.

Bentukan rumah seperti rumah panggung pada masa dulu, namun dindingnya sudah berupa tembok tebal.

Warna kuning dan dipadukan dengan jendela kayu serta pintu utama berwarna merah.

Kombinasi berwarna kuning dan merah menambah kesan klasik dari bangunan tersebut.

Pintu utama sudah terbuat dari besi teralis, bagian bawah tralis besi tertutup, hanya bagian atas yang terbuka.

Mengintip dari luar tepat di dalam rumah tersebut berdiri altar tempat sembahyang warga keturunan Tionghoa terurus rapi.

Baca juga: Sejak Dikunjungi Presiden Jokowi, Destinasi Wisata Pantai Raja Kecik Bengkalis Semakin Ramai

Beberapa kali Tribun mencoba memanggil penghuni rumah, namun tidak mendapat jawaban. Tidak lama kemudian seorang warga setempat menyampaikan rumah tersebut tidak berpenghuni, penjaga rumah tinggal di sebelah jalan tidak jauh dari rumah.

Saat ditemui Tribun, penjaga rumah ini enggan memberikan keterangan lebih banyak terkait sejarah rumah yang dikenal masyarakat kota Bengkalis sebagai Rumah Kapitan .

Menurut keluarga Adiem yang merawat rumah tersebut, dirinya tidak mengetahui banyak sejarah Rumah Kapitan Bengkalis ini. Karena sudah ditinggal beberapa generasi sebelum mereka.

Sedikit yang bisa diceritakan keluarga tersebut, Kapitan yang menghuni rumah itu merupakan gelar yang diberikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk memimpin warga Tionghoa di Bengkalis pada masa penjajahan kolonial.

Kapitan pertama di Bengkalis bernama Oei Liong Tam yang memimpin di sana sejak abad ke 17 lalu.

Awalnya rumah Kapitan tidak berada di sana, tetapi di daerah Kelapapati laut, dan baru pada tahun 1800 M Kapitan Oei Liong Tam yang memimpin saat itu membangun rumah Kapitan ini.

Menurut dia awalnya rumah ini berbentuk Leter L namun sebagian bangunan telah rusak dan runtuh.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved