Cuma 5 Kota di Indonesia, Siak Masuk dalam Buku Panduan Pelaksanaan dan Pemeliharaan Kota Pusaka

Lima Kota Pusaka yang menjadi proyek percontohan tersebut selain Kabupaten Siak ada juga beberapa kota di Pulau jawa

Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Berbagai peninggalan sejarah dapat ditemui di Istana Siak 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, SIAK - Kabupaten Siak masuk di dalam buku panduan pelaksanaan dan pemeliharaan Kota Pusaka yang diterbitkan Direktorat Bina Teknik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Buku tersebut sedang dalam pengerjaan yang akan memuat 5 Kota Pusaka di Indonesia. 

“Lima Kota Pusaka ini menjadi proyek percontohan untuk pelaksanaan dan pemeliharaan kota Pusaka di Indonesia,” kata Kepala Balai Prasarana dan Permukiman Wilayah (BPW) Riau Kementrian PUPR, Ichwanul Ichsan, Kamis (25/11/2021).

Ichwanul sudah berkunjung dan mendiskusikan rencana Kementrian PUPR ini dengan Bupati Siak Alfedri pekan lalu.

Secara prinsip, bupati Siak menyambut baik dengan dimasukkannya Siak dalam salah satu proyek percontohan dari 5 kota se Indonesia.

Lima proyek percontohan tersebut selain Kabupaten Siak ada kota Semarang, Yogyakarta, Jakarta dan Sawah Lunto. 

“Siak masuk lima percontohan itu karena dianggap berhasil dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan maupun tindak lanjut dari program kota pusaka,” kata Ichwanul. 

Tidak hanya itu, Kabupaen Siak juga termasuk sangat berhasil dalam menjalankan program Kota Pusaka .

Pasalnya program yang dibuat di kabupaten Siak juga tidak tergantung dengan APBN. 

Baca juga: Tangsi Belanda, Saksi Bisu Masa Kolonial di Tanah Kesultanan Siak

Program Kota Pusaka Siak selama ini yang dibantu APBN hanya di perencanaan dan revitalisasi  revitalisasi Tangsi Belanda .

Tapi pemerintah kabupatennya sudah mengupayakan restorasi kota pusaka melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan APBD Siak dalam membangun dan memelihara.

“Tapi di Siak memang masih ada yang menjadi pekerjaan rumah yakni kawasan Pecinan yang terbakar. Namun sayang kebakaran yang terjadi pada tahun 2018 lalu yang sampai saat ini tak kunjung dibangun kembali,” kata dia.

Namun demikian, tindak lanjutnya dimungkinkan akan mengarah pembangunan Pecinan tersebut. Sedangkan yang  mengupayakan anggaran tergantung Pemkab Siak.

“Kalau mengharapkan APBN itu berdasarkan usulan dari kabupaten tersebut, begitu prosesnya," ujarnya.

Ichwanul menjelaskan, program menerbitkan buku ini sempat terhenti sementara karena Covid 19 . Saat ini pihak kementrian menggesa kembali karena buku panduan ini akan menjadi pedoman bagi kabupaten lainnya.

Baca juga: Cerita Kampung Dayun Siak, Desa Tertinggal yang Berhasil Raih Juara 1 Lomba Desa Wisata se Riau

Bagi kabupaten kota yang ingin mengikuti program Kota Pusaka bisa belajar di Siak.

"Isi dari buku tersebut bagaimana merencanakan dan melaksanakan, bagi yang belum melaksanakan program Kota Pusaka. Bentuknya buku dan video juga, nanti akan dibagikan ke seluruh kabupaten/kota di Indonesia," katanya.

Sementara itu Bupati Siak Alfedri menyambut baik rencana penerbitan buku panduan itu.

Alfedri juga terharu sebab dari 5 kota Pusaka yang masuk se Indonesia salah satunya adalah Siak.

“Kita memang komitmen mengembangkan kota Pusaka, sebagai semangat kita dalam melaksanakan pembangunan,” kata dia

( Tribunpekanbarutravel.com )

Promosikan Wisata Siak, Bupati Alfedri Rencanakan Kerja Sama dengan Asita Riau

Manfaatkan Balairung Sri, Gedung Peninggalan Kesultanan Siak Dijadikan Tempat Belajar Bersama

Memiliki Hutan Mangrove Seluas 25 Ha, Pantai Beting Berpotensi Menjadi Destinasi Wisata Baru di Siak

Unik, Danau Zamrud Miliki 4 Pulau yang Bisa Berpindah-pindah

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved