Aturan Baru Umrah, Kemenag Rohil Masih Tunggu Surat Resmi

Pemerintah Arab Saudi sudah mengumumkan aturan baru terkait jemaah umrah dari luar negeri di tengah pandemi Covid-19

Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Jamaah umrah tiba di Bandara SSK II Pekanbaru belum lama ini, tampak juga Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Klas II Pekanbaru melakukan pemeriksaan melalui alat pendeteksi suhu tubuh. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, ROHIL - Pemerintah Arab Saudi belum lama ini mengumumkan aturan baru terkait jemaah umrah dari luar negeri di tengah pandemi Covid-19 .

Dari sejumlah aturan baru yang dikeluarkan, yang menjadi syarat utama dan pertama diterbitkannya visa bagi jemaah umrah dari luar negeri adalah mereka harus sudah menerima vaksinasi dosis lengkap.

Saat ini, Pemerintah Arab Saudi hanya mengakui vaksin Covid-19 produksi Pfizer BioNtech, AstraZeneca, Covishield, SK Bioscience, Moderna, dan Johnson & Johnson.

Khusus untuk Johnson & Johnson hanya dibutuhkan satu dosis. Dengan demikian, jemaah umrah yang menerima suntikan satu dari empat jenis vaksin yang diakui Pemerintah Arab Saudi itu tak perlu menjalani karantina.

Syarat dan ketentuan perolehan visa umrah bagi calon jemaah umrah . Antara lain:

1. Sudah vaksin lengkap.

2. Menggunakan salah satu dari empat vaksin yang digunakan di Arab Saudi.

3. Menggunakan vaksin yang diakui WHO.

4. Karantina bagi yang menggunakan vaksin yang diakui WHO tiga hari, dan dilakukan tes PCR setelah 48 jam.

5. Tidak ada karantina bagi yang menggunakan vaksin yang dipakai di Arab Saudi.

Baca juga: Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Minta Sistem Karantina Dihilangkan, Ini Alasannya

Biaya karantina selama 3 hari bagi penerima Sinovac/Sinopharm, semuanya akan ditanggung oleh jemaah.

Rencana karantina di Mekah dan atas tanggungan sendiri. Setelah 48 jam karantina, maka akan dilakukan tes PCR.

Kalau negatif, bisa umrah. Biaya karantina nantinya akan masuk ke paket umrah yang akan diambil oleh calon jemaah.

Penerapan biaya karantina mandiri sama seperti kebijakan yang memang berlaku di banyak negara. Lokasi karantina rencananya akan disiapkan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Terkait hal ini Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) H. Naini mengatakan belum bisa berkomentar banyak.

"Memang saya sudah banyak mendengar informasinya dari televisi, tapi saya belum bisa berkomentar banyak tentang ini," katanya, Rabu (1/12/2021).

Dirinya mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu ketentuan resmi dari Kementrian Agama RI untuk pelaksanaan umrah.

"Surat resminya belum, jadi saya belum bisa jawab. Jadi kita tunggu dulu suratnya masuk nanti kita pelajari dulu. Pada prinsipnya kita baru mendengar Umrah akan dibuka Desember itu yang baru kita tahu," tuturnya.

"Cuma skenario keberangkatannya, syarat-syaratnya kita belum dapat surat resmi. Kalau sudah dapat nanti baru kita sampaikan," katanya.

( Tribunpekanbarutravel.com )

Kemenag Inhu Belum Terima Aturan Baru Soal Jenis Vaksin untuk Jemaah Umrah

Dinkes Riau Ingatkan Travel Umrah Agar Mengarahkan Calon Jamaah Vaksinasi Covid-19

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved