Rindu Tanah Suci, Jemaah Umrah Bersedia Bayar Tambahan Biaya Karantina Selama 3 Hari di Arab Saudi

Bagi jemaah umrah penerima vaksin Sinovac/Sinopharm akan dikarantina selama tiga hari, dan seluruh biaya ditanggung oleh masing-masing jamaah.

Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Jemaah umrah tiba di Bandara SSK II Pekanbaru beberapa waktu lalu 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Walau kemungkinan besar jemaah yang akan berangkat ke tanah suci akan menanggung biaya karantina selama 3 hari, namun sebagian jamaah asal Provinsi Riau menyanggupi, asalkan bisa lebih cepat berangkat ke tanah suci.

Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri) Riau, Junaidi mengatakan, pada dasarnya ada dua opsi.

Jalur pertama, untuk vaksin produksi Pfizer BioNtech, AstraZeneca, Covishield, SK Bioscience, Moderna, dan Johnson & Johnson, itu bisa langsung tanpa karantina, karena diakui oleh pemerintah Arab Saudi.

Sedangkan bagi jemaah penerima vaksin Sinovac/Sinopharm, itu karantina selama tiga hari, dan biaya ditanggung oleh masing-masing jamaah.

"Untuk jalur pertama, yang empat jenis vaksin tersebut tidak perlu karantina. Sedangka jamaah pengguna vaksin jenis Sinopharm dan Sinovac, masuk ke dalam jalur kedua. Jenis vaksin tersebut memang telah disetujui oleh WHO, namun tidak berlaku untuk Kerajaan Arab Saudi. Oleh karenanya, jemaah pengguna vaksin Sinopharm dan Sinovac terpaksa harus karantina tiga hari terlebih dahulu," kata Junaidi kepada Tribun, Rabu (1/12/2021).

Baca juga: Aturan Baru Umrah, Kemenag Rohil Masih Tunggu Surat Resmi

Untuk jalur kedua tersebut, dikatakan Junaidi, karantina tiga hari diperlukan pada saat kedatangan, sehingga jemaah umrah untuk sementara tidak dapat melaksanakan ibadah reguler tanah suci, kecuali setelah selesainya masa karantina.

"Aturan itu berlaku bagi jemaah ibadah umrah yang sudah divaksin minimal sebanyak dua kali. Jika terdapat jemaah ibadah umrah pengguna vaksin dosis pertama dan kedua yang berbeda, maka belum ada aturan lebih rincinya lagi dari Kerajaan Arab Saudi sejauh ini," katanya

Sementara itu, untuk penambahan biaya karantina tersebut dikatakan Junaidi, diperkirakan ada penambahan biaya untuk karantina tersebut adalah sebanyak 200 dolar, atau sekitar Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta.

"Yang pastinya ini membebani jemaah. Karena anggaran sebanyak itu bukan biaya yang sedikit. Tapi kita juga sudah bertanya kepada sejumlah jamaah, mereka juga cukup mengikuti pemberitaan, dan menyatakan tetap bersedia. Namun tetap berharap ada perubahan," ujarnya.

Baca juga: Kemenag Inhu Belum Terima Aturan Baru Soal Jenis Vaksin untuk Jemaah Umrah

Junaidi menambahkan, setelah 48 jam karantina nantinya, maka jemaah akan tes PCR. Kalau sudah negatif, bisa umrah.

Biaya karantina nantinya akan masuk ke paket umrah yang akan diambil oleh calon jemaah. Penerapan biaya karantina mandiri sama seperti kebijakan yang memang berlaku di banyak negara.

Lokasi karantina rencananya akan disiapkan oleh Pemerintah Arab Saudi .

Sementara itu, seorang calon jamaah haji asal Pekanbaru, Daimar mengatakan, biaya Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta tersebut bukanlah anggaran yang sedikit baginya.

Namun bagaiamana pun karena itu sudah menjadi kebijakan, pihaknya tetap akan bersedia membayar karena sudah rindu dengan Mekah . 

Baca juga: Dinkes Riau Ingatkan Travel Umrah Agar Mengarahkan Calon Jamaah Vaksinasi Covid-19

"Kalau memang begitu kebijakannya mau bagaimana lagi. Saya sudah menunggu terlalu lama rasanya. Biarlah bertambah biaya sebanyak itu, akan dicarikan nanti, bagaimanapun caranya, kami sudah terlalu rindu dengan tanah suci," kata Daimar.

Hal serupa juga dikatakan Fahmi, calon jamaah haji asal Pekanbaru lainnya. Karena tak ada pilihan lain, maka menurutnya tidak masalah kalau dirinya harus menanggung biaya karantina tersebut. 

"Harapan kita, kalau bisa jangan ada tambahan biaya lagi harusnya. Tapi kalau memang tak ada pilihan lain, mau tak mau kita tetap bersedia membayar biaya tambahan itu," tuturnya.

( Tribunpekanbarutravel.com )

Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Minta Sistem Karantina Dihilangkan, Ini Alasannya

Arab Saudi Perbolehkan Jemaah Indonesia Umrah, Pengusaha Tour and Travel di Riau Dapat Angin Segar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved