Aturan Baru, Masuk Mal di Pekanbaru Harus Tunjukkan Bukti Vaksin Covid-19, Ini Kata DPRD Kota

Pekanbaru kini PPKM Level 2, pemerintah akan memberlakukan sejumlah aturan, salah satunya adalah menunjukkan bukti sudah vaksin untuk masuk mal

Editor: Theo Rizky
Istimewa
Petugas Covid Mal SKA mengukur suhu tubuh pengunjung masuk Mal 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Kota Pekanbaru kini sudah berada PPKM Level 2 . Seiring dengan hal ini, pemerintah akan memberlakukan sejumlah aturan, seperti halnya masyarakat yang ingin masuk mal, harus menunjukkan sertifikat vaksin, yang dibuktikan masuk dalam aplikasi PeduliLindungi .

Terkait hal ini, Komisi III DPRD Pekanbaru yang membidangi masalah kesehatan, mendukung rencana pemerintah tersebut

Namun tidak serta merta harus menjadi prioritas utama. Sebab, Pemerintah harus memastikan dulu, tingkat vaksinasi di Kota Pekanbaru, apakah sudah dilakukan untuk semua masyarakat atau belum mencapai persentase herd immunity (70 persen vaksin pertama dan kedua).

"Untuk sementara ini, saya secara pribadi mendukung masuk mal pakai kartu vaksin. Karena tujuannya pasti bagus, untuk mengantisipasi kontak pengunjung dari luar kota," tegas Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru H Ervan, kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (8/12/2021).

Namun Politisi Gerinda ini menyarankan, agar pemerintah juga melakukan action di pintu mal, melaksanakan vaksin bagi masyarakat yang belum vaksin. Sehingga kebijakan yang dibuat, sesuai dengan target yang diinginkan.

Baca juga: Belum Suntik Vaksin Covid-19? Segini Pasokan Vaksin Yang Ada di Kota Pekanbaru

Karena dia meyakini, yang masuk mal tersebut, bukan hanya masyarakat Kota Pekanbaru. Tapi dipastikan dari luar Kota Pekanbaru, bahkan dari luar Provinsi Riau .

Apalagi saat ini mau akhir tahun, akan banyak pendatang di Kota Pekanbaru .

Lebih dari itu, masih keterangan H Ervan, belum vaksinnya sebagian masyarakat bukan berarti masyarakat itu sendiri yang tidak mau vaksin.

Tapi karena selama ini mereka sulit untuk vaksin, karena keterbatasan kuota.

Baca juga: Siap-siap, Masuk Mal di Kota Pekanbaru Harus Sudah Vaksin Covid-19

"Jadi, apapun rencana pemerintah, harus sesuai dengan action di lapangan. Tidak hanya lips servis atau sekadar seremonial saja. Apalagi sekarang kami yakini, masyarakat sudah tinggi animonya untuk vaksin dan menjalankan prokes sehari-hari," ujarnya lagi.

Disinggung tempat rekreasi lainnya, termasuk hotel dan acara di berbagai gedung yang notabenenya menimbulkan kerumunan tidak diwajibkan menunjukkan bukti vaksin, ia menegaskan, bahwa sebenarnya pemerintah tidak melakukan tebang pilih.

Karena di mana pun ada potensi kerumunan, jika itu menjadi aturan wajib, pemerintah harus memberlakukannya sama.

"Kalau hanya mal, kita tidak sepakat. Harus sama lah diberlakukan," sebutnya.

Hanya saja ia meyakini, karena hingga akhir tahun anak sekolah tidak libur, maka potensi kerumunan yang berlebihan di tempat rekreasi, hotel dan lainnya, tidak akan parah.

"Jangan abaikan prokes itu, karena Keuntungannya juga untuk diri sendiri. Kami yakin masyarakat sekarang sudah sadar akan pentingnya Prokes itu," katanya.

( Tribunpekanbarutravel.com )

PPKM Level 1 Hanya Bertahan 2 Minggu, Kota Pekanbaru Kembali Naik ke PPKM Level 2

PPKM Level 3 Nataru Serentak Batal Diterapkan, Ini Tanggapan Wako Pekanbaru

Mobil Lab PCR Dioperasikan di Riau, Gubri Bersama 24 Pegawai Pemprov Riau Jalani Pemeriksaan Perdana

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved