Kuota Haji Tahun 2023 Kemungkinan Besar Akan Kembali Normal

Pihak Kemenag berharap nantinya akan ada penambahan kuota oleh pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia

Editor: Theo Rizky
(TRIBUNNEWS/Bian Harnansa)
Sejumlah orang menaiki bukit Jabal Rahmah di Arafah yang letaknya dekat dengan Masjid Namirah, dan berada di antara Mekkah dan Thaif, Arab Saudi. Tempat wisata ini kerap dikunjungi oleh para jemaah haji, usai melakukan umroh atau wukuf di Arafah. Jumat. (8/7/2022). 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM - Besar kemungkinan jumlah kuota haji untuk tahun 2023 akan kembali normal seperti sebelum pandemi.

Mengingat kondisi di Tanah Suci terus membaik dan aktivitas ibadah juga sudah kembali berjalan normal.

Hal ini disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI Hilman Latif, melalui kegiatan Sosialisasi Kebijakan Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Tahun 1443 H/2023 M bersama Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, yang bertempat di Hotel Premier Pekanbaru, Senin (26/9/22).

"InsyaAllah jumlah kuota jamaah haji kita akan kembali normal pada 2023 mendatang. Jika tidak ada peningkatan kasus Covid-19 lagi, Arab Saudi akan mengembalikan jumlah kuota haji kita sesuai dengan jumlah semula," kata Hilman Latif, yang didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov Riau Dr. H. Mahyudin, MA, dalam acara itu. 

Kegiatan sosialisasi tersebut juga dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang, Kepala Kemenag Se-Provinsi Riau, pimpinan travel haji dan umrah beserta undangan lainnya.

Baca juga: Kuota Jemaah Haji Riau 2023 Diperkirakan Bakal Bertambah 48 Persen

Sebagaimana diketahui, jumlah kuota jamaah haji Indonesia sebelum pandemi adalah sekitar 250 ribu jamaah.

Vakum tahun 2020 dan 2021, akhirnya pada tahun 2022 musim haji kembali digelar, untuk Indonesia jumlahnya dibatasi menjadi 100.051.

Sementara itu, Plt Kakan Kemenag Pekanbaru H Abdul Wahid, M.I.Kom menambahkan, pemberangkatan jamaah tahun 2022 ini belum separuh dari jamaah tahun 2020 yang berangkat.

Karena itu, pihak Kemenag berharap nantinya akan ada penambahan kuota oleh pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia, sehingga juga berdampak kepada jemaah haji Riau , mengingat sudah dua tahun musim haji ditiadakan karena Covid-19

"Kita juga berharap ada penambahan kuota dari pemerintah Arab Saudi nantinya. Mengingat sudah 2 tahun haji ditiadakan. Yang berangkat tahun 2022 ini saja belum separuh dari jumlah jamaah tahun 2020 yang berangkat," ujar Wahid lagi.

Sementara itu, terkait masalah umur dikatakan Wahid diharapkan tidak lagi ada pembatasan pada tahun 2023 mendatang, sehingga usia 65 ke atas bisa menjadi prioritas.

Baca juga: Ratusan Jemaah Umrah Riau Terancam Tidak Bisa Berangkat Karena Kelangkaan Vaksin Meningitis

Sebagaimana aturan sebelumnya, pihak Saudi juga membatasi jamaah yang bisa diberangkatkan adalah yang usianya 65 tahun kebawah, terkait masih dalam pandemi sebelumnya. 

"Untuk umur tahun ini memang masih ada dibatasi, tapi semoga tahun depan tidak ada pembatasan umur lagi, sehingga kita bisa mengutamakan jamaah yang sudah berusia lanjut, yang akan menjadi prioritas kita ke depan," tambahnya.

Update tentang haji dan umrah lainnya dari pusat dikatakan Wahid adalah terkait adanya kenaikan harga paket layanan di Masyair, baik Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Kebijakan tersebut berdampak terhadap adanya penambahan biaya bagi jemaah haji Indonesia

"Selama ini biaya haji sudah include dengan biaya Masyair, namun untuk tahun ini pemerintah Arab Saudi tidak lagi memasukkan Masyair dalam biaya sebelumnya sehingga ada tambahan biaya. Sebetulnya tahun 2022 ini sudah mulai, tapi karena informasinya mendadak dan tidak mungkin minta biaya tambahan pada jemaah, akhirnya DPR dan pemerintah mencarikan solusi dengan adanya penambahan biaya sebanyak Rp 1,5 triliun untuk 100.051 jamaah yang berangkat 2022 ini," jelasnya. 

Baca juga: Lebih Cepat & Hemat, Travel Ameera Mekkah Akan Terbangkan Jemaah Umrah Riau Via Bandara Kualanamu

Informasi lainnya terkait pelaksanaan haji tahun depan adalah terkait panitia penyelenggara yang selama ini pada umumnya adalah laki-laki, maka untuk tahun depan akan diseimbangkan, karena jumlah kuota jemaah perempuan lebih dominan.

"Panitia penyelenggara haji tahun depan karena jemaah mayoritas perempuan, namun pada umumnya pembimbing kebanyakan adalah laki-laki, maka untuk tahun depan khusus pembimbing ibadah haji akan direktut pembimbing haji perempuan. Karena ada sejumlah fiqih yang memang tidak bisa dijelaskan secara detail oleh petugas pembimbing laki-laki kepada jamaah perempuan," ujarnya.

Sedangkan terkait Vaksin Meningitis , hal ini juga menjadi bahasan dalam sosialisasi tersebut. Dimana pada saat ini pemerintah Arab Saudi tidak lagi mewajibkan Vaksin Meningitis sebagai syarat.

Sementara di Indonesia tetap diwajibkan dan sebagian daerah saat ini mengalami kelangkaan jenis vaksin tersebut, termasuk Provinsi Riau

Baca juga: Stok Vaksin Meningitis Kosong, Keberangkatan Jemaah Umrah Terhambat, Diskes Riau Surati Kemenkes

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved