Kuota Haji Tahun 2023 Kemungkinan Besar Akan Kembali Normal

Pihak Kemenag berharap nantinya akan ada penambahan kuota oleh pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia

Editor: Theo Rizky
(TRIBUNNEWS/Bian Harnansa)
Sejumlah orang menaiki bukit Jabal Rahmah di Arafah yang letaknya dekat dengan Masjid Namirah, dan berada di antara Mekkah dan Thaif, Arab Saudi. Tempat wisata ini kerap dikunjungi oleh para jemaah haji, usai melakukan umroh atau wukuf di Arafah. Jumat. (8/7/2022). 

"Tentu diperlukan pembicaraan dengan Kementerian Kesehatan tentang Penyediaan Vaksin Meningitis ini, jika memang tetap diwajibkan bagi jemaah umrah kita. Atau tidak lagi menjadi kewajiban bagi jemaah umrah karena di Arab Saudi tidak lagi diwajibkan Vaksin Meningitis ini, yang diwajibkan hanya Vaksin Covid-19 . Kita berharap masalah kelangkaan dari vaksin meningitis ini dapat diselesaikan dengan cepat, sehingga tidak ada jemaah umrah yang terlantar," tuturnya. 

Sementara itu, adanya penambahan kuota haji untuk tahun depan tersebut disambut hangat oleh pihak travel haji dan umrah yang ada di Riau.

Pasalnya para jemaah yang sempat tertunda keberangkatannya selama 2 tahun sudah tidak sabar ingin berangkat ke tanah suci.

Pimpinan PT Shirotol Jannah (SJ), Junaidi, yang juga merupakan Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Riau Kepri mengatakan, pihaknya sangat bahagia mendapatkan kabar itu. Ia berharap agar kabar tersebut bisa terwujud nantinya.

Baca juga: Cerita Penjual Oleh-oleh Khas Haji di Pekanbaru, Berawal dari Ruang Tamu Hingga Raup Puluhan Juta

"Alhamdulillah, tentunya kita sambut baik informasi ini, dan semoga tidak ada kendala, dan kasus Covid-19 terus melanda, sehingga kondisi kembali normal, dan kuota haji kita pun kembali seperti semula. Tentu kita sangat bahagia sekali jika ini terwujud nantinya, para calon jamaah haji juga sudah tidak sabaruntuk bisa berangkat," kata Junaidi.

Namun ia berharap, kalau pun ada kenaikan, jumlahnya tidak terlalu signifikan, karena banyak di antara jemaah yang sebetulnya kesulitan dalam mengumpulkan uang tambahan tersebut. 

"Kalau ada kenaikan sebenarnya wajar ya, karena dari dulu memang terus meningkat biayanya. Tapi kita harapkan kenaikan tidak terlalu signifikan, sehingga tidak memberatkan jamaah kita," harapnya.

( Tribunpekanbarutravel.com )

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved