Pertamina Apresiasi Polda Riau Atas Pengungkapan Penyimpangan BBM dan LPG Subsidi

Polda Riau dan jajaran berhasil mengungkap sejumlah kasus penyimpangan BBM dan LPG subsidi. 

Editor: Theo Rizky
Istimewa
Polda Riau dan jajaran berhasil mengungkap sejumlah kasus penyimpangan BBM dan LPG subsidi.  

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM - Pertamina memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan berterima kasih atas upaya yang telah dilakukan Polda Riau dan jajaran dalam pengungkapan kasus penyimpangan BBM dan LPG subsidi

Section Head Commrell Pertamina Patra Niaga Sumbagut Agustiawan mengatakan, semoga dengan adanya pengungkapan kasus penyimpangan BBM ini dapat memberikan efek jera bagi oknum penyelewengan BBM dan LPG subsidi.

"Atas ulah pelaku ini tentunya negara dirugikan dan masyarakat juga dirugikan," ujar Agustiawan kepada Tribun, Senin (26/9/2022).

Seperti diberitakan, sepanjang tahun 2022 ini Polda Riau dan jajaran berhasil ungkap 41 kasus penyimpangan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan jumlah tersangka 65 orang. Kemudian khusus selama Agustus hingga September berhasil diamankan 49 orang tersangka.

Tidak tanggung-tanggung berhasil diamankan sebanyak 37.147 liter biosolar, kendaraan mobil roda 4 dan roda 6 sebanyak 38 unit, kendaraan roda 2 ada 5 unit, 29 buah baby tank dan uang tunai Rp17 juta.

Baca juga: Sudah 70 Ribu Lebih Masyarakat Riau Daftar Subsidi Tepat MyPertamina

Baca juga: Pengendara Mobil Mulai Tunjukkan QR Code MyPertamina di SPBU Pekanbaru

Selanjutnya Polda Riau juga berhasil gerebek gudang pengoplosan LPG bersubsidi 3 kilogram dengan membeli harga normal di agen-agen di Kota Pekanbaru.

Kemudian membawanya ke lokasi dan dipindahkan melalui penyulingan ke tabung yang lebih besar, yakni 5,5 kg dan 12 kg yang tidak bersubsidi. 

Atas aksinya itu tersangka sebanyak 5 orang yang diamankan yang beroperasi sejak 2,5 bulan terakhir berhasil meraup keuntungan hingga Rp500 juta.

Dalam pengungkapan itu juga berhasil disita 58 tabung berukuran 12 kg dan 44 di antaranya telah berisi gas.

Baca juga: Pendaftar MyPertamina di Riau Meningkat Drastis, Sehari Bisa Tembus 2.500 Orang Pendaftar

Kemudian 90 tabung ukuran 5,5 kg dan 36 tabungmya berisi gas. Selanjutnya 102 tabung berukuran 3 kg dan 80 tabung diantaranya berisi gas.

Selain itu ada juga 410 segel warna kuning tanpa merk, 810 segel plastik warna hitam bertuliskan PT Gifa Andalan Sejahtera, 810 helai plastik bertuliskan Cahaya Kerinci Abadi, 13 batang selang konektor, 2 unit mesin pendorong gas, 2 kompresor, 1 hair dryer, 16 blok nota kosong, 168 raber sel. 

"Untuk pemeriksaan kasus lebih lanjut, kami akan berkoordinasi dengan pihak Polda Riau agar dapat menelusuri sumber dari penyelewengan tersebut dan tentunya Pertamina akan menindak lembaga penyalur yang terindikasi terlibat dalam kasus-kasus tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku," ucap Agustiawan.

( Tribunpekanbarutravel.com )

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved