Kasus DBD di Pekanbaru Tinggi, Dewan Ingatkan Jangan Anggap Sepele Hal Ini

Nyamuk akan lebih mudah berkembang biak pada lingkungan yang kurang bersih

Editor: Theo Rizky
Istimewa
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Munawar 

Tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bertuah , menjadi perhatian serius anggota DPRD Pekanbaru, Munawar Syahputra. Karena itu, ia mengingatkan segenap pihak untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

"Nyamuk akan lebih mudah berkembang biak pada lingkungan yang kurang bersih. Ditambah lagi cuaca yang kerap hujan, membuat wadah berkembang biaknya nyamuk semakin banyak karena genangan air ada di mana-mana. Di sinilah kepedulian kita terhadap kebersihan lingkungan harus lebih ditingkatkan," ujarnya, Selasa (29/11/2022).

Munawar mengaku prihatin dengan fakta yang terjadi, di mana kasus DBD di Pekanbaru mencapai 755 kasus sepanjang November tahun ini. Apalagi, penyakit ini telah memakan korban dua nyawa.

"Kondisi ini patut jadi perhatian kita semua. Khususnya bagaimana mencegah penyakit ini terus berkembang, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa," tambah politisi Partai NasDem ini.

Menurutnya, salah satu solusi pencegahan terbaik adalah dengan meningkatkan kebersihan di lingkungan masing-masing.

Sebab lingkungan yang bersih, akan membuat wadah berkembangnya nyamuk jadi berkurang.

"Kesannya memang remeh, tapi jangan dianggap sepele. Apalagi sampah juga masih jadi masalah serius di Kota Pekanbaru," ingatnya.

Tak hanya itu, Munawar juga mengingatkan pentingnya Gerakan 3M plus, yakni menutup tempat penampungan air, mengubur barang bekas, menguras bak air hingga menaburkan bubuk abate di penampungan air.

"Semua bermuara kepada satu arah, yakni kebersihan lingkungan. Bahkan dari genangan air saja, bisa membuat nyamuk aedes aegepty, berkembang biak dengan cepat. Padahal, nyamuk ini yang membawa virus DBD," tekannya lagi.

Sedangkan untuk penanganan kasus DBD di Kota Bertuah, Munawar mengingatkan Pemko Pekanbaru khususnya instansi terkait, lebih meningkatkan pengawasan dan selalu sigap bila menemukan warga yang terjangkit kasus ini.

"Masyarakat juga kita minta awas. Kalau ada yang mengalami gejala DBB, segera berobat," imbaunya.

Gejala yang dimaksud antara lain demam tinggi, sakit kepala hebat, badan lemas dan lesu, nyeri di sekujur tubuh, dan tidak enak badan.

Selanjutnya bola mata terasa sakit saat digerakkan hingga munculnya bintik-bintik DBD yang khas berupa ruam yang tidak hilang saat diregangkan.

Menurut pria yang bakal maju menjadi Caleg DPRD Provinsi Riau ini, untuk menangani permasalahan seperti ini, butuh kepedulian dan kebersamaan yang tinggi, antara pemerintah dan masyarakat.

"Di satu sisi masyarakat Pekanbaru terus meningkatkan kebersihan lingkungan. Di sisi lain, Pemko Pekanbaru juga siap memberikan layanan saat dibutuhkan masyarakat," ujarnya lagi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Pemko Pekanbaru, dr Zaini Rizaldy mengakui, kasus DBD pada bulan November tahun ini, tergolong tinggi, yakni mencapai 755 kasus. Penyakit ini juga telah memakan korban dua warga yang berusia di bawah 16 tahun.Z

aini Rizaldy menuturkan, kasus DBD tertinggi ditemukan di Kecamatan Marpoyan Damai 113 kasus. Sedangkan di kecamatan lain, kasusnya bervariasi. Seperti Kecamatan Tuah Madani dengan 96 kasus, Sukajadi 45 kasus, Senapelan 33 kasus, Pekanbaru Kota 13 kasus dan Kecamatan Limapuluh sebanyak 35 kasus.

Selanjutnya Kecamatan Sail 15 kasus, Bukitraya 47 kasus, Payung Sekaki 92 kasus, Bina Widya 60 kasus, Tenayan raya 81 kasus. Kemudian, Kulim 6 kasus, Rumbai 76 kasus, Rumbai Barat 11 kasus dan Rumbai Timur 32 kasus.

Zaini mengimbau pasien harus cepat mendapat penanganan medis agar bisa segera disembuhkan. Untuk penanganan awal, yang terjangkit DBD harus banyak minum air putih. Pasien bisa minum obat penurun panas dengan dan kompres kepala dengan air dingin.

"Bila memang kondisi tidak ada perubahan, bisa segera menghubungi dokter, guna mendapat penanganan medis," terangnya. 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved