Melihat Riset Aksi Partisipatif untuk Pencegahan Kebakaran dan Restorasi Gambut Ala CIFOR di Siak

Total ada dua kampung yang menjadi objek riset CIFOR di Kabuten Siak, Kampung Ara Permai dan Kampung Penyengat

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Deputy Country Director & Senior Scientist CIFOR-ICRAF Indonesia Country Programme yang juga Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof Dr Herry Purnomo (tengah) ikut menanam bibit kopi liberika di Kampung Kayu Ara Permai Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak, Riau 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM - Dengan semangat tinggi, Kelompok Tani Naga Permai dan Kelompok Tani Permai Bertuah di Kampung Kayu Ara Permai Kecamatan Sungai Apit berkolaborasi menanam bibit kopi liberika.

Kopi jenis ini sengaja dipilih karena cocok dengan karakteristik lahan gambut.

Bila berhasil, kebun kopi ini bakal menjadi kebun Kopi Liberika pertama di Kabupaten Siak , Provinsi Riau .

Disampaikan Ketua Kelompok Tani Naga Permai, Yulius, Rabu (30/11/2022), ada sekitar dua hektare lahan kabun karet yang ditanami 1800 bibit kopi liberika secara perdana di sana.

Tumpangsari karet dengan kopi diharapkan dapat membantu para petani untuk menganeka ragamkan sumber pendapatan 

“Pola penanaman kopi di kebun karet ini sengaja kami lakukan karena kopi butuh naungan ketika baru ditanam, kami sengaja memilih lahan desa yang terbengkalai yang tidak dimanfaatkan oleh desa untuk menanam kopi dan memanfaatkan naungannya, daripada kami harus menanam naungan terlebih dahulu,” kata Yulius seraya menjelaskan bahwa pihaknya membersihkan lahan tersebut tidak dengan cara membakar, namun dengan cara ditebas dan kemudian sampahnya dibiarkan untuk pemupukan.

Ditambahkan Yulius, kelompok taninya sengaja memilih tanaman kopi karena ingin mencoba sesuatu yang berbeda.

“Di sini kami pahamnya cuma nanas atau sawit, tapi sekarang kita ingin inovasi yang baru, apalagi kopi liberika memang cocok untuk tanah gambut, mudah-mudahan bisa berhasil,” ujarnya.

Meski masih baru memulai, namun Yulius sudah memetakan apa yang akan dilakukan pihaknya ke depan.

Pertama, kelompok tani nya akan menjual sendiri bahan mentahnya. selanjutnya, mereka juga bercita-cita menjadi menjadi penyaji kopi profesional alias barista.

Penanaman bibit kopi liberika di Kampung Kayu Ara Permai Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak, Riau
Penanaman bibit kopi liberika di Kampung Kayu Ara Permai Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak, Riau (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

“Untuk hal penjualan bahan mentah, kami akan bekerja sama dengan Bumkam (Badan Usaha Milik Kampung) karena kita juga harus mandiri, targetnya dalam 3 tahun tanaman kopi ini sudah belajar berbuah sedangkan panen raya-nya kemungkinan 4 sampai 5 tahun ke depan,” tambahnya lagi.

Penanaman bibit kopi liberika di Kampung Ara Permai Siak tersebut merupakan satu dari sejumlah arena aksi dalam program Riset Aksi Partisipatif untuk Pencegahan Kebakaran dan Restorasi Gambut Berbasis Masyarakat di Kabupaten Siak oleh Lembaga Riset Internasional CIFOR

Total ada dua kampung yang menjadi objek riset di Kabuten Siak, Kampung Ara Permai dengan lima arena aksi, dan Kampung Penyengat dengan empat arena aksi.

Tiap-tiap arena aksi dikelola oleh kelompok tani setempat, mereka bebas memilih tanaman apa yang mereka minati.

Ada yang memilih menanam matoa, kelengkeng, kelapa hibrida, pisang dan lainnya. Untuk memaksimalkan lahannya, ada juga yang membuat sekat kanal secara permanen.

Sementara itu, CIFOR yang memberikan pendampingan dan pendanaan, seperti penyediaan bibit hingga pengadaan pupuk.

Contohnya Kelompok Wanita Tani Permai Indah Duo yang juga berada di Kampung Katu Ara Permai

Ketua Kelompok Wanita Tani Permai Indah Duo, Yusmiati mengatakan, dirinya telah mendapat bantuan dari CIFOR berbentuk bibit jahe merah yang sudah ditanam dua bulan yang lalu.

“Kami sudah kelola bersama ibu-ibu, di sini, kami juga mendapatkan pupuk dan cara pengolahan yang benar dibimbing oleh CIFOR,” katanya.

Kelompok taninya sengaja memilih jahe merah karena menilai tanaman tersebut memiliki pangsa pasar yang cukup bagus, apalagi selain dikenal sebagai bumbu dapur, jahe merah juga identik sebagai bahan obat tradisional.

Kelompok Wanita Tani Permai Indah Duo di Kampung Katu Ara Permai Kabupaten Siak Riau menanam jahe merah
Kelompok Wanita Tani Permai Indah Duo di Kampung Katu Ara Permai Kabupaten Siak Riau menanam jahe merah (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved