Cerita Ike Rismen, Sukses Berkebun Durian Premium dan Buka Outlet di Pekanbaru

Bagi pecinta durian yang ada di Riau dan Sumatera Barat tentu sudah tidak asing lagi dengan nama Ike Rismen.

Editor: Theo Rizky
Istimewa
Vokalis Repvblik, Ruri Herdian Wantogia (kiri) saat berkunjung ke outlet durian premium Ike Rismen (kanan), Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru, beberapa waktu lalu.  

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM - Sekitar 27 tahun silam, salah seorang warga Kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat datang merantau ke Pekanbaru sebagai buruh angkat material bangunan.

Kini, pria bernama Ike Rismen itu kembali ke Pekanbaru, namun kali ini ia datang sebagai pengusaha, berekspansi mengembangkan usaha durian premiumnya.

Bagi pecinta durian yang ada di Riau dan Sumatera Barat tentu sudah tidak asing lagi dengan nama Ike Rismen.

Pengusaha dan pemilik kebun durian premium Ike Rismen Farm asal Limapuluh Kota yang sukses dengan tanaman durian premiumnya, kini ia membuka outlet durian premium di Kota Pekanbaru, tepatnya di Jalan Arifin Ahmad, samping rumah makan Pauh Piaman.

Ia juga sangat sering diundang sebagai narasumber dalam berbagai seminar tanaman durian, di Provinsi Riau dan Sumatera Barat

Jatuh pilihannya membuka outlet di Pekanbaru tidak terlepas dari banyaknya permintaan durian premium dari Provinsi Riau , juga karena Pekanbaru menjadi kota rantau pertama bagi pria kelahiran 1980 ini, yang memiliki banyak kenangan di Kota Bertuah

Baca juga: Es Cendol Cinta Raya Padang Tidak Pernah Sepi Pembeli, Ada Rasa Durian dan Vanila, Rp 5 Ribu Seporsi

Durian premium tentu saja memiliki kualitas yang juga premium, sekaligus harga premium.

Sehingga yang datang ke outlet rata-rata memang dari kalangan kelas menengah keatas.

Selain jenis durian Musang King dan Bawor, di outlet tersebut juga disediakan durian kampung pilihan, atau yang premium.

Untuk Musang King harganya Rp390 ribu perkilogramnya, Bawor Rp175 ribu perkilogramnya, dan durian kampung pilihan Rp60 ribu perkilogramnya. 

Outlet itu juga direncanakan akan segera dilaunching jelang akhir tahun ini, walau pun sudah mulai dibuka dan banyak pelanggan yang berdatangan saat ini.

Baca juga: Petani Durian Bengkalis Berharap Musim Durian Bisa Masuk Kalender Wisata Kuliner Tahunan

Diceritakan Ike Rismen, awal mula ia berkebun durian bermula dari kecintaannya terhadap raja buah itu. Sejak kecil, kalau sudah datang musim durian, bagaimana pun caranya ia harus dapat durian. 

"Sehingga tidak jarang warga ketakutan dengan saya kalau sudah musim durian. Karena saat kecil dulu saya memang sudah penggemar berat durian. Sementara kami tidak punya batang durian. Bagaiamana pun caranya saya mesti dapat durian," kenang Ike berkelakar mengingat masa kecilnya.

Namun pernah satu kejadian, salah satu durian jantung di kampungnya yang dianggap Ike Rismen durian terenak baginya ketika itu, ditebang oleh yang punya.

Sedih bukan main hati Ike Rismen. Ia membayangkan tidak akan pernah bisa lagi makan durian enak seperti itu.

Namun  hal itu juga yang membuat dirinya menjadi seperti sekarang. Ia termotivasi untuk menanam durian yang enak, dan memiliki cita-cita yang besar untuk rencananya itu.

Baca juga: Begini Cara Membuat Lempuk Durian, Penganan Khas Melayu Riau yang Enak dan Tahan Lama

"Saya merantau ke Kulim Pekanbaru tahun 1995, saat usia 15 tahun, saya bekerja jadi buruh angkat material bangunan, seperti batu bata, pasir dan lainnya. Tahun 2002 kemudian pulang kampung. Sampai di kampung saya dapati durian jantung yang sangat saya sukai ditebang yang punya. Saya menangis, sedih bukan main. Bagi saya itu durian terenak dari banyak jenis durian yang rasakan. Dari situlah kemudian saya berdoa kepada Allah SWT, agar memberikan saya kesempatan untuk menanam durian yang enak," imbuhnya. 

Akhirnya tahun 2012 atau 10 tahun yang lalu, Ike Rismen mendapatkan lahan 1,5 hektare, yang menjadi kebun duriannya saat ini, di Jorong Sipingai, Kenagarian VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota. Tahun 2013 kemudian lobang sudah selesai digali, namun bibit belum kunjung didapat.

"Akhirnya tahun 2014 saya dapat kabar ada bibit di Banyumas, durian Bawor. Saya berangkat ke sana dengan kawan dan angkut bibit dengan mobil pulang. Kemudian bulan Juni tahun 2014 tersebut saya mulai menanam," ulasnya.

Baca juga: Suka dengan Buah Durian? Ini 8 Kuliner Olahan Durian yang Wajib Kamu Coba Jika Berkunjung ke Riau

Namun diakui Ike Rismen, upayanya untuk berkebun durian tersebut dikatakan Ike Rismen tidak mendapatkan respon yang cukup bagus dari masyarakat sekitar.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved