Pemuda Bengkalis Sukses Jual Minyak Herbal Ramuan Orangtua, Minyak Herbal Rosmini

Awalnya ramuan Minyak Herbal Rosmini yang dibuat ibunya hanya digunakan untuk pengobatan ayahnya yang mengalami kecelakaan

Editor: Theo Rizky
Istimewa
Minyak Herbal Rosmini yang di Kelola Nizam berhasil mendapatkan penghargaan prototype produk terbaik 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM - Membangun usaha ternyata tidak perlu berpikir terlalu jauh. Cukup memanfaatkan potensi yang ada disekitar saja, jika dikelola dengan serius bisa jadi hasilnya diluar dugaan.

Ini dibuktikan oleh Maulidur Nizam (21) mahasiswa Universitas Riau asal Pangkalan Batang Kabupaten Bengkalis

Pria yang menjalani perkuliahan di jurusan menajemen ini berhasil meraup pundi pundi rupiah dari ramuan minyak herbal buatan ibunya.

Nizam bercerita awalnya ramuan minyak herbal yang dibuat ibunya hanya digunakan untuk pengobatan ayahnya yang mengalami kecelakaan di tahun 2021 lalu.

Minyak yang dibuat dari campuran rempah rempah dengan racikan turun temurun tersebut dioleskan pada luka ayahnya.

"Ternyata cukup manjur, dalam seminggu luka luka akibat kecelakaan dengan menggunakan minyak herbal ini langsung kering dan sembuh," terangnya.

Karena khasiatnya cukup efektif Nizam seketika itu terpikir untuk menjadikan bisnis minyak herbal ramuan orangtuanya ini. Apalagi Nizam yang sudah beberapa kali mencoba berbisnis dengan berbagai usaha semasa kuliah.

Baca juga: Cerita di Kampung Zapin Desa Meskom Bengkalis, Mengenal Tarian Sarat Makna yang Diajarkan Sejak Dini

"Kami lihat ini sebuah peluang marketnya kecil dan kompetitornya tidak banyak. Terpikirlah ingin menjual minyak yang dibuat mama ini," ungkapnya.

Dengan keyakinan kuat dan kemampuan bisnis yang di dapat dari perkuliahan Nizam mencoba menjual minyak herbal racikan orangtuanya ini.

Awal membuka usahanya Nizam membeli botol kemasan di salah satu toko online untuk kemasan minyak herbal yang akan dijualnya.

Sebanyak sepuluh botol yang disiapkan oleh Nizam. Target awal penjualan produk ini diarahkannya kepada teman teman dekat serta keluarga saja.

"Kalau pertama jual itu kemungkinan orang membeli itu ada karena segan atau karena paksaan kita aja," Ceritannya sambil tertawa.

Usai menjual sepuluh botol ini, Nizam tidak menyerah begitu saja. Dirinya menunggu respon dari pembeli produknya tersebut dengan harapan ada pemesanan selanjutnya.

Baca juga: Lempuk Durian nan Manis dan Legit, Oleh-oleh Khas Kabupaten Bengkalis

"Kalau yang beli ini nanya lagi, berarti produknya berhasil. Kalau tidak berarti gagal dan tidak dilanjutkan, namun alhamdulillah orang yang membeli minyak herbal ternyata ada yang kembali lagi mau beli," ungkapnya.

Dari sinilah Nizam mulai serius melakukan penjualan lebih banyak lagi.

Saat penjualan awal namanya produknya minyak urut digunakan untuk urut, namun kemudian diganti nama dengan minyak herbal karena kasiatnya tidak hanya untuk urut saja, bisa menyembuhkan luka, penyakit kulit, luka bakar dan lainnya.

Namun saat awal dirinya mulai mengalami kesulitan untuk menciptakan brand minyak herbalnya ini.

Karena ingin serius menjadikan brand ini untuk pengobatan dirinya harus mengurus izin BPOM dan Halal bakan mendaftarkan hak kekayaan intelektual dari produknya ini.

"Memang untuk pengurusan BPOM dan lainnya gratis, namun untuk melengkapi berkas persyaratan agar mendapatkan izin ini sangat butuh biaya," ceritanya.

Baca juga: Jadi Oleh-oleh Untuk Jokowi Saat ke Bengkalis, Ini Keistimewaan Kuliner Olahan Biji Getah Milik Dewi

Tidak mau putus asa Nizam mencoba memutar otak untuk mendapatkan biaya ini.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved