Selain Hapus Denda Pajak, Tahun Ini Juga Akan Ada Pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan

Program penghapusan denda pajak kendaraan bermotor dan bebas bea balik nama kendaraan di Riau akan diberlakukan

Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Suasana Kantor Samsat Jalan Sudirman Pekanbaru.idak hanya menghapuskan denda pajak kendaraan bermotor, tahun ini Pemprov Riau juga akan memberikan keringanan kepada wajib pajak di Riau. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM - Tidak hanya menghapuskan denda pajak kendaraan bermotor, tahun ini Pemprov Riau juga akan memberikan keringanan kepada wajib pajak di Riau.

Setidaknya ada tujuh program yang diberikan kepada masyarakat Riau. Ketujuh program keringanan pajak tersebut kemudian diberinama Program 7 Berkah Pajak Daerah Lebih Baik.

Di antaranya, pertama adalah program penghapusan denda pajak kendaraan bermotor dan penghapusan denda sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas angkutan jalan.

Kedua, program bebas Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Penyerahan Kedua (BBNKB II) dan Bebas Denda Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Penyerahan Kedua (BBNKB II).

Ketiga, bebas Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Mutasi Masuk dan Kendaraan Lelang.

Keempat, program bebas Tunggakan Pokok Pajak Kendaraan Bermotor yang lebih dari 3 tahun (hanya bayar pokok pajak 3 tahun).

Kelima, Diskon 50 persen Pajak Kendaraan Bermotor 3 Tahun Berturut-turut Bagi Pelaku Usaha Yang Melakukan Mutasi Masuk ( Khusus Kendaraan Bukan Baru dengan Tahun Pembuatan 2021 Ke bawah).

Keenam, Bebas pajak progresive dan terakhir adalah Pengurangan Denda Sanksi keterlambatan dari semula 25 persen menjadi 2 persen saja (yang akan langsung diberlakukan setelah masa program 1 s/d 5 di atas berakhir).

Gubernur Riau Syamsuar saat sidak ke Kantor Samsat Pekanbaru Kota, Selasa (10/1/2023) mengatakan, program 7 berkah pajak daerah lebih baik tersebut dibuat untuk mempermudah masyarakat Riau membayar pajak.

Gubri berharap masyarakat Riau dapat memanfaatkan program 7 berkah tersebut, karena sengat bermanfaat, terutama masyarakat yang terlambat membayar pajak.

"Mari segera manfaatkan 7 berkah pajak daerah agar terhindar dari penerapan sanksi," katanya didampingi Kepala Samsat Pekanbaru Kota dan Kadis Bapenda Riau, Syahrial Abdi. 

Gubri Syamsuar menyampaikan bahwa Samsat Pekanbaru kota termasuk yang dinilai setiap tahunnya oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Republik Indonesia.

Dikatakannya ada tiga yang dinilai oleh Kementerian, diantaranya Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), rumah sakit, dan samsat Pekanbaru Kota. 

"Saat ini nilai kita masih C, nilai ini cukup rendah, dan ini dulu juga sudah pernah dinilai langsung oleh Deputi Pelayanan Publik dari Kementerian PAN RB yang datang ke sini," kata Syamsuar.

Dikatakan Gubri, berdasarkan persentasi yang telah disampaikan oleh Kementerian, Samsat telah mendapat masukan-masukan serta ditunjukkan di mana kelemahan-kelemahannya.

"Saat ini sudah mulai dilakukan perbaikan-perbaikan sesuai apa yang telah disampaikan Deputi Pelayanan Publik," terangnya. 

Setelah melakukan peninjauan, Gubri Syamsuar menilai secara umum pelayanan sudah lebih baik dari yang sebelumnya. 

"Sudah lebih baiklah dari yang sudah-sudah", imbuhnya.

Adapun tujuannya yaitu agar masyarakat yang membayar pajak bisa lebih nyaman dan mendapatkan kemudahan dalam pelayanan.

"Mudah-mudahan tahun 2023 ini bisa lebih baik lagi," katanya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved