Tertunda 2 Tahun, Festival Perang Air Ditargetkan Tarik 300 Ribu Turis Lokal dan Mancanegara

Selama Festival Perang Air di Selatpanjang Kepulauan Meranti, peserta akan mengelilingi rute sambil serang-serangan dengan warga di pinggir jalan.

Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Festival Perang Air atau Cian Cui atau merupakan ikon wisata terbesar yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti. Sejumlah aturan untuk peserta yang mengikuti perang air sudah mereka uraikan dalam sebuah imbauan. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM - Bupati Muhammad Adil meminta warga Tionghoa di Kabupaten Kepulauan Meranti untuk mengajak keluarga dan mengundang tamu dari luar daerah juga luar negeri untuk merayakan Imlek 2574/2023 di Kepulauan Meranti.

Selain itu Bupati Adil juga menawarkan kemewahan event wisata Perang Air yang akan dilaksanakan bertepatan dengan perayaan Imlek tahun ini setelah 2 tahun absen dilaksanakan.

Dia menjamin perayaan Imlek tahun ini berjalan aman serta mengharapkan berlangsung ramai dan meriah.

Sehingga memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat di Kepulauan Meranti.

"Pemerintah kabupaten bersama Polres dan Koramil siap memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama warga tionghoa dalam merayakan Imlek," katanya Rabu (11/1/2023) lalu

Dalam persiapannya, Abupati Adil mengatakan telah dan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar nantinya pelaksanaan perang air akan bisa berjalan dengan baik.

Dirinya menargetkan pada perayaan Imlek dan Perang Air tahun ini, Kepulauan Meranti kedatangan 300 ribu wisatawan baik dari dalam dan luar negeri.

Baca juga: Catat, Ini Aturan, Jadwal dan Rute Festival Perang Air di Selatpanjang Kepulauan Meranti

"Jadi dengan begitu ekonomi akan bisa lebih berkembang. Mudah-mudahan masyarakat bisa menyampaikan kepada seluruh keluarganya yang selama ini tidak bisa pulang agar bisa pulang. Tempat juga kita sediakan yang nyaman," tuturnya.

Kemudian, untuk semakin memeriahkan pelaksanaan Imlek juga, Bupati meminta panitia menyiapkan pertandingan lampu lampion.

Dia berharap di sepanjang jalan-jalan protokol Kota Selatpanjang dipasang lampion.

"Pemkab menyiapkan hadiah uang tunai Rp15 juta bagi pemenang. Jadi sama seperti menyambut Idul Fitri, ada festival lampu colok. Saya tidak membeda-bedakan. Karena kita semua warga Indonesia," sebutnya.

Bupati Adil juga mengajak seluruh stake holder dan lapisan masyarakat di Kepulauan Meranti untuk menjaga situasi Kamtibmas dalam menyambut tahun baru serta perayaan Imlek. 

"Mari bersama kita jaga Kamtibmas di Kepulauan Meranti agar tamu nyaman berada di sini dan para pengusaha mau berinvestasi," pungkas Bupati Adil. 

Baca juga: Persiapan Imlek dan Perang Air, Kepulauan Meranti Bakal Diramaikan Wisatawan Luar Negeri

Waktu dan Rute Perang Air di Selatpanjang

Kepastian event Perang Air telah diputuskan usai rapat koordinasi (rakor) bersama sejumlah unsur terkait untuk membahas segala persiapannya di Gedung Hijau Kantor Bupati, Jumat (13/1/2023) lalu.

Rapat dipimpin langsung oleh Sekda Kepulauan Meranti Bambang Suprianto, dan dihadiri Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Juwita Ratna Sari dan Kabag Ops Polres Meranti Kompol Yudi Setiawan.

Kemudian pihak instansi vertikal lainnya, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), PSMTI, ormas dan beberapa pihak bersangkutan juga tak luput dari rakor tersebut.

Rakor itu membahas soal berbagai aturan yang wajib dipatuhi selama festival perang air yang telah melekat di saat momen perayaan Imlek.

Saran dan masukan juga banyak disampaikan dalam rapat agar pelaksanaannya berjalan lancar.

Satu diantara yang menjadi perhatian sejumlah peserta rapat yaitu, membunyikan petasan saat menyambut dan berakhirnya Imlek.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved