Warga Mengeluh Semua Toko Ritel Pelalawan Dijaga Petugas Parkir, Begini Penjelasan Dishub

Masyarakat mengeluh dimintai uang parkir saat berbelanja di toko ritel, padahal sebelumnya masih jarang diberlakukan. 

Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Petugas parkir meminta retribusi parkir kepada seorang pengunjung toko ritel di Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan pada Kamis (18/1/2023) lalu. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM - Polemik petugas parkir yang ditempatkan di setiap toko ritel di Kabupaten Pelalawan kembali mencuat.

Masyarakat mengeluh dimintai uang parkir saat berbelanja, padahal sebelumnya masih jarang diberlakukan. 

Pantauan Tribunpekanbaru.com, Kamis (19/1/2023) di beberapa toko ritel jenis Alfamart dan Indomaret yang ada di Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, tampak dijaga oleh petugas parkir.

Warga yang datang berbelanja ke toko ritel itu dikenakan yang parkir oleh petugas saat hendak meninggalkan lokasi toko.

Memang tarif parkir yang dikenakan sesuai aturan yakni sepeda motor Rp 1.000 dan mobil bayar Rp 2.000.

Jika sebelumnya belum semua toko waralaba yang dikenakan parkir, sekarang sudah seluruh toko milik dua perusahaan besar itu, termasuk sampai ke gang ataupun pelosok. 

"Kita hanya beli mainan atau permen untuk anak-anak yang harganya murah, terpaksa baar parkir lagi. Pastinya jadi malas belanja," kata seorang warga Pangkalan Kerinci, Indrayanto (45) kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (19/1/2023). 

Ayah dua anak ini sering menanyakan kepada petugas toko ritel terkait uang parkir tersebut.

Berdasarkan pengakuan penjaga toko, pihaknya telah membayar retribusi parkir kepada Pemerintah Daerah (Pemda) setiap bulan.

Namun masih ada petugas parkir yang menjaga dan memungut uang parkir.

Hal ini membuat warga yang berbelanja semakin tidak nyaman, lantaran berbelanja di toko ritel terkenal bebas biaya parkir selama ini. 

"Sekarang makin menjamur. Pokoknya tiap ada toko Alfamart dan Indomaret, pasti ada petugas parkir. Mau di gang, jalan pemukiman, dan lainnya," tambah warga lainnya, Ibrahim (33). 

Kondisi ini memang sudah lama dikeluhkan masyarakat sejak pertengah tahun 2022.

Ketika petugas parkir menjamur di Kota Pangkalan Kerinci dan ada di setiap sudut.

Mulai dari pedagang kelontong, Rumah Toko (Ruko), cafe, pedagang makanan, dan lainnya termasuk toko ritel.

Penjaga parkir yang bertugas menggunakan rompi merah itu terdiri dari laki-laki dan perempuan, dan terkadang masih remaja. 

Menanggapi keluhan warga ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pelalawan Fery Zulkarnain Fasda Bino saat dikonfirmasi membenarkan penjaga parkir yang ditugaskan di setiap toko ritel.

Hal itu merupakan kebijakan dari Dishub dengan menarik retribusi parkir kepada pelanggan toko waralaba itu.

Pasalnya, pihak pengelola toko ritel tidak lagi membayar retribusi parkir per bulan kepada Pemda. 

"Jadi data dari BKPSDM atau Dispenda, Alfamart dan Indomaret tidak bayar pajak parkir lagi ke Pemda seperti sebelumnya. Sekitar dua atau tiga bulan ini," terang Fery Zulkarnain. 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved