Kemeriahan Perayaan Imlek di Selatpanjang

Perayaan Imlek di Selatpanjang Kabupaten Kepualauan Meranti akan berlangsung selama enam hari.

Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Suasana sembahyang pada perayaan Imlek di Vihara Sejahtera Sakti, Selatpanjang, Minggu (22/1/2023). 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM - Perayaan Imlek tahun 2023 ini tampak istimewa bagi warga Tionghoa khususnya yang berada di Selatpanjang, Kepulauan Meranti Riau.

Perayaan tahun ini menjadi tampak meriah dari sebelumnya setelah 2 tahun belakangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) cukup ketat diberlakukan.

Sejak Sabtu (21/1/2023) malam suasana malam pergantian tahun baru China itu tetap berlangsung ramai.

Walau sesekali suasana malam diguyur hujan petasan tetap terdengar meriah diberbagai lokasi.

Pada Minggu (22/1/2023), mulai pagi hari masyarakat Tionghoa nampak ramai mendatangi kelenteng untuk melakukan  sembahyang.

Salah satu klenteng yang ramai dikunjungi adalah Kelenteng Ann Kiong (Sejahtera Sakti) di Jalan Ahmad Yani, Selatpanjang. Mereka melaksanakan ritual sembahyang untuk Dewa Tua Pek Kong.

Baca juga: Ini Rangkaian Perayaan Imlek di Selatpanjang, Ada Perang Air, Night Carnival Hingga Festival Lampion

Klenteng ini diyakini sebagai klenteng tertua di Riau dan menjadi ikon sejarah masyarakat Tionghoa di Selatpanjang.

Kegiatan sembahyang hari pertama imlek ini terlihat lebih difokuskan warga tionghoa di Kelenteng Hoo Ann Kiong dengan membakar hio dan bersujud pada patun dewa-dewi.

Tidak hanya itu mereka juga melakukan tradisi Fang Shen atau melepas burung. Umat konghucu yakin melepaskan burung bisa mendatangkan kebaikan dalam hidup mereka.

Wakil Ketua Yayasan Vihara Sejahtera Sakti, Suardi mengatakan Sejak awal tahun kemeriahan menyambut Tahun Baru Imlek sudah sangat terasa di Kota Sagu ini. 

Baca juga: Sandiaga Uno Diundang untuk Menghadiri Imlek dan Perang Air di Selatpanjang

"Setelah pemerintah mencabut PPKM pada 30 Desember, kita lihat Imlek hari pertama ini di Klenteng Vihara Sejahtera Sakti ini cukup ramai," ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan pada hari pertama Imlek ini masyarakat dari luar daerah cukup ramai datang ke Selatpanjang untuk merayakan Imlek.

Dirinya berharap melalui perayaan Imlek ini, aktivitas masyarakat bisa kembali normal seperti sebelum pandemi dan bisa terbebas dari segala bentuk bencana.

"Harapan kita di tahun 2023 ini kita bisa terbebas Daria segala bencana dan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya." Pungkasnya.

Kemeriahan Imlek bukan saja di lokasi tempat ibadah. Berbagai hiasan dari lampion dan pernak-pernih Imlek tampak terlihat di sejumlah ruas jalan di kota Selatpanjang

Baca juga: Tertunda 2 Tahun, Festival Perang Air Ditargetkan Tarik 300 Ribu Turis Lokal dan Mancanegara

Bagaimana tidak memeriahkan Imlek tahun ini, Pemerintah kabupaten juga melombakan lampion di Selatpanjang dan akan diumumkan pada tanggal 26 Februari malam pada saat ramah tamah di rumah dinas Bupati Kepulauan Meranti.

Suardi mengatakan perayaan Imlek di Selatpanjang akan berlangsung selama 6 hari.

Dimana pada hari ke 6 nantinya akan ada pawai Cue Lak dimana Dewa Cho Se Kong, Tian Tho Wan dan Lie Loh Cia akan ditandu beramai-ramai untuk singgah di 24 kleteng yang ada di Selatpanjang untuk sembahyang bersama sai kong atau imam klenteng selama 15 menit.

"Karena umumnya kepercayaan masyarakat Tionghoa di Selatpanjang beragama Budha dan Konghucu dimana ada 1 dewa kita yang setiap tahun kita bawa pawai keliling klenteng," ungkapnya.

Baca juga: Persiapan Imlek dan Perang Air, Kepulauan Meranti Bakal Diramaikan Wisatawan Luar Negeri

Dirinya berharap dengan mulai terbukanya mobilisasi masyarakat saat ini, para perantau yang ada di luar kabupaten bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk pulang kampung.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved