Festival Perang Air Selatpanjang, Momen yang Dinanti Masyarakat Dalam dan Luar Negeri

Tidak ada yang boleh marah saat dilempar air saat melintasi rute selama pelaksanaan perang air

Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Festival Perang Air di Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti Riau 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM - Festival Perang Air atau yang biasa disebut Cian Cui di Selatpanjang, Kepulauan Meranti Riau telah digelar sejak Minggu (22/1/2023) lalu.

Pelaksanaannya memang selalu dilakukan bersamaan dengan perayaan Tahun Baru Imlek.

Walaupun demikian Festival tahun ini dilaksanakan perdana setelah 2 tahun terakhir absen akibat pandemi Covid-19

Festival Perang Air menjadi agenda yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kepulauan Meranti, maupun wisatawan mamcanegara.

Pada hari pertama ini masyarakat langsung antusias untuk melaksanakan perang Air. Pantauan Tribun sekitar pukul 15.30 WIB, masyarakat sudah memulai melaksanakan Perang Air.

Walaupun tidak banyak yang berubah baik dari aturan main dan rute yang digunakan.

Perang air tahun ini nampak semarak karena 2 tahun mangkir dari pelaksanaan.

Baca juga: Festival Perang Air di Selatpanjang Digelar, Berlangsung Hingga 26 Januari

Perang air dilakukan dengan saling melempar maupun menembakkan air kepada masyarakat yang ada di rute Perang Air yang telah ditentukan.

Sesuai dengan jam pelaksanaan, tanpa ada instruksi, masyarakat secara otomatis langsung melakuka perang air dengan menembak air dari pinggir jalan ataupun dari atas kendaraan melalui rute yang ditentukan.

Ratusan kendaraan, dari sepeda motor, becak dan gerobak menyusuri jalur Perang air, membawa armada yang dilengkapi dengan 'Senjatanya' masing-masing, ada yang menggunakan tembak air mainan, gayung, ember dan lain-lain yang bisa membawa air.

Setiap becak bisa mengangkut empat sampai enam orang di dalamnya.

Dari becak mereka berkeliling di jalur Perang air, sambil menembakkan air dari pistol air maupun dari gayung yang mereka bawa kepada masyarakat yang berada di pinggiran jalan.

Masyarakat yang menunggu di tepi jalan, tak mau kalah. Mereka juga menyiapkan 'senjata' lengkap dengan amunisi air yang disiapkan di berbagai wadah seperti, tangki, tong maupun ember.

Baca juga: Ini Rangkaian Perayaan Imlek di Selatpanjang, Ada Perang Air, Night Carnival Hingga Festival Lampion

Mereka menembakkan air kepada setiap kendaraan yang melewati tempat mereka.

Tidak ada yang boleh marah saat dilempar air saat melintasi rute selama pelaksanaan perang air, saling menembakkan air ini justru memunculkan senyum dan tawa kegembiraan satu sama lain.

Sejumlah polisi yang siaga di persimpangan tampak tidak keberatan saat seragam kehormatannya basah karena terkena tembakan air demi mengamankan dan menjaga lancarnya kegiatan perang air.

"Ini merupakan momen yang kita nanti, setelah dua tahun gak ada ini dilaksanakan lagi," ungkap ali seorang warga Kepulauan Meranti yang ikut dalam perang air. 

Adapun Rute festival perang air dimulai dari Jalan Ahmad Yani, Jalan Tebingtinggi, Diponegoro, Jalan Kartini  dan Jalan Imam Bonjol. Setiap persimpangan juga terlihat tim gabungan dari Kepolisian, Dishub dan satpol PP mengamankan rute Perang Air.

Kepala Bidang Pariwisata Disparpora Kepulauan Meranti Alfian menyampaikan event Cian Cui acapkali dijadikan moment balik kampung warga Tiong Hoa asal Meranti dari berbagai penjuru dunia.

Festival Perang Air di Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti Riau
Festival Perang Air di Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti Riau (Dok Tribun Pekanbaru)

Dari catatan Dinas Pariwisata Meranti tiap tahun sedikitnya 25 ribu wisatawan masuk ke Kota Selatpanjang, mereka berasal dari Tiongkok, Malaysia, Singapura, Australia dan lainnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved