Tol Bangkinang-Pangkalan dan 4 Ruas Tol Trans Sumatera Lainnya Ditargetkan Rampung Tahun Ini

PT Hutama Karya menargetkan lima ruas itu rampung pada tahun ini, di antaranya Tol Bangkinang-Pangkalan

Editor: Theo Rizky
Istimewa
Tol Pekanbaru-Bangkinang kini sudah dibuka untuk umum.PT Hutama Karya menargetkan lima ruas itu rampung pada tahun ini, di antaranya Tol Bangkinang-Pangkalan 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM - Tol Bangkinang-Pangkalan tahap I, merupakan ruas yang termasuk Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) sepanjang 24,7 kilometer dengan nilai investasi Rp7,31 triliun.

Perkembangan pembangunan ruas Tol Bangkinang-Pangkalan tahap I diungkap oleh Wakil Gubernur Riau Edy Natar dalam rapat koordinasi (Rakor) evaluasi dan tindak lanjut pengadaan tanah dan pembangunan JTTS.

Rakor berlangsung di Hotel Santika Premier Hotel Padang, Rabu (25/1/23).

Saat ini telah dilakukan Penetapan Lokasi (Penlok) berdasarkan SK gubernur Nomor Kpts.1289/VIII/202 pada 25 Agustus 2020.

"Pembangunan konstruksi pada ruas ini telah mencapai 59,36 persen dan pengadaan lahan baru mencapai 56,61 persen, pembangunan konstruksi pada ruas ini akan dilaksanakan pengerjaannya pada tahun 2023," ucap Wagub.

Edy Nasution menerangkan, permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan ruas Jalan Tol Bangkinang-Pangkalan tersebut, adalah lahan pembangunan jalan tol pada trase Bangkinang-Pangkalan tahap I seluas 96 hektare masuk dalam kawasan hutan.

Permasalahan berikutnya adalah lahan masyarakat untuk pembangunan jalan tol pada ruas ini yang masuk di area kawasan hutan, dan uang ganti kerugiannya belum dibayarkan.

Selanjutnya, pembangunan konstruksi terhadap lahan masyarakat yang masuk dalam kawasan hutan untuk pembangunan jalan tol pada ruas ini belum dapat dilaksanakan.

"Adanya tambahan Penlok yang dipergunakan untuk akses keluar dari Tanjung Alai (pintu Tol Bangkinang Pangkalan tahap I) sebagai temporary (sementara) akses," ungkap Edy Nasution dikutip Mediacenter Riau.

Baca juga: Termasuk Tol Padang-Sicincin, Ini Daftar 30 Ruas Tol yang Ditargetkan Beroperasi hingga 2024

Wagubri menjelaskan, upaya yang telah dilakukan dalam mengatasi masalah ini adalah mengirimkan surat Gubernur Riau Kepada Menteri Lingkungan Hidup Nomor 525/DLHK/2206 tanggal 13 Agustus 2021.

Surat itu, perihal pertimbangan gubernur terhadap permohonan pelepasan kawasan hutan dalam rangka objek pengadaan tanah untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan ruas jalan tol di provinsi.

Lalu, Menteri LHK Menerbitkan SK No SK.418/menlhk/setjen/pla/4/2022 tentang persetujuan kawasan hutan untuk pembangunan ruas jalan tol ruas Pekanbaru-Bangkinang seluas 25 hektare.

Kemudian, ruas Jalan Tol Bangkinang-Pangkalan tahap I seluas 96 hektare atas nama Kementerian PUPR di Kabupaten Kampar Provinsi Riau telah terbit pada bulan Apri 2022.

Selanjutnya, surat Gubernur Riau Kepada Menko Maritim dan Investasi Nomor 525/Adm-Pemb/3433 tanggal 20 Juli 2022 perihal Tindak Lanjut SK 418/menlhk/setjen/pla/4/2022 tentang persetujuan kawasan hutan untuk pembangunan Ruas Jalan Tol Ruas Pekanbaru-Bangkinang seluas 25 hektare dan ruas jalan tol Bangkinang-Pangkalan tahap I seluas 96 hektar atas nama Kementerian PUPR di Kabupaten Kampar Provinsi Riau

Baca juga: 14 Ruas Tol di Sumatera Diminta Jokowi Beroperasi 2024, Berikut Daftarnya

"Menteri LHK Menerbitkan SK MenhutLHK No 1048/setjen/pla.2/9/2022 tentang Penetapan batas areal pelepasan kawasan hutan untuk pembangunan ruas jalan Tol Bangkinang-Pangkalan tahap I seluas 96 hektare," tambahnya.

Wagubri Edy Natar menerangkan, dalam rangka percepatan pembangunan tersebut telah dilakukan penghitungan luas lahan oleh Tim Apraisal.

Kemudian, ujar Wagubri, pada saat ini dalam proses tahapan perbaikan administrasi pembayaran uang ganti kerugian oleh Lembaga Manajemen Asset Negara (LMAN).

"Terkait dengan tambahan Penlok pada temporary akses Pemerintah Provinsi Riau telah melakukan proses tahapan (pendataan) awal yaitu pada tahapan Tim Persiapan Pengadaan Tanah," ucapnya.

Wagubri menyarankan, agar percepatan pembangunan ruas Jalan Tol Bangkinang-Pangkalan tahap I dapat terwujud. Maka ia meminta kepada LMAN dapat segera memproses pembayaran uang ganti kerugian kepada masyarakat yang lahannya masuk dalam pembangunan jalan tol pada area kawasan hutan.

PT Hutama Karya menargetkan lima ruas jalan Tol Trans Sumatera (JTTS)  rampung pada tahun ini, di antaranya Tol Simpang Indralaya-Muara Enim, Indrapura-Kisaran, Binjai-Langsa, Sigli-Banda Aceh, dan Jalan Tol Padang-Pekanbaru.

Baca juga: Presiden Jokowi Hitung Waktu Tempuh di Tol Pakanbaru-Bangkinang 23 Menit

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved